LogoDIGINATION LOGO

Empat Aplikasi Jawara Telkomsel The NextDev 2017 Dapat '7M'

Oleh Desy Yuliastuti Selasa, 21 November 2017 | 05:26 WIB
Share
Cekmata, Squline, Karapan, dan Marlin Booking akhirnya terpilih menjadi empat pemenang, menyisihkan finalis-finalis lainnya yang masuk ke babak Top 20
Share

Cekmata, Squline, Karapan, dan Marlin Booking akhirnya terpilih menjadi empat pemenang, menyisihkan finalis-finalis lainnya yang masuk ke babak Top 20. Keempat aplikasi terbaik ini berhasil memenangkan kompetisi Telkomsel The NextDev 2017 berdasarkan kategori masing-masing.

Kompetisi yang digelar sejak Juli 2017 diikuti 1.800 orang, meningkat dari tahun lalu yang mencapai 1.400 orang. Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan The NextDev 2017 merupakan bentuk komitmen Telkomsel, yang tak hanya memberi layanan tetapi juga manfaat kepada masyarakat.

“Selamat kepada empat aplikasi terbaik The NextDev 2017. Semoga aplikasi-aplikasi ini dapat memberikan dampak langsung yang positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, agrikultur, dan transportasi,” kata Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah di acara Crowning & Inauguration Night The NextDev 2017, Senin (20/11/2017).

Sebelumnya, keempat jawara The NextDev 2017 telah melewati fase akhir penjurian berdasarkan penilaian panel juri yang terdiri dari praktisi startup dan pakar teknologi, yaitu Irfan Tachrir (Direktur HCM Telkomsel), Samuel Pangerapan (Dirjen Aplikasi Informatika), Ariff Kamal (Associate SEO Director GroupM), Dayu Dara (Vice President GO-JEK), Dennis Adhiswara (CEO Layaria), dan Alamanda Shantika (Co-Founder Binar).

Sebagai persiapan untuk menghadapi fase penjurian akhir, 20 finalis The NextDev 2017 terlebih dahulu mengikuti mini bootcamp. Pada pelatihan singkat dan intensif ini, mereka mendapatkan materi tentang Public Speaking, Startups Financing, dan Character Building for Startup Success.

Empat aplikasi terbaik The NextDev 2017 mendapatkan hadiah utama berupa 7M (Market Access, Marketing, Mentoring, Management Trip, Money, Monetizing dan Match Expert), dan bersama dengan finalis lainnya akan mengikuti pelatihan lanjutan dari Telkomsel dalam program The NextDev Academy.

Program tersebut akan mengasah dan mempertajam kualitas aplikasi yang diciptakan startup. Dengan berpartisipasi dalam akademi ini, para finalis The NextDev akan berkesempatan untuk meningkatkan skalabilitas social technopreneurs melalui pengembangan diri dan peningkatan kemampuan di bidang research and customer development, design sprint, branding, product development, serta business model and bootstrapping.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Sst... Ini Dia Tren Artificial Intelligence Tahun 2019!

Perkembangan pesat teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tidak dapat dibendung lagi. Teknologipun berhasil masuk ke dalam segala bidang kehidupan manusia termasuk dunia bisnis. Lalu bagaimana tren AI pada tahun 2019?

Rabu, 12 Desember 2018 | 08:15 WIB

Bosan Saat Delay? Mmm, 'Jualan', Nyok!

Menunggu waktu delay tentu membosankan dan menyebalkan. Daripada buang-buang waktu percuma, kamu bisa manfaatkan waktu ini untuk mempromosikan bisnis. Kenapa, nggak?

Selasa, 11 Desember 2018 | 16:15 WIB

Perluas Jaringan Bisnis Dengan 3 Tips Ini!

Berbisnis tidak bisa dilakukan sendiri, butuh rekan untuk berkolaborasi. Tapi, apa artinya kolaborasi tanpa jaringan pertemanan yang luas?

Selasa, 11 Desember 2018 | 11:15 WIB

6 Cara Hadapi "Toxic Boss"

Punya bos yang gak enak tentu akan berpengaruh pada produktivitas dan kualitas kerja. Jangan buru-buru resign, pelajari dulu 6 hal ini

Senin, 10 Desember 2018 | 11:15 WIB

Nih, Peluang Investasi Baru: eSport!

Industri eSport menjadi sorotan para investor karena menjanjikan keuntungan yang besar dalam beberapa tahun investasi. Namun sebelum memulai investasimu di dunia eSport kamu harus mengetahui 4 hal ini.

Jumat, 7 Desember 2018 | 16:15 WIB

Aplikasi yang Bikin ODHA Tak Terkucilkan

Data tahun 2017 menunjukkan bahwa ada 36,9 juta orang hidup dengan HIV/AIDS. Stigma, diskriminasi dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini semakin memperparah keadaan

Rabu, 5 Desember 2018 | 12:19 WIB