Ambisi Besar Grab Pasca Akuisisi Uber Asia Tenggara

Oleh: Desy Yuliastuti
Senin, 9 April 2018 | 15:57 WIB
Grab Indonesia mengumumkan rencana ekspansi bisnis pascalangkah akuisisi operasional Uber di Asia Tenggara pada tanggal 26 Maret lalu

Grab Indonesia mengumumkan rencana ekspansi bisnis pascalangkah akuisisi operasional Uber di Asia Tenggara pada tanggal 26 Maret lalu. Dalam proses transisi tersebut diklaim 75% seluruh mitra pengemudi dari Uber di Indonesia telah bergabung ke dalam platform Grab.

Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia, mengatakan akuisisi terbesar yang pernah dijalin oleh perusahaan internet di Asia Tenggara tersebut akan memungkinkan Grab untuk dapat melayani masyarakat di hampir 120 kota di seluruh Indonesia.

“Tahun 2017 menjadi momen untuk menetapkan landasan untuk berbagai cara baru dalam melayani masyarakat Indonesia. Tahun 2018 adalah waktunya kami mewujudkan rencana yang didasarkan pada landasan tersebut. Dalam jangka pendek, akuisisi ini menandakan lebih banyak mitra pengemudi dan lebih banyak penumpang guna menciptakan pasar yang lebih efisien,” ujar Ridzki dalam keterangan resminya, Senin (9/4/2018).

Baca juga: Makin Serius Saingi Go-Jek, Grab Akuisisi Startup Fintech Asal India

Ridzki mengungkap, Grab memiliki ambisi yang lebih besar lagi untuk menjadi mobile platform online to offline (O2O) nomor 1. “Bagi masyarakat Indonesia, kami hadir di sini untuk ikut mengatasi berbagai tantangan terbesar, seperti kemacetan, inklusi keuangan, dan peningkatan penghasilan keluarga,” tambahnya.

Untuk menciptakan jutaan peluang penghasilan melalui ekonomi digital, Grab berencana melakukan ekspansi lanjutan tidak hanya untuk lini bisnis utamanya di bidang transportasi, tapi juga GrabFood, GrabExpress, GrabPay serta pengenalan GrabFinancial di Indonesia.

Baca juga: Grab Luncurkan Program Antisipasi Order Fiktif

“Hari ini, 3 juta masyarakat Indonesia telah menikmati manfaat dari ekonomi digital melalui kemitraan lokal Grab dengan Kudo, PayTren, dan Madhang. Saat ini Grab memproyeksikan hal ini akan menciptakan peluang bagi 100 juta usaha kecil (micro-entrepreneurs) di wilayah Asia Tenggara pada tahun 2020,” paparnya.

Bagi mitra pengemudi, Grab berbagi inisiatif kesejahteraan pengemudi melalui program GrabSejahtera. Mitra pengemudi Grab mendapatkan penghasilan rata-rata 34% lebih banyak per jam dibandingkan upah rata-rata di Indonesia.

Di samping itu, ekosistem Grab menciptakan peluang tambahan untuk rekanan merchant dan mitra agen melalui akuisisi bisnis layanan pengantaran Uber. Area antaran GrabFood akan diperluas, menyediakan lebih banyak kurir pengiriman barang, dan mendukung UMKM lokal.

Grab juga akan menjajaki diperkenalkannya GrabFinancial di Indonesia yang mencakup pembayaran mobile, micro-financing, asuransi, dan layanan keuangan lainnya.

Baca juga: Grab Mulai Bermain Fintech