Hari Internet Aman Sedunia 2021, Google ajak Pengguna Periksa Keamanan Akun

Oleh: Nur Shinta Dewi
Selasa, 9 Februari 2021 | 12:36 WIB

Memperingati hari internet aman sedunia atau safer internet day (SID), Google mengajak penggunanya memeriksa keamanan akun. Google meminta untuk meluangkan waktu 2 menit untuk perkuat akun.

“Hari Internet Aman Sedunia, Ikut Pemeriksaan Keamanan 2 Menit Untuk Perkuat Akun” ajak Google di panel pencariannya.

Dalam ajakannya, Google memperlihatkan indikasi masalah di dalam akunmu. Ada 5 point keamanan yaitu, Login dan Pemulihan, Perangkat Anda, Peristiwa Keamanan Baru-baru ini, Akses Pihak Ketiga, Setelan Gmail, dan Sandi Anda yang Tersimpan. Jika terjadi indikasi masalah keamanan, Google akan memberi tanda seru berwarna kuning di sebelah kiri dan mengajak kamu untuk segera memperbaiki.

Hari Internet Aman Sedunia (Safer Internet Day/SID) merupakan hari peringatan yang bertujuan memperingatkan para pengguna internet untuk bereksplorasi di dunia maya dengan aman. Hari Internet Aman Sedunia pertama kali dimulai pada tahun 2004, yang diperingati pada tanggal 10 Februari setiap tahunnya.

Mengapa Internet Aman menjadi Penting?

Dalam peringatan Internet Aman Sedunia, institusi dan asosiasi di bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi bersatu untuk mewujudkan internet ramah anak dan membuat dunia internet menjadi dunia yang nyaman bagi semua kalangan pengguna internet.

Pernah mendapat tautan yang menawarkan hadiah dan uang senilai jutaan rupiah padahal, kita tidak pernah tahu siapa pengirimnya dan bagaimana si pengirim bisa mendapatkan alamat surel, media sosial, atau bahkan nomor telepon kita? Itu artinya, kamu harus waspada dan mulai sadar tentang pentingnya internet aman.

Baca juga : Kerja Jarak Jauh Jadi Sasaran Kejahatan Siber 2021, Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan

Kejahatan dunia maya diperkirakan akan meningkat pada tahun 2021. Menurut laporan dari Cybercrime Magazine, pakar keamanan memperkirakan bahwa kejahatan dunia maya akan merugikan dunia $ 10,5 triliun setiap tahun pada tahun 2025, dan akan merugikan ekonomi global $ 6,1 triliun setiap tahun pada tahun 2021 .

Para penjahat siber memanfaatkan momen pandemi untuk menghasilkan keuntungan. Group-IB perusahaan intelijen ancaman menyebut pandemi global sebagai alasan utama web-phising, yang merupakan salah satu cara paling sederhana untuk mendapatkan uang.

Seperti yang kita tahu, kejahatan sosial banyak terjadi di dunia maya. Penjualan data pribadi, penyebaran hoax, penipuan, bahkan eksploitasi anak, maka diperlukan kontribusi semua pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun korporasi untuk mewujudkan internet yang aman.

Cara agar tetap aman 

Jangan pernah menggunakan kata sandi yang sama untuk setiap akun. Buat kata sandi yang kuat setidaknya 13 karakter, gabungkan huruf kecil maupun besar, angka, dan simbol. Jangan gunakan urutan angka atau huruf, seperti "qwerty" dan Hindari substitusi seperti leetspeak di mana huruf diganti dengan angka dan simbol yang tampak serupa, misalnya Kunc1p45w0rd.

 

  

Two factor authentication (2FA) atau Otentikasi dua faktor digunakan untuk memberi akun kamu perlindungan ganda. Saat kamu masuk ke akun dengan 2FA, kamu tidak hanya harus memasukkan kata sandi yang benar, tetapi juga kode tambahan yang dibuat sebelumnya lalu dikirim ke perangkat kamu yang biasanya terhubung dengan email dan nomor handphone. Jika ada orang yang mendapatkan password mu, mereka tidak akan dapat mengakses akun tanpa memasukkan kode tambahan ini. Google telah menyediakan otentikasi dua faktor, waktunya kamu aktifkan agar akun mu lebih aman.

Selalu pastikan setiap sistem sudah diperbarui dengan pembaruan dan tambahan keamanan terbaru. kamu disarankan untuk meningkatkan ke versi yang lebih baru sesering mungkin. Untuk melakukannya, kamu juga dapat mengatur sistem kamu ke mode pembaruan otomatis.

Baca juga : Darurat Security Cyber, Serangan Malware Indonesia Tertinggi Di Asia Pasifik

Ketika kamu sudah tidak percaya penawaran 'gratis', atau iklan pop up berhadiah yang tiba-tiba muncul, penjahat siber lebih pintar memahami kebiasaan kamu sebagai pengguna internet.

 

 

Saat ini penjahat siber lebih suka melakukan pendekatan terlebih dahulu sebelum mengambil apa yang mereka inginkan. Pendekatan mereka bisa berbentuk kuesioner feedback, penggalangan dana, dan petisi yang secara tidak sadar memaksa kamu memberikan data pribadi dan juga tanda tangan dengan menyentuh rasa kemanusiaanmu.

Hindari mengklik link dari sumber yang tidak dikenal , baik itu email, SMS, atau situs web. Kamu bisa cek secara terpisah dari tautan tersebut, dan memastikan terlebih dahulu jika tautan tersebut aman.

VPN hadir untuk membuat koneksi internet pribadi dengan mengubah alamat IP. Penggunaan VPN ini berguna untuk menyembunyikan data sensitif yang kamu kirim, termasuk detail bank saat berbelanja online dan informasi pribadi lainnya.

Unduhan gratis, layanan online, atau jaringan Wi-Fi adalah sumber masalah keamanan online yang paling umum.

Menggunakan Wi-Fi gratis tidak selalu aman. Ingatlah untuk menghindari mengakses rekening bank kamu atau menyelesaikan pembelian melalui Wi-Fi gratis. Jika kamu memang perlu melakukan ini, gunakan perangkat lunak VPN untuk mendapatkan perlindungan.