Apa Arti Kesuksesan Bagi Elon Musk?

Oleh: Sukindar
Senin, 25 Juni 2018 | 05:46 WIB
Terdapat banyak perusahaan yang sukses di luaran sana, tak terkecuali perusahaan Tesla yang mendulang kesuksesan dari kendaraan listrik yang menjadi fokus utamanya

Terdapat banyak perusahaan yang sukses di luaran sana, tak terkecuali perusahaan Tesla yang mendulang kesuksesan dari kendaraan listrik yang menjadi fokus utamanya.

Bagi sebagian orang yang melek teknologi, nama Tesla sudah bukan nama yang bisa dipandang sebelah mata. Bisnis mobil listriknya sudah mampu mendominasi di pasar dunia.

Perusahaan yang digawangi oleh Elon Musk ini senantiasa selalu sibuk mengembangkan dan meningkatkan produk-produknya untuk menghadapi-tantangan baru.

Meskipun demikian, sang CEO perusahaan tersebut masih sangat menikmati pekerjaannya. Menurutnya, pekerjaannya masih cukup menyenangkan meskipun menyita waktu siang dan malamnya.

Hal tersebut dikarenakan sesuatu yang ingin digapainya, yang mendasarinya dalam memulai sebuah usaha, yakni “menjadi yang berguna bagi orang lain”.

Dalam halaman Twitter-nya, Musk menyebutkan bahwa sangat menyenangkan membangun mobil listrik, produk tersebut sangat berguna bagi orang lain dan juga lingkungan. Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah kebaikan mendasar.

Di usianya ke-20 tahun, Musk adalah mahasiswa di Universitas Pennsylvania yang mengambil Fisika dan Ekonomi, dengan fokus terhadap lima ide besar, yakni internet, energi berkelanjutan, perjalanan antarplanet, genetika dan kecerdasan buatan.

Baca Juga:
9 Penyebab Umum Kegagalan Startup

Dimulai sejak itu, Musk yang sekarang berusia 46 tahun telah membangun dan memimpin beberapa perusahaan yang fokus di beberapa sektor tersebut.

Lalu, tidak ada hal yang lain kecuali pertanyaan “Apa yang bisa saya lakukan yang benar-benar akan berguna?” yang mendasarinya dalam membangun semua usahannya.

Dalam wawancaranya dengan CEO Y Combinator Sam Altman pada tahun 2016, Musk menjelaskan, tidak harus mengubah dunia, hal yang baik bisa dilakukan dengan hanya melakukan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.

Musk berpendapat bahwa salah satu tolok ukur kesuksesan adalah dengan melihat dampak usaha yang dimiliki kepada orang lain.

Sebagai Informasi, sebelum sukses, Musk  juga sempat dikeluarkan dari Stanford saat mengambil doktoral di Fisika Energi pada tahun 1995, dengan membawa hutang kuliah sebesar USD 110.000.

Musk beralasan, dia tidak ingin ketinggalan dalam booming-nya bisnis online. Dia tidak ingin menyelesaikan doktoralnya di Stanford dan hanya menjadi penonton saja.

Siapa pun bisa mendapatkan gelar doktoral pada banyak hal, menurut Musk, yang pada akhirnya tidak memiliki dasar praktis di dunia. Baginya, dia benar-benar hanya ingin berusaha menjadi orang yang berguna.