Penetrasi Perbankan Digital Akan Tumbuh 60% Pada 2020

Oleh: Ana Fauziyah
Jumat, 6 Oktober 2017 | 08:06 WIB
Dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta orang, Indonesia memiliki peluang besar untuk digitalisasi di bidang perbankan

Dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta orang, Indonesia memiliki peluang besar untuk digitalisasi di bidang perbankan. Laporan terbaru dari lembaga riset Solidiance menunjukkan bahwa beberapa bank lokal Indonesia telah memulai proses digitalisasi layanan perbankan mereka, namun masih terbatas pada layanan dasar.

Dilansir dari Digital News Asia (Jumat, 06/10), laporan bertajuk “Digital Evolution in the Banking Industry” tersebut menunjukkan hanya 36% penduduk Indonesia yang terkoneksi dengan institusi keuangan formal, selebihnya sekitar 150 juta warga Indonesia tidak memiliki akses pada lembaga keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech).

Namun angka tersebut diperkirakan akan melonjak naik dalam beberapa tahun mendatang. Didorong oleh penggunaan smartphone yang semakin meningkat dan ketersediaan akses terhadap internet, Solidiance memperkirakan penetrasi perbankan digital di Indonesia akan meningkat sebanyak 60% pada tahun 2020 .

Gervasius Samosir, Associate Partner Solidiance menyatakan bahwa terdapat empat hal yang bisa mendorong digitalisasi perbankan di Indonesia yaitu peningkatan penetrasi internet, pergeseran demografi yang didominasi generasi milenial, perubahan perilaku konsumen terhadap penggunaan digital, dan kemajuan inovasi teknologi di sektor keuangan termasuk produk-produk perbankan.

Menurut Samosir, konsumen digital Indonesia akan mencapai 168 juta yang didominasi oleh generasi milenial yang berusia produktif. “Generasi milenial akan menjadi konsumen utama produk dan layanan perbankan digital,” papar Samosir.