Korban PHK? Temukan Sukses Dengan Menjadi Entrepreneur

Oleh: Nur Shinta Dewi
Senin, 29 Juni 2020 | 16:09 WIB

Banyak orang yang harus kehilangan pekerjaannya karena krisis pandemi. Perusahaan harus berat hati memangkas satu persatu karyawannya karena tidak mampu menggenjot pemasukan perusahaan efek merosotnya perekonomian global. Sebagai korban PHK, jangan terus terpuruk dengan keadaan, jadilah next entrepreneur menuju pintu kesuksesan.

Sebelumnya, apa sih entrepreneur? Entrepreneur adalah orang yang melakukan kegiatan wirausaha, dimana biasanya orang tersebut memiliki bakat dalam mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, membuat standar operasional, memasarkan produk, dan bisa mengatur modal untuk operasional. Ya, familiarnya biasa disebut pengusaha.

Sebagai korban PHK, tentu akan ada yang namanya rasa dendam, tapi jangan jadikan pikiran negatif itu terus menguasai diri. Jadikan dendam itu sebagai motivasi untuk selangkah lebih maju. Bahkan kamu bisa menjadi social entrepreneur yang membentuk perusahaan dengan tujuan memecahkan masalah sosial. Kamu dapat rangkul teman seper-PHK-an mu untuk membentuk perubahan.

Sebenarnya banyak peluang usaha yang bisa dilakukan pada saat ini, bahkan dalam nuansa new normal banyak tren baru yang bisa kamu gali untuk menemukan inovasi baru produk mu. Namun biasanya, ada hal yang paling mendasari entrepreneur untuk stuck di tengah jalan.

Terlebih, bagi korban PHK yang takut salah melangkah dan menyia-nyiakan pesangonnya karena usahanya tak kunjung balik modal. Lalu langkah apa yang tepat bagi korban PHK untuk menjadi entrepreneur?

Kuatkan tekad
Ingat, seorang entrepreneur memiliki jiwa yang pantang menyerah dan berani mengambil resiko. Ubah mindset, agar tetap berpikir positif. Tetap ikuti pola bisnis yang sudah di rancang, jangan sampai uang pesangon yang sudah kamu sisihkan jadi terbuang sia-sia karena terlalu banyak mendengarkan pendapat orang.

Sebaiknya sebelum terjun mempromosikan produk, kamu sudah tentukan berapa biaya yang sanggup kamu keluarkan. Riset dan diskusi dengan teman, agar mereka bisa membantu mu untuk menemukan konsumen baru. Usahakan temukan target pembeli mu, baru produksi produk dengan jumlah yang banyak.

Maksimalkan Jaringan Online
Walaupun sudah diberlakukannya pelonggaran PSBB, namun kemungkinan besar masyarakat belum berani untuk berpergian keluar rumah. Memaksimalkan jaringan online, untuk menemukan target pembeli di luar jaringan pertemanan mu. Perbanyaklah membuat promosi di sosial media, dan e-commerce. Tempatkan produk mu di semua platform e-commerce agar produk lebih menjangkau banyak konsumen.

Kolaborasi
Kondisi saat ini bukanlah saat yang tepat untuk berkompetisi. Lakukan kolaborasi dan kerja sama untuk melewati kondisi yang ada. Saat ini, yang menjadi top list pencarian masyarakat adalah produk untuk daya tahan tubuh serta produk sanitasi. Jika kamu berpikir untuk memanfaatkan peluang yang ada saat ini, bukan tidak mungkin kamu melakukan kolaborasi dengan entrepreneur atau brand kedua produk tersebut agar bisa memberikan manfaat yang lebih kepada para pelanggan.

Negosiasi
Jangan sungkan lakukan negosiasi dengan penyedia bahan baku atau pemasok. Alasan krisis pandemi ini bisa dimanfaatkan untuk menawar harga bahan baku agar lebih murah, atau mengubah sistem pembayaran yang seharusnya tunai menjadi kredit.

Maksimalkan Pengemasan dan Desain
Percaya atau tidak, first impression pembeli untuk pertama kali membeli suatu produk adalah dari pengemasan produk ataupun desain media sosialnya. Kamu perlu memaksimalkan dua hal tersebut untuk menarik hati konsumen diluar kualitas produk atau jasa yang kamu berikan.

Brand Impression
Apapun usaha yang kamu lakukan, baik produk maupun jasa, tetap berikan pelayanan yang loyal kepada para pelanggan. Meskipun dalam kondisi yang sedang tidak baik, buatlah mereka yakin jika brand yang ditawarkan adalah yang terbaik untuk mereka. Jika memang kondisi tidak memungkinkan, jelaskan kondisi yang sebenarnya sehingga pelanggan mampu memahami kelebihan dari brand mu.

Konsisten
Kegagalan mungkin dapat dialami kapan saja. Balik modal? Mungkin cuma angan semata. Tapi jangan langsung menyerah begitu saja. Usaha juga perlu pendekatan, semakin sering kamu memperkenalkan produk atau jasa mu semakin ingat juga konsumen dengan usahamu. Begitu juga dengan konsisten, jika usahamu tidak balik modal dalam jangka waktu bulanan atau satu tahun, jangan putus asa, teruslah promosi kan produk mu dan buat inovasi dan brand impression baru.

Itulah langkah yang bisa dilakukan korban PHK untuk menemukan pintu kesuksesannya dengan menjadi entrepreneur. Tidak ada yang tidak mungkin jika ingin mencoba. Mulai kuatkan tekad dari sekarang dan jangan lupa perbanyak pengetahuan.