Perekonomian digital Mesir ditetapkan menyentuh rekor tertinggi US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 46 triliun pada 2017. Capaian ini diumumkan dalam event Egypt Inspire yang diselenggarakan oleh SAP, Rabu (13/9/2017).
Perusahaan ternama penyedia perangkat lunak aplikasi untuk enterprise tersebut juga mengumumkan rencana investasi baru untuk mesir dan pengangkatan Managing Director baru Mesir, Cherif Morocos. Demikian dikutip dari Tahawul Tech, Selasa (18/9/2017).
Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Mesir menyebutkan, saat ini kontribusi kontribusi ICT terhadap PDB Mesir adalah US$ 3,17 miliar atau kisaran Rp 41,7 triliun. Dengan pertumbuhan tahunan sebesar 10 persen, kontribusinya mampu mencapai rekor tertinggi US$ 3,5 miliar pada 2017.
Qalaa Holdings, perusahaan Afrika terdepan di bidang infrastruktur dan energi, percaya bahwa investasi di sektor teknologi Mesir akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Public-private partnership sangat penting untuk transformasi digital Nasional Mesir untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.
Ahmed Abd El Sattar, grup CIO, Qalaa Holdings mengatakan. “Qalaa Holdings telah melihat kesuksesan bisnis yang kuat dalam transformasi digital kita sendiri, dan kami ingin berbagi praktik terbaik dengan organisasi sektor publik dan swasta Mesir untuk mendorong ekonomi dan daya saing nasional yang beragam di Mesir.”
Sementara itu, EOH, sebuah perusahaan ARETA Global, memandang bahwa cloud akan mengantarkan wawasan bisnis baru dan mengubah pengalaman warga dan pelanggan, terutama untuk UKM.
“Organisasi Mesir ingin tetap relevan dan kompetitif dalam ekonomi digital,” kata Islam Youssef, CTO EOH. Ia menambahkan channel partners, seperti organisasi bantuan EOH, terutama UKM, untuk mengadopsi solusi cloud. Dengan adanya cloud, UKM bisa mendapatkan tingkat daya saing bisnis yang sama dengan perusahaan besar.
"Perekonomian Mesir terus meningkat dan 2018 akan menjadi tahun yang vital bagi organisasi untuk menjalani transformasi digital," tutup Morcos.