Menjadi Womenpreneur Sukses ala CEO Logisly

Oleh: Alfhatin Pratama
Rabu, 21 Agustus 2019 | 11:40 WIB
Roolin Njotosetiadi, CEO dan Co-Founder | Foto Istimewa

Berdasarkan laporan lembaga riset Catalyst berjudul Women in Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM): Quick Take, tahun 2017 ada sekitar 15% perempuan di dunia yang masuk dalam jajaran pimpinan perusahaan. Dalam laporan yang diterbitkan tahun 2019 itu, angka 15% tersebut meningkat 3% dari 2 tahun sebelumnya.

Tahun 2019, ada sekitar 5% perempuan yang masuk daftar Fortune 500 CEO, setelah tahun 2018 turun sekitar 25% dari tahun sebelumnya. Berbagai gerakan pemberdayaan juga digalakkan, diantaranya Women In Tech dan She Loves Tech.

Harapannya, dengan partisipasi perempuan dalam bidang STEM atau bisnis yang terus meningkat dan banyaknya pihak yang mendukung, perempuan akan lepas dari stigma gender yang ada di tengah masyarakat. Apa saja misalnya? Perempuan hanya mampu mengurus pekerjaan domestik atau perempuan tidak perlu mengenyam pendidikan tinggi, itu salah duanya.

Sebagai langkah nyata lainnya dalam mendobrak stigma yang tidak berpihak pada perempuan itu, ada istilah womenpreneur. Ada yang mengartikannya sebagai perempuan yang berani memulai bisnisnya sendiri, ada yang mengartikannya sebagai perempuan yang berkarier secara profesional, dan ada juga yang mengartikan keduanya sama.

Baca juga: Yap! Ternyata Perempuan Lebih Unggul dari Laki-Laki. Ini Buktinya!

Salah satu perempuan yang diwawancara Digination.id adalah Roolin Njotosetiadi, CEO dan Co-Founder Logisly. Pendiri startup yang fokus pada logistik itu memberikan pendapatnya tentang womenpreneur. Menurutnya, womenpreneur adalah perempuan yang 'mendobrak' apa yang ada dan melakukan sesuatu yang baru, baik membangun bisnis sendiri, inisiatif pada lingkungan sosial, atau berani mengimplementasikan hal yang baru di tempat kerja.

Selanjutnya, ia membagikan tips bagaimana menjadi womenpreneur sukses. "Saya rasa untuk menjadi womenpreneur sukses ada tiga hal. Pertama, harus berani mengambil risiko untuk menjalankan hal yang baru. Misalnya, kalau ada meeting, ya ikut berpartisipasi jangan hanya duduk diam. Kedua, jangan mudah terintimidasi hanya karena kita adalah perempuan. Terakhir, punya support system yang baik, seperti teman, pasangan, dan keluarga yang mendukung visi dan misi yang kita miliki," tutupnya.

Nah, ini adalah womenpreneur sukses ala Roolin Njotosetiadi. Siap jadi womenpreneur sukses ala dirimu sendiri? Yuk, buktikan!

Baca juga: Perempuan Berpeluang Memimpin di Era Disrupsi Digital