Pembeli Adalah Raja Tak Berlaku di eCommerce?

Oleh: Ana Fauziyah
Jumat, 16 November 2018 | 11:15 WIB
Sebagian besar pembeli online sangat percaya review. (Foto: Unsplash)

Tentu kita masih sering mendengar semboyan “Pembeli adalah Raja”, namun dalam  eCommerce pemilik gelar tersebut agaknya telah berpindah tangan. Hal tersebut karena perdagangan online mempunyai keterbatasan di mana calon pembeli tidak bisa melihat dan menyentuh langsung produk yang hendak dibelinya. Karena itu sebelum membeli produk, konsumen biasanya membaca review atau ulasan dari konsumen yang pernah membeli produk tersebut terlebih dulu.

Keputusan pembelian juga sering didasarkan pada ulasan produk tersebut. Kriteria baik atau tidaknya suatu produk dipengaruhi oleh ulasan yang didapat apakah lebih banyak positif atau negatif. Para konsumen juga lebih mempercayai rekomendasi dari teman-temannya di media sosial. Karenanya, tidak salah jika dikatakan bahwa review adalah raja.

Baca juga: Yakin, Strategi Beriklanmu Sudah Oke?

Menurut penelitian tahunan bertajuk Local Consumer Review Survey yang dilakukan oleh BrightLocal pada tahun 2017, sebanyak 97% konsumen membaca ulasan online untuk bisnis lokal di tahun 2017. Sementara, 85% konsumen mempercayai ulasan online seolah sebuah rekomendasi pribadi. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa positif atau negatifnya ulasan sangat mempengaruhi keputusan pembelian.

Penelitian yang melibatkan 1.000 responden tersebut mengungkapkan fakta bahwa 73% konsumen mengatakan bahwa ulasan positif membuat mereka lebih percaya. Sementara sebanyak 50% responden mengatakan bahwa ulasan negatif membuat mereka mempertanyakan kualitas suatu produk.

“Setiap tahun, semakin banyak orang yang mencari ulasan daripada sebelumnya. Kami telah menemukan bahwa konsumen menjadi lebih cerdas dalam mengulas. Mereka lebih memilih bisnis yang menerima ulasan positif dengan skor tinggi,” jelas Myles Anderson, pendiri dan CEO di BrightLocal, mengutip laman BrightLocal, Rabu (14/11).

Baca juga: Nih, Strategi Content Marketing Yahud!

Review pengaruhi keputusan membeli. (Foto: BrightLocal)
Bagaimana pebisnis menyiasati tren ini?

Ketika bersaing dalam dunia online yang sangat mengandalkan kekuatan review atau ulasan, para pebisnis harus memiliki strategi yang tepat untuk menyiasati tren ini. Jangan sampai hanya karena review yang kurang bagus, produk menjadi merosot daya tariknya. Tentu tidak menguntungkan jika produk yang kualitasnya kurang bagus daripada produkmu menerima lebih banyak ulasan positif kan?

“Tidak cukup lagi mengharapkan konsumen akan memberi ulasan secara sukarela. Kamu memerlukan strategi yang tepat agar konsumen termotivasi memberi review positif. Pastikan memantau ulasan yang kamu terima di berbagai situs. Berikan feedback yang baik untuk setiap ulasan yang diberikan konsumen baik yang positif ataupun negatif,” saran Anderson.

BrightLocal merekomendasikan setiap bisnis untuk membuat dan memiliki website. Mengapa? Ini akan memudahkan konsumen untuk melakukan riset kecil-kecilan atau check and recheck sebelum memutuskan membeli. Kamu bisa menyediakan konten-konten yang positif dan menarik tentang produk dan bisnismu di situs web sehingga bisa digunakan untuk meng-counter ulasan-ulasan negatif yang terlanjur muncul.

Dengan memiliki situs web, Google akan mengonfirmasi lokasi dan nomor teleponmu. Tanpa situs web, Google kurang yakin dengan lokasi bisnismu sehingga akan menghambat peringkat dalam pencarian. Tidak ada situs web berarti tidak ada peluang bisnismu muncul dalam hasil pencarian Google. Hal ini berarti tidak ada tempat bagi calon pelanggan untuk mengetahui produkmu, juga tidak mengetahui ulasan-ulasan positif yang kamu terima.

Yap, meskipun review sangat menentukan opini pembeli, tapi tentu saja kualitas tidak bisa bohong!

Baca juga: Bagaimana Membangun Strategi Bisnis E-commerce?