Bima Arya Dukung Rentist, Startup Marketplace Asal Kota Bogor

Oleh: Desy Yuliastuti
Jumat, 3 November 2017 | 12:20 WIB
Berkembangnya perusahaan rintisan (startup) di berbagai kota di Indonesia mendorong Alfie Radithya berkolaborasi dengan alumni SMK Wikrama Bogor mengembangkan Rentist, startup marketplace rental kendaraan dan berbagai kebutuhan lainnya

Berkembangnya perusahaan rintisan (startup) di berbagai kota di Indonesia mendorong Alfie Radithya berkolaborasi dengan alumni SMK Wikrama Bogor mengembangkan Rentist, startup marketplace rental kendaraan dan berbagai kebutuhan lainnya.

Langkah ini didukung penuh oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, yang berkunjung langsung ke Bootstrap Alley di acara Tech in Asia Jakarta 2017 dengan kaos bertuliskan Rentist. Rencananya startup andalan Kota Bogor ini akan diluncurkan di Jabodetabek dan Bali pada 16 November mendatang.

"Rentist itu teman-teman startup di Bogor, SDM Bogor semua, lulusan SMK Wikrama di bidang IT direkrut untuk membuat startup yang bergerak di bidang penyewaan mobil hingga mainan anak. Ini bisa menumbuhkan UKM. Saya ingin mengkoneksikan ini ke jaringan-jaringan di Bogor," kata Bima di sela-sela acara Tech in Asia Jakarta 2017 di JCC Senayan, Kamis (2/11).

Lebih lanjut, Bima mengatakan bahwa industri rumahan, Karang Taruna, dan ibu-ibu PKK dapat menjadi bagian dan menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini sangat mungkin karena Rentist tak hanya menyewakan mobil, tapi juga produk lain seperti motor, mainan anak, peralatan elektronik, fotografi, dan keperluan lainnya.

"Harapannya ini bukan hanya sekadar aspek bisnis saja, tapi kolaborasi masuk ke jaringan yang diciptakan pemerintah. Misalnya, saya kumpulkan ibu-ibu PKK mau sewain apa, atau rumah-rumah yang bisa disewakan. Jadi, roda perekonomian semakin bergerak dengan banyak lapangan pekerjaan," jelasnya.

Bima Tertarik dengan dunia startup sejak diundang ke Sillicon Valley beberapa bulan lalu. Ia takjub dengan konsep kemitraan dan kolaborasi yang diterapkan.

“Dana pemerintah kan terbatas, jadi sekarang konsepnya sharing economy. Sharing economy ini harus masuk dan disadari oleh pemerintah ga bisa kita model lama anggaran besar barang-barang dibeli. Sekarang potensi yang ada kita gunakan sama-sama, ini konsep yang menarik di tengah keterbatasan APBD,” kata Bima.

Untuk menumbuhkan ekosistem startup di Bogor, Bima berencana akan membangun coworking space dan akan mengatur supaya tercipta iklim persaingan bisnis yang sehat.

"Saya juga sedang mencari tempat coworking space untuk tempat pertemuan dan bekerja startup-startup di Bogor. Saya juga masih mendata ada berapa startup di Bogor. Tak ada target harus melahirkan berapa startup yang penting bisa berkembang dan memasuki pasar secara sukses," jelasnya.