Mau Uang Bulanan Kamu Bertambah? Bangun Karir di Bidang Fotografi Yuk

Oleh: Nur Shinta Dewi
Senin, 21 September 2020 | 10:03 WIB

Di era digital konten menjadi salah satu kebutuhan orang untuk membuat persona brand dan media sosialnya. Saking banyaknya kebutuhan, fotografi bisa menjadi peluang yang bisa kamu manfaatkan di waktu luangmu.

We Are Social (2020) menyebutkan ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia atau sekitar 64% setengah penduduk RI yang berjumlah 272,1 juta jiwa. Yang pasti membutuhkan jasa fotografi untuk Prewedding/ Prosesi Wedding, Foto Produk, atau kebutuhan konten youtube dan media sosial mereka.

Jika mengandalkan uang saku atau gaji bulanan, nggak akan pernah cukup kalau kamu nggak berusaha lebih. Untuk mendapatkan hasil lebih kamu bisa menjadi fotografer yang minim modal tapi untung besar.

Nggak punya kamera kak.. Kamu nggak perlu kamera kok untuk menjadi seorang fotografer.

Walau sejatinya seorang fotografer harus memiliki kamera, untuk tahap merintis kamu bisa menyewa kamera di tempat penyewaan. Saat ini sudah banyak kok tempat sewa alat fotografi jadi kamu tidak usah pusing memikirkan modal. Dengan bermodal sisa uang jajan, kamu bisa mudah sewa kamera.

Kamu bisa mengajukan proposal dan paket terlebih dahulu untuk menggaet client kamu. Jika sudah deal baru deh kamu sewa alat dan tentukan tim-mu. Tentu untuk membuat proposal, kamu harus riset segala kebutuhannya, dari menghitung biaya jasa, biaya sewa, transportasi, konsumsi dan biaya tak terencana.

Selain menentukan paket dan sewa alat, ada point yang tidak kalah penting lho, jangan sampai menghilangkan 4 point ini ya...

Interest
Yang pertama harus kamu miliki adalah ketertarikan dalam dunia fotografi. Usaha yang sukses hadir dari tingkat konsisten yang tinggi. Kalau kamu nggak minat dalam dunia fotografi, walaupun dipaksakan ‘suka’ karena melihat peluangnya, tetap saja tidak akan bertahan lama. Kalau kamu suka, kamu nggak bakal bosan walau gagal atau sepi client. Jadi awali segala apapun itu dengan modal ketertarikan ya.

Portfolio
Jangan langsung hapus hasil potret mu. Foto yang sekiranya paling masterpiece bisa kamu jadikan modal untuk menarik customer kamu. Portfolio ini juga sebagai kunci untuk proposal dan media sosial mu. Semakin banyak portfolio, maka orang akan semakin yakin jasa mu lah yang terbaik.

Buat paket
Jangan lupa buat paket. Setelah kamu membuat portfolio, melihat target pasar, dan punya teman untuk berbagi client. Kamu bisa buat paket jasamu, dengan memberi kesan ‘untung’ untuk client. Menurut kreativ.com, orang-orang lebih senang ketika mereka melihat kata ‘paket’, padahal antara harga satuan dengan paket hanya beda Rp5.000 - Rp10.000 atau malah untung. Memberi kesan untung pada konsumen bisa jadi strategi yang menguntungkan juga loh.

Perluas relasi
Jangan ragu perluas relasi mu. Kamu bisa ikut komunitas, event fotografi, ataupun berbagi relasi dengan Event Organizer yang kamu temui di project yang sama. Bahkan kamu bisa kerja sama dengan Makeup Artist, WO, EO juga lho, berbagi link project akan menambah eksistensi brand mu.

Nah itu 4 point penting yang nggak boleh kamu lewati saat membangun karir fotografi. Nggak perlu passion dan kamera kok untuk jadi fotografer, jika kamu sungguh-sungguh tertarik dan tekun mempelajari tekniknya, pasti kamu akan terbiasa dan menerima banyak manfaatnya.