LogoDIGINATION LOGO

Coworking Space vs Kantor Konvensional, Mana yang Lebih Nyaman?

Oleh Ana Fauziyah Senin, 21 Agustus 2017 | 07:17 WIB
Share
Coworking space mulai muncul pada tahun 2002
Share

Coworking space mulai muncul pada tahun 2002. Lokasi pertamanya berada di Schraubenfabric, Wina, Austria. Tempat ini didirikan oleh Stefan Leitner-Sidl dan Michael Pool. Biasanya, digunakan sebagai kawasan berkumpul sebuah komunitas pengusaha atau area kerja freelancer.

Kini, banyak negara yang membangun coworking space, termasuk Indonesia. Pasalnya, sebagian besar generasi milenials (kelahiran 1977-1995) memilih pekerjaan freelance atau menjadi wirausaha. Ini mendorong pertumbuhan area coworking di berbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, dan Depok.

Lalu, mana yang lebih nyaman antara coworking space dan kantor konvensional? Simak ulasan berikut.

  1. Karakteristik Ruangan

Soal ruangan, area coworking lebih beragam. Penataan tempat, kursi, dan pemilihan warna ruangannya bisa mendorong kreativitas. Mungkin, di kantor konvensional, Anda hanya menemukan interior monoton dan formal. Namun, dalam coworking area, desainnya mengolaborasikan gaya klasik dan kekinian. Dengan demikian, terlihat dinamis dan modern.

  1. Biaya Sewa

Menyewa set meja-kursi pasti lebih murah daripada mengontrak satu ruangan. Hal inilah yang berlaku di coworking space. Biaya sewanya dibayar per hari mulai dari Rp25.000. Sementara itu, tarif kontrak ruangan di ruko atau kompleks perkantoran, bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

  1. Relasi

Para pekerja freelance biasanya memiliki kreativitas tinggi. Mereka adalah sosok tangguh, inovatif, dan punya pemikiran modern. Bahkan, tidak sedikit yang menjadi enterpreneur sukses di bidang digital. Nah, inilah kesempatan Anda untuk mendapatkan relasi baru.

Lain halnya ketika bekerja di kantor konvensional. Relasi yang didapatkan kurang beragam. Umumnya, mereka memiliki keterampilan sama. Dari sisi kreativitas pun tidak sebaik pekerja remote.

  1. Fasilitas

Di kantor konvensional hanya ada kursi, meja, dan perangkat komputer. Sementara di coworking space, tersedia berbagai fasilitas. Mulai dari koneksi internet, coffe shop, telepon, dapur, kamar mandi, hingga area parkir. Selain itu, Anda tak perlu memikirkan cara membayar listrik dan air. Pasalnya, semua tagihan ditanggung oleh pemilik area.

  1. Lingkungan dan Waktu

Bekerja di kantor konvensional atau coworking space sama-sama tanpa gangguan. Namun, suasana di coworking lebih kondusif dan tidak membosankan. Mood kerja akan bertambah karena dikelilingi freelancer yang penuh semangat. Masalah waktu; kantor konvensional jelas terikat aturan.

Para karyawan harus hadir tepat waktu supaya terhindar dari hukuman. Namun, di area coworking, Anda bebas datang kapan pun. Tidak akan ada yang memarahi jika memulai kerja di siang hari.

Itulah ulasan mengenai perbandingan coworking space dan kantor konvensional. Berdasarkan penjelasan di atas, tentu sudah bisa membedakan; mana tempat yang paling cocok untuk Anda.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB

Bisnis Laundry Autopilot Untuk Pensiunan

Bisnis bisa dimulai kapan saja, bahkan ketika pensiun. Bisnis laundry autopilot bisa menjadi pilihan untuk para pensiunan yang tetap ingin menghasilkan walaupun sudah tidak bekerja di kantor.

Jumat, 8 Maret 2019 | 10:12 WIB