Pahami Data Science untuk hadapi trend baru 2021

Oleh: DQLab
Sabtu, 26 Desember 2020 | 12:32 WIB

Sejumlah perusahaan maupun industri di Indonesia saat ini sudah banyak menggunakan tenaga kerja praktisi data, guna meningkatkan performa bisnis. Data Science dianggap penting oleh perusahaan, karena dengan mengacu pada data perusahaan dapat menentukan bagaimana kebutuhan pasar. Oleh sebab itu, banyak lowongan untuk posisi ini yang menjadi peluang besar bagi talent data mengambil profesi ini.

Bahkan, Presiden Jokowi juga menyebut “Data is The New Oil”, yang berarti bahwa data adalah sesuatu jenis kekayaan baru yang lebih berharga dibanding harga minyak. Trend baru ini yang pada akhirnya membuat banyak orang yang ingin mengenal lebih jauh dengan data. Dan nampaknya trend data ini bukan hanya berlanjut di tahun 2021, melainkan di tahun-tahun berikutnya. Lalu, mengapa data penting untuk dipelajari? Yuk, kita simak penjelasannya!

Perbedaan Data Science dengan Big Data
Meskipun sama-sama berkaitan dengan data, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang perlu kamu pahami. Big Data pada dasarnya mengacu pada besarnya volume data yang jumlahnya besar (raksasa). Sedangkan Data Science adalah bidang yang berurusan dengan segala hal yang berhubungan dengan pembersihan data, persiapan data, dan analisis. Kegiatannya berkaitan dengan data yang acak (tidak terstruktur) dan data yang siap diolah (terstruktur). Data Science juga merupakan kombinasi dari Statistik, Matematika, pemrograman, penyelesaian masalah, pembacaan data, serta kemampuan menyusun hasil olahan data.

Baca juga : Belajar Data Science : Yuk, Intip Cara Menjadi Data Scientist Idaman Perusahaan

Peluang Kerja
Kebutuhan praktisi data di Indonesia mencapai hingga 9 juta orang. Kebutuhan perusahaan dan industri yang semakin pesat, membuat mereka membutuhkan talent data di beberapa titik, seperti Data Scientist, Data Analyst, dan Data Engineer. Hal ini terjadi karena pengolahan data menjadi penentu kompetensi bisnis antar perusahaan. Di era industri 4.0 tren data minimal bisa berlangsung selama 5 tahun mendatang, bahkan melampaui.

Tantangan yang Dihadapi Calon Talent Data
Tantangan yang pertama berawal dari background pendidikan. Khususnya, bagi kamu yang tidak memiliki background pendidikan Science, Technology, Engineering, dan Math (STEM) nantinya akan menimbulkan batasan atau gap yang dimiliki seorang calon talent data, terdapat jarak antara dunia akademis dengan industri.

Maka dari itu salah satu solusinya adalah dengan belajar Data Science dengan otodidak secara online, apalagi melihat kondisi di tengah pandemi seperti ini. Hal ini berguna bagi calon talent data untuk mempersiapkan diri berkarir di industri nyata. DQLab sebagai platform edukasi Data Science online siap membantu kamu untuk mendalami ilmu Data Science.

Baca juga : Belajar Data Science Tapi Tidak Berasal dari Background STEM, Kenapa Tidak?

Mulai Perjalananmu Dengan Mengelilingi Dunia Data Science bersama DQLab
Meskipun kamu tidak memiliki background pendidikan STEM, kamu tidak perlu berkecil hati. Karena, siapa pun bisa berkesempatan untuk bisa menjadi seorang talent data yang berkompeten untuk siap berkarir di revolusi industri 4.0. Bangun proyek dan portofolio datamu bersama DQLab untuk mulai berkarir di industi data yang sebenarnya! Sign up sekarang untuk #MulaiBelajarData di DQLab!

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’: