5 Hal yang Patut Diketahui Sebelum Memberi Nama Startupmu!

Oleh: Ana Fauziyah
Senin, 18 Februari 2019 | 16:15 WIB
Panduan memilih nama startup. (Foto: Pexels)

Saat sudah memiliki ide bisnis atau startup yang keren, langkah selanjutnya adalah menentukan nama. Ini harus dipikirkan dan dipertimbangkan secara matang, karena hal tersebut sangat penting ke depannya.

Memilih nama startup sama halnya dengan memilih nama untuk bayi: penuh pertimbangan emosional dan sangat subyektif. Kenapa? Karena nama yang disandang akan membawa imej startupmu dan dibawa selamanya-lamanya.

Salah memilih nama bisa membuat gagal terhubung dengan pelanggan. Apalagi jika nama tersebut memiliki arti yang buruk. Sebaliknya, nama yang jelas dan kuat bisa sangat membantu upaya pemasaran dan branding.

Namun, terkadang sulit sekali mencari nama yang cocok dan ini menghabiskan banyak waktu. Nah, panduan di bawah bisa membantu menemukan nama yang tepat untuk startupmu.

Baca juga: Jangan Sampai Bisnismu Gagal Hanya Karena Nama

Hindari nama yang sulit dieja. (Foto: Pexels)
Hindari nama yang sulit dieja

Kamu tentu tak ingin pelanggan kesulitan menyebut nama bisnismu, kan? Apalagi jika mereka harus membutuhkan waktu untuk mengejanya dengan benar. Jadi, hindarilah nama yang sulit dieja. Misalnya menggunakan singkatan seperti DGHTK atau memakai bahasa asing yang tidak populer.

Carilah nama yang sederhana, mudah dibaca dan diucapkan. Sebaiknya nama terdiri antara 2-5 suku kata. Jika lebih dari itu akan terkesan panjang dan sulit diingat. Selain itu, nama juga harus terdengar bagus jika diucapkan dengan nyaring.

Pilih nama yang langsung menjelaskan bisnismu

Sebuah nama harus memuat pesan tentang apa itu produk atau layananmu. Carilah nama yang jika disebut orang akan langsung memahami produk atau layanan yang kamu jual. Misalnya nama Traveloka, masyarakat secara langsung akan tahu bahwa perusahaan tersebut berkecimpung di industri perjalanan.

Idealnya, nama bisnis harus menyampaikan sesuatu yang bermakna dan positif. Jadi, pilihlah nama yang memiliki arti dan menyampaikan manfaat. Pastikan bahwa nama itu tidak memiliki konotasi negatif dalam bahasa apapun.

Baca juga: Bingung Menciptakan Nama Usaha? Ikuti Kaidah Berikut

Pilih nama yang mudah diingat. (Foto: Pexels)
Jangan memilih nama yang membatasi

Memilih nama yang terlalu sempit dapat menyebabkan masalah di kemudian hari. Karena itu, sebaiknya jangan menggunakan nama yang membatasi bisnismu berkembang dan tumbuh. Nama seperti Grosir Baju Anak Surabaya, misalnya, akan membatasi area jangkauan bisnis. Kamu tidak ingin membatasi bisnis untuk produk tertentu atau spesifik kota, kan?

Pastikan kamu menyukainya

Sebagai pemilik bisnis, kamu harus menyandang nama tersebut dalam jangka waktu yang lama. Buatlah 5 atau 10 opsi nama dan kemudian mintalah tanggapan anggota keluarga, teman, dan rekan kerjamu. Dapatkan juga umpan balik dari pelanggan yang menjadi target bisnismu. Yang terpenting, pastikan kamu sendiri menyukai nama yang telah dipilih.

Pastikan domain-nya tersedia

Jika telah memilih sebuah nama, segera cari tahu apakah domain nama tersebut masih tersedia atau tidak. Kamu dapat memeriksa ketersediaan nama domain di situs-situs seperti GoDaddy.com atau NetworkSolutions.com.

Pastikan juga apakah nama  tersebut masih bisa digunakan di situs media sosial populer seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Mengapa? Karena media sosial terbukti ampuh menjaring pelanggan sehingga bisa kamu jadikan tempT pemasaran dan sarana komunikasi dengan pelanggan.

Sudah dapat ide?

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Startup