35 Miliar Dolar Dari Allianz, Go-Jek Siap Saingi Grab?

Oleh: Sukindar
Rabu, 11 April 2018 | 18:58 WIB
Kemenangan Grab atas Uber di Asia Tenggara bukan menjadi akhir persaingan perusahaan layanan transportasi digital di Indonesia

Kemenangan Grab atas Uber di Asia Tenggara bukan menjadi akhir persaingan perusahaan layanan transportasi digital di Indonesia.

Bahkan persaingan ini nampaknya akan semakin sengit, mengingat perusahaan raksasa asuransi asal Jerman Allianz turut serta dalam persaingan.

Bukan dengan membentuk layanannya sendiri, Allianz secara resmi menggelontorkan dana kepada Go-Jek, yakni perusahaan lokal layanan transportasi digital Indonesia.

Melalui investasi dari Allianz ini, platform layanan ride-hailing tersebut kini telah memiliki valuasi lebih dari USD 4,5 miliar.

Baca Juga:
Alibaba Ancang-Ancang Suntik Grab Rp 82,5 Triliun?

Investasi ini dilakukan melalui kepanjangan tangan perusahaan Allianz di investasi digital, yakni Allianz X, yang tercatat sebagai pendanaan pertama Allianz dengan nilai USD 35 miliar di Asia Tenggara.

Mengikuti jejak Google, Tencent, JD.com, Meituan, dan perusahaan lainnya, Allianz juga berpartisipasi dalam putaran pendanaan Go-Jek yang bernilai sekitar USD 1,5 miliar.

Go-Jek dan Allianz telah mulai bekerja sama sejak dua tahun yang lalu. Kerja sama ini dilakukan dalam pemberian asuransi kepada pengemudi Go-Jek dan keluarganya.

Melalui Allianz Indonesia, kerja sama ini bahkan direncanakan akan ditingkatkan aksesnya untuk pelanggan dan mitra dari Go-Jek.

Baca Juga:
Dunia Kerja Itu Jahat, Lebih Baik Ojol Saja

Nazim Cetin, CEO dari Allianz X, menuturkan bahwa Go-Jek telah menunjukkan rekam jejak kesuksesan di beberapa sektor, seperti transportasi, logistik, dan pembayaran.

Oleh karena itulah, Nazim Cetin berharap perusahaannya dapat mendukung pertumbuhan Go-Jek yang lebih berkelanjutan.

Go-Jek memang sedang membuat langkah baru selama bulan April 2018 ini. Go-Jek sedang menyasar empat negara untuk melakukan ekspansinya.

Perusahaan transportasi ini telah mempekerjakan tim operasional dan manajemen di Filipina, Thailand, Vietnam, dan sedang mencari opsi di Singapura.