4 Strategi Agar Bank Bertahan di Era Transformasi Digital

Oleh: Ana Fauziyah
Selasa, 10 Oktober 2017 | 03:56 WIB
Transformasi industri menjadi hal yang tak terelakkan seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi yang telah mengubah gaya hidup dan cara kita berbelanja

Transformasi industri menjadi hal yang tak terelakkan seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi yang telah mengubah gaya hidup dan cara kita berbelanja. Pergeseran dalam bersosialisasi dan berbisnis dengan generasi milenial sebagai konsumennya telah menuntut efisiensi dan efektivitas dalam berbagai hal.

Teknologi, pasar, konsumen dan ekosistem bisnis yang berubah telah mengubah layanan perbankan. Bank tidak lagi bersaing dengan bank lain tapi dengan financial technology (fintech). Perbankan pun memasuki era digital banking system yang office-less dan mengalami transformasi ke bentuk digital. Lalu bagaimana bank menghadapi dan mengadapatasi cyber trending tersebut agar tetap bisa bertahan?

Menurut Biro Riset Infobank seperti disampaikan oleh Eko B. Supriyanto, Direktur Biro Riset Infobank pada acara talkshow bertajuk “Transformasi Layanan Perbankan Digital Menembus Era Digital” di Kembang Goela Restaurant Jakarta pada hari Selasa, 10 Oktober 2017, setidaknya ada empat hal yang bisa dilakukan industri perbankan agar bertahan di era digital antara lain;

Pertama, bank-bank harus menjalin kerja sama dengan fintech atau membuat produk fintech. Langkah ini sudah dimulai oleh beberapa bank yang menggandeng fintech untuk melengkapi produk mereka bahkan ada yang sudah membuat produk fintech sendiri.

Kedua, membangun digitalisasi proses. Dengan digitalisasi proses, peran manusia yang berbiaya besar akan berkurang secara signifikan. “Di sini diperlukan tidak hanya komiten manajeman dalam memperkuat infrastruktur berbasis teknologi, tapi juga kesiapan manajemen mengubah organisasi, pola kerja, dan kebutuhan skill SDM yang baru,” jelas Eko.

Ketiga, bank-bank harus mahir menggunakan data analytics. Kemampuan ini dibutuhkan untuk mendapatkan kesimpulan yang akurat tentang permasalahan yang sedang dihadapi berdasarkan data mentah yang dikumpulkan.

Keempat, bank-bank harus mampu mengoptimalkan digital marketing. Digital marketing memungkinkan produk bank bisa dipasarkan secara cepat, masif, dan dengan daya jangkau yang lebih luas.

Faktor leadership juga menjadi hal yang penting dalam proses tranformasi ini yaitu dalam pengambilan keputusan strategis. “Risiko yang dihadapi manajemen bukan hanya risiko operasional di perbankan digital, tapi juga risiko operasional yang dipengaruhi perubahan organisasi,” terang Eko.