Interaksi Pengguna Internet 2020 di APAC kian Positif, Indonesia Masih Perlu Evaluasi

Oleh: Nur Shinta Dewi
Rabu, 10 Februari 2021 | 21:18 WIB

Microsoft baru-baru ini mengumumkan hasil studi tahunannya, “Civility, Safety, and Interactions Online – 2020”, bersama dengan Digital Civility Index (DCI) 2020 mengungkap interaksi pengguna internet 2020 di Asia Pasifik (APAC) lebih positif di bandingkan tahun sebelumnya.

Hasil dari metrik Microsoft menunjukkan bahwa kawasan Asia-Pasifik (APAC) memiliki kinerja lebih baik dalam adab dalam berinteraksi di media online pada tahun 2020 dengan skor 66, dibandingkan dengan skor tahun sebelumnya sebesar 68.

DCI global juga meningkat menjadi 67 dari skor kurang baik sepanjang masa tahun 2019, yang menunjukkan bahwa lebih banyak orang mengalami interaksi online yang positif.

Dua wilayah Asia Pasifik, Singapura dan Taiwan, menduduki posisi lima besar dunia dengan skor DCI paling tinggi, masing-masing menempati posisi keempat dan kelima.

Sementara, Vietnam mengalami peningkatan terbaik di kawasan ini, dengan peningkatan persentase enam poin menjadi 72 pada indeks.

Sebaliknya, pasar lain dilaporkan mengalami pengalaman online yang lebih negatif yaitu Indonesia berada di peringkat 29 dari 32 wilayah dan Malaysia dilaporkan paling kurang baik selama lima tahun terakhir. Yang berarti pengguna internet di Indonesia masih memerlukan bimbingan dalam mobilitas onlinenya.

“Studi tahunan Microsoft tentang keadaban digital sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong interaksi online yang positif. Masyarakat kita mengandalkan dan merangkul teknologi digital lebih dari sebelumnya di tengah COVID-19, dan internet yang lebih aman akan meningkatkan pengalaman dan membentuk kesejahteraan komunitas kita”, kata Liz Thomas, Regional Digital Safety Lead, Asia-Pasifik, Microsoft.

Adab Pengguna Remaja meningkat positif pada interaksi online

Survei tersebut mencakup responden dewasa dan remaja tentang interaksi online mereka dan pengalaman mereka menghadapi risiko online.

Informasi terbaru dari survei DCI, yang dilakukan setiap tahun selama lima tahun terakhir, mengamati sekitar 16.000 responden di 32 wilayah, yang diselesaikan selama kurun waktu bulan April hingga Mei 2020

Remaja Mendorong Peningkatan Positif, untuk peningkatan kinerja DCI, dan menduduki skor 63 dalam ukuran global adab dalam berinteraksi di media online, dibandingkan dengan orang dewasa di 72.

Di Singapura, remaja mendapat skor 50 DCI dibandingkan dengan 68 untuk orang dewasa, sementara Taiwan melihat skor remaja lebih tinggi dari orang dewasa, 55 dibandingkan dengan 67.

Tren ini menunjukkan tidak ada perubahan dalam skor DCI untuk remaja, tetapi terdapat penurunan 16 poin di antara orang dewasa di Indonesia, sementara di Malaysia skor 39 orang dewasa dan turun tiga kali lebih banyak daripada remaja.

Tren sosial dinilai sangat berpengaruh pada kenaikan

Secara keseluruhan, 26% responden secara global mengatakan adab dalam berinteraksi di media online lebih baik selama pandemi. Hal ini dikaitkan dengan tren orang-orang yang saling membantu dan memiliki rasa kebersamaan yang lebih besar.

Sementara 22% mengatakan adab dalam berinteraksi di media online lebih buruk, sebagian akibat dari penyebaran informasi palsu dan menyesatkan yang semakin marak.

“Sangat menggembirakan melihat generasi berikutnya unggul dalam mendorong interaksi positif secara online, dan menyaksikan warga digital bersatu untuk mengangkat komunitas online selama pandemi, meskipun demikian, ancaman seperti informasi palsu dan hate speech, terus merambah masyarakat, mengharuskan kita semua untuk mengambil tindakan positif,” kata Liz.

Dalam laporan Microsoft, Risiko penyebaran kebencian dan perpecahan terus meningkat, dengan responden global melaporkan peningkatan pengalaman hoax, penipuan dan scam (+ 3%), ujaran kebencian (+ 4%), dan diskriminasi (+ 5%).

Jumlah responden yang melaporkan kejadian ujaran kebencian di India meningkat dua kali lipat sejak 2016 (menjadi 26% dari 13%), sedangkan di Thailand, jumlah responden yang melaporkan mengalami mikroagresi adalah 18% di atas rata-rata global.

Empat prinsip membangun internet Aman

Dukungan Untuk Membangun Internet Yang Lebih Aman Microsoft bekerja sama dengan pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya di kawasan APAC untuk berbagi praktik terbaik tentang keamanan digital, membantu menginformasikan perdebatan kebijakan dan peraturan, dan mendukung lingkungan online yang saling menghormati dan sehat.

“Melalui peringatan Safer Internet Day ini, kami diingatkan bahwa pemerintah, organisasi, dan individu memiliki peran dalam membantu menjadikan internet tempat yang lebih baik untuk bekerja dan bermain,” Kata Liz.

Untuk mendorong internet yang lebih baik dan lebih aman, berikut empat prinsip yang dapat dilakukan oleh pengguna online, yaitu:

  1. Menjalankan ‘golden rule’ - Bertindak dengan empati, kasih sayang, dan kebaikan dalam setiap interaksi, dan memperlakukan semua orang di dunia maya dengan bermartabat dan hormat
  2. Menghormati perbedaan - Untuk menghargai perbedaan budaya dan menghormati sudut pandang yang berbeda, saling berinteraksi dengan berhati -hati, memikirkan perasaan orang lain dan menghindari “sebutan nama” serta saling serang
  3. Berpikir sebelum membalas - Untuk berhenti sejenak dan berpikir sebelum menanggapi dan tidak memposting atau mengirim apa pun yang dapat menyakiti orang lain, merusak reputasi seseorang, atau mengancam keselamatan
  4. Membela diri sendiri dan orang lain - Memberi tahu seseorang saat merasa tidak aman, menawarkan dukungan kepada mereka yang menjadi sasaran pelecehan atau kekejaman online, dan melaporkan aktivitas yang mengancam keselamatan.

Hasil selengkapnya dari Microsoft’s 2020 Digital Civility Research bisa Anda akses melalui tautan berikut https://www.microsoft.com/en-us/digital-skills/digital-civility.