Ikutan Bisnis Kuliner Sehat, Yuk

Oleh: Desy Yuliastuti
Selasa, 7 Agustus 2018 | 05:22 WIB
Bisnis kuliner memang sangat menjanjikan di Indonesia, khususnya di Jakarta

Bisnis kuliner memang sangat menjanjikan di Indonesia, khususnya di Jakarta. Riset Jakarta Dining Index oleh Qraved menyatakan bahwa warga Jakarta setiap tahunnya mengunjungi restoran hingga 380 juta kali dan merogoh kocek hingga US$1,5 miliar atau kisaran Rp21,4 triliun. Fakta ini ditopang dengan pertumbuhan restoran kelas menengah sepanjang lima tahun terakhir yang meningkat hingga 250% menurut data Market Access Secretariat Global Analysis Report. Tak heran bila Jakarta memiliki banyak sekali pilihan restoran.

Di sisi lain, gaya hidup sehat juga tengah marak di Indonesia. Sayangnya, jumlah restoran yang menawarkan menu makanan sehat selain masih sangat terbatas, harganya pun terkadang tidak pas untuk kantong. Seakan-akan, bisnis kuliner di Indonesia memfokuskan diri dalam menawarkan gaya hidup yang tidak sehat melalui junk food. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa di tahun 2016, penduduk Jakarta menempati posisi pertama untuk angka obesitas dengan persentase sekitar 39,7%. Angka ini 2,5 kali lebih besar daripada persentase tingkat obesitas terendah, yaitu Nusa Tenggara Timur yang hanya 15,2%.

“Obesitas disebabkan oleh kebiasaan dan pola makan orang Jakarta yang hobi mengkonsumsi junk food, stress serta kurangnya aktivitas fisik,” kata Dr. Mahesa Paranadipa, M.H., Ketua bidang Organisasi dan Sistem Informasi Kelembagaan PB IDI.

Baca juga:
https://digination.id/updates/bekraf-adakan-kompetisi-startup-kuliner

-

Tren healthy lifestyle akan makin berkembang, peluang usaha makanan sehat juga makin besar. Nah, jika Kamu tertarik membidik segmen ini, kamu bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Lemonilo. Bekerja sama dengan ratusan UKM di berbagai wilayah Indonesia sebagai mitra produsen, Lemonilo mengisi celah pasar makanan sehat melalui “Gerakan Cafe dan Ropang Sehat” yang menggandeng puluhan pengusaha kuliner Ibukota.

Gerakan ini menawarkan menu mie berbahan alami dengan harga terjangkau yang bebas dari bahan pengawet, pewarna, serta tanpa tambahan MSG sebagai salah satu menu di berbagai restoran dan café di Jakarta. Shinta Nurfauzia, CEO Lemonilo, mengungkapkan gerakan ini digagas untuk membangun Indonesia yang lebih sehat. Caranya sangat mudah, mulai dari menawarkan pilihan menu yang lebih sehat dengan harga yang terjangkau.

“Harapan kami, dengan adanya pilihan menu yang lebih sehat di tempat-tempat yang sebelumnya tidak menawarkan menu sehat, bisa membantu masyarakat Indonesia untuk memulai pola hidup yang lebih sehat secepatnya. Harga menu di berbagai tempat ini juga sangat terjangkau, mulai dari 18 ribu sehingga siapapun bisa menikmatinya,” ujar Shinta. Lewat menu yang lebih sehat dan terjangkau, diharapkan masyarakat Indonesia terbantu untuk menjaga kesehatan tubuh mereka. Selain itu, nongkrong di café pun bisa dilakukan dengan cara yang sehat dan tidak merusak tubuh. Bagaimana, Kamu tertarik mencoba bisnis kuliner sehat?

Baca juga:
Go-Jek Bantu Majukan Bisnis UMKM Kuliner, Bagaimana Caranya?