Menikmati Dunia Kerja Pasca COVID-19

Oleh: Nur Shinta Dewi
Rabu, 10 Juni 2020 | 16:02 WIB

Pekan ini pusat perkantoran telah resmi dibuka, setelah lebih dari 2 bulan orang bekerja dari rumah (WFH). Dibukanya perkantoran, menuntut pekerja untuk kembali beradaptasi pada dunia kerja yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan. Tapi, banyak yang berpendapat, apakah di era serba digital, bekerja di kantor (WFO) masih dibutuhkan?

Penerapan new normal memang dibuat untuk mengembalikan aktivitas masyarakat dan ekonomi dunia, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Namun, beberapa perusahaan teknologi seperti Facebook & Twitter telah menyuarakan untuk menjadikan kerja dari rumah, sebagai kebiasaan baru di perusahaannya.

Seperti yang dikutip dari CNBC, CEO Twitter Jack Dorsey, mengumumkan telah mengizinkan karyawannya untuk bekerja di rumah selamanya jika si pekerja “mau”. Sedangkan, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan 50% karyawan Facebook bekerja secara jarak jauh agar masyarakat tak perlu lagi berpindah kota untuk bisa bekerja di Facebook.

Gagasan CEO populer tersebut menggambarkan, jika perusahaan mampu berjalan meski bekerja dari rumah dengan menerapkan teknologi.

Temuan dari perusahaan jasa profesional, KPMG, melihat telah terjadi perubahan besar dan cepat di banyak industri ke arah bekerja jarak jauh atau bekerja dari rumah. Perusahaan pun telah berinvestasi dalam teknologi dan infrastruktur kerja jarak jauh, popularitas platform komunikasi virtual pun juga telah meningkat sejak diberlakukannya WFH.

Lalu apa yang perlu dipersiapkan dan didapat pekerja saat kembali menikmati dunia kerja dari rumah  pasca COVID-19?

Adaptasi
Pergeseran tiba-tiba ke pekerjaan jarak jauh telah menggelisahkan banyak orang, kegelisahan beradaptasi muncul kembali melihat kembalinya pekerja ke bangku kerjanya di kantor, ditambah belum kondusifnya wabah COVID-19 di Indonesia. KPMG memprediksi, dibutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan besar, tetapi pekerja dituntut terbiasa seiring dengan perbaikan aturan kerja di kantor maupun dirumah.

Pekerjaan sebagai kebiasaan bukan tempat menghasilkan uang
Pekerjaan sudah dianggap sebagai “kebiasaan”, bukan tempat dimana uang dapat dihasilkan. Pengukuran 'pekerjaan' akan semakin menjadi, terlepas dari kapan dan di mana itu dilakukan. Waktu untuk berkolaborasi masih menjadi penting, tetapi akan menuntut penggunaan waktu bersama yang lebih efektif. Kolaborasi yang terjadi di lingkungan kantor akan diperhitungkan dan diakui secara formal. Maka pekerja dituntut harus lebih disiplin walaupun bekerja dalam keadaan fleksibel.

Fasilitas internet yang semakin cepat
Peluncuran 5G akan meningkatkan kecepatan dan keandalan internet di seluruh negeri. Adopsi aplikasi konferensi video, akan semakin mengudara, seiring luasnya kemungkinan terlaksananya kerja dari rumah. Ini harus mempercepat eksperimen dan adopsi teknologi.

Fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja
Perusahaan harus memiliki peran dalam mendukung karyawan, memastikan lingkungan kerja di rumah mereka memenuhi persyaratan kesehatan dan keselamatan. Ini akan menimbulkan masalah di sekitar sejauh mana dukungan, dan pada akhirnya siapa yang bertanggung jawab, jika terjadi sesuatu di tempat kerja baru, yang juga akan berdampak pada kebijakan asuransi untuk para pekerja yang bekerja dari rumah.

Perjalananan bisnis tidak terlalu dibutuhkan
Kebutuhan untuk perjalanan nasional dan internasional juga dilihat akan berkurang. Mungkin ini akan menjadi satu hal yang tidak disukai oleh pekerja yang kerja dari rumah. Namun, yang lebih mengkhawatirkan industri perjalanan bisnis, termasuk maskapai penerbangan, hotel, mobil sewaan, dan asuransi memiliki dampak signifikan, termasuk bagi pekerja yang bekerja pada industri tersebut.

Fleksibilitas yang didukung atasan
Pemimpin yang sukses akan mengembangkan cara-cara inovatif untuk mengelola kesehatan mental anggota tim dan koneksi ke tujuan, yang sangat penting untuk mempertahankan kinerja dan retensi. Mengingat besarnya perubahan, pemimpin perlu menanamkan perilaku sehat baru dalam kehidupan mereka sendiri dan karyawan.

Pekerja akan mendapat kerja fleksibel yang didukung oleh atasan. Kerja dari rumah telah menghilangkan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Krisis pasca COVID-19 yang berfokus pada mendukung kesehatan mental di antara karyawan akan beradaptasi, membangun jalan baru dukungan ketika karyawan mengelola perubahan besar dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka (kesehatan, keuangan, perubahan pengaturan perawatan untuk anak-anak dan orang tua) pada saat yang sama.

Sebetulnya, kerja dimanapun akan tetap nikmat dan aman, jika pekerja dapat mensugesti pikirannya untuk selalu sukses dan sehat. Bagi pekerja yang seterusnya harus datang ke kantor, jangan lupa, tetap terapkan protokol kesehatan bagi diri sendiri hingga pasca pandemi. Selalu gunakan masker, cuci tangan sesering mungkin, bawa peralatan makan sendiri, bawa botol minum dari rumah, bawa alat ibadah sendiri, minum vitamin, makan sayur dan buah-buahan serta tetap jaga jarak sosialisasi, bukan untuk terhindar dari COVID-19, namun untuk kesehatan bersama.