Blockchain, Teknologi di Balik Bitcoin yang Dilirik Banyak Industri

Oleh: Desy Yuliastuti
Jumat, 9 Maret 2018 | 08:59 WIB
Berangkat dari implementasinya dalam mata uang virtual bitcoin pada tahun 2009, blockchain kini menjadi perhatian dunia, termasuk di Indonesia

Berangkat dari implementasinya dalam mata uang virtual bitcoin pada tahun 2009, blockchain kini menjadi perhatian dunia, termasuk di Indonesia. Tak hanya untuk cryptocurrency saja, teknologi blockchain sebenarnya dapat disinergikan secara luas dalam berbagai sektor industri dan memajukan bisnis.

“Teknologi blockchain memang mulai mencuat ke publik berkat Bitcoin dan bahkan dua hal tersebut sering dianggap sama, walau sebenarnya potensi yang dihasilkan dari blockchain jauh lebih luas dari sekedar mata uang digital,” ujar Direktur CTI Group, Rachmat Gunawan saat ditemui di CTI IT Infrastructure Summit bertajuk “Blockchain: The Next Digital Revolution in Every Industry”, di Jakarta, Rabu (7/3).

Pakar teknologi memprediksi teknologi ini akan mendisrupsi 19 industri. Mulai dari keuangan di mana blockchain bisa menghilangkan fungsi perantara dalam proses transaksi antara dua belah pihak, sampai ke kesehatan untuk membantu proses diagnosis pasien yang lebih cepat dan akurat.

Baca juga: Tantangan Adopsi Blockchain, Dari Teknologi Hingga Kematangan Digital

-

Adopsi blockchain dalam berbagai industri diyakini memiliki tingkat keamanan, transparansi, dan efisiensi yang tinggi. Seperti namanya, blockchain yang berarti rantai sebuah rangkaian block berisi data informasi yang terhubung dalam database.

Mata rantai ini sulit diputus dan berkaitan dengan rantai berikutnya  yang tidak bisa diubah oleh hacker atau diperbaiki seperti lazimnya dokumen biasa. Sebab semua data terdesentralisasi dan terdistribusi ke semua orang yang menjalankan server. Jika sebuah data diretas maka sistem akan segera memberitahukan kalau ada yang mengubah datanya (tempered).

Baca juga: Blockchain Akan Mengubah Bentuk Bisnis Digital Di 2018

Rachmat juga melihat, adopsi blockchain di Indonesia cukup cepat dan berpotensi berkembang dua hingga lima tahun lagi.

“Yang paling dekat adalah bank dan asuransi, tapi selain itu di pemerintahan, retail, dan healthcare juga mengadopsi blockchain. Jadi , semua industri sedang melirik ke arah teknologi ini karena bisa membuat mereka lebih secure, efisien, dan bisa mengubah tatanan yang sudah ada serta membuat bisnis lebih kencang,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengatakan para profesional bisnis harus siap menyusun strategi yang tepat bagi kemajuan bisnis di ekosistem digital saat ini. Terlebih lagi menghadapi challenge dan menyesuaikan diri pada perkembangan teknologi.

Baca juga: Perkembangan Teknologi Bisnis Harus Diimbangi Keamanan Siber