LogoDIGINATION LOGO

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Para Pencari Kerja

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Rabu, 6 Februari 2019 | 08:15 WIB
Share
Ilustrasi menerima tawaran pekerjaan (shutterstock)
Share

Usai menyelesaikan pendidikan, sekarang saatnya kamu meniti karier. Kamu dan jutaan fresh graduate lainnya harus bersaing ketat mendapatkan pekerjaan impian. Di tengah kompetisi ini, kamu harus cerdik mengatur strategi, menghindari kesalahan yang sering dilakukan para pencari kerja pemula. Salah-salah langkah, kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan impian bisa hilang begitu saja. 

Untuk mengamankan karier yang kamu incar, simak daftar kesalahan umum yang dilakukan pencari kerja pemula di bawah ini...

1. Komunikasi yang tidak efektif

Di dunia yang serba cepat seperti sekarang ini, berkirim pesan singkat menggunakan bahasa informal merupakan hal biasa. Namun dalam dunia pekerjaan, hal ini harus dihindari. Kebiasaan menggunakan komunikasi informal bisa membuatmu gagap ketika harus berbicara dan menulis secara profesional. Menurut survei Top Resume, 67% responden menyatakan bahwa komunikasi yang tidak efektif menjadi kesalahan terbesar fresh graduate menemukan pekerjaan.

"Bahasa-bahasa informal dan singkatan-singkatan bukanlah bentuk komunikasi profesional dan tidak boleh digunakan saat berkomunikasi dengan HR," kata Danny Rubin, pakar komunikasi yang dikutip melalui Top Resume.

Baca juga: Baru Lulus Kuliah? Ini Tips Dapatkan Pekerjaan Impianmu!

2. Tidak bertanya saat interview

Saat interview, banyak pelamar yang tidak menggunakan kesempatan bertanya ketika pewawancara mengatakan, "Ada yang ingin ditanyakan?" Sebagian besar menjawab, "Tidak ada", karena tidak mempersiapkan pertanyaan. Padahal, ini bisa jadi tolak ukur ketertarikan dengan perusahaan, lho.

Menurut survei yang sama, 48% lulusan baru ini tidak mengajukan pertanyaan selama proses wawancara. Sebagai pelamar setidaknya milikilah tiga pertanyaan yang disiapkan untuk ditanyakan terkait perusahaan dan posisi yang diinginkan.

3. Tidak melakukan persiapan interview

Interview bisa jadi bagian paling menegangkan dalam proses perekrutan, terutama bagi kamu yang belum memiliki pengalaman profesional. 47% responden survei menyebutkan bahwa ini merupakan kesalahan umum yang dilakukan lulusan baru. Tapi tenang, bukan berarti kamu tidak bisa mengatasinya. 

Untuk menghindari gagap saat interview, sebaiknya luangkan waktu untuk berlatih, mengasah kemampuan wawancara. Selain berlatih tanya jawab, cari tahu juga tentang perusahan dan posisi yang kamu ambil. Manfaatkan media sosial dan internet untuk menambah pengetahuanmu sehingga proses interview bisa berjalan lancar.

Baca juga: Ini 5 Pekerjaan Ideal Buat Kamu yang Introvert

4. Tidak realistis

41% responden survei, melamar pekerjaan yang tidak realistis. HR dan recruiter pasti akan mensortir kandidat pelamar sesuai kriteria yang ditetapkan. Karenanya, baca selalu deskripsi pekerjaan dengan teliti. Berhenti mengirim lamaran yang tidak sesuai dengan kemampuanmu. Hal tersebut hanya akan membuang-buang waktu percuma.

5. Tidak memanfaatkan jaringan

Diperkirakan hanya 50% lowongan pekerjaan yang dipublikasikan secara online, sementara setengahnya lagi hanya dibuka 'diam-diam'. Karenanya, manfaatkanlah jejaring di sekitarmu. Sekadar info, jika kamu mengirim lamaran disertai referensi dari seorang profesional, maka semakin besar peluangmu mendapatkan pekerjaan. Survei menemukan 40% lulusan baru tidak menggunakan jaringannya secara efektif untuk mendapatkan pekerjaan.

Jadi, sudah siap mendapatkan pekerjaan yang kamu impikan?

Baca juga: Ekonomi Digital Ciptakan Pekerjaan Baru

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Top Resume, The Muse
TAGS
RECOMMENDATION

10 Tips untuk Mengalahkan Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaa ini terkesan sepele namun jika terus-menerus dibiarkan akan berdampak besar. Kebiasaan jelek ini bisa mengganggu karier dan kepercayaan dirimu.

Senin, 19 November 2018 | 14:00 WIB
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB