LogoDIGINATION LOGO

Hindari Kesalahan Ini Saat Menulis Lamaran

Oleh Ana Fauziyah Jumat, 25 Januari 2019 | 12:05 WIB
Share
Ilustrasi menulis surat lamaran. (Foto: Pexels)
Share

Kamu sedang mencoba melamar pekerjaan? Yup, salah satu hal yang paling penting dalam berburu pekerjaan adalah surat lamaran. Karena bisa dibilang, surat lamaran adalah kontak pertama kamu dengan perusahaan. Seperti yang banyak orang katakan bahwa cinta bisa terjadi pada pandangan pertama. Surat lamaran harus bisa membuat perekrut terkesan pada kontak pertama.

Meskipun surat lamaran ini sangat penting, tapi jangan salah lho ternyata masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat menulisnya. Dari tata letak, ejaan, font, hingga frasa yang digunakan semuanya harus dipilih hati-hati agar tidak terdapat kesalahan. Surat lamaran yang terlalu bertele-tele, layout-nya semrawut, atau mengandung informasi yang ketinggalan zaman tentu saja berpotensi disisihkan.

Tidak mau kan kesempatan kamu mendapat pekerjaan melayang hanya karena surat lamaran yang berantakan?

Nih, Digination.ID kasih kamu bocoran agar bisa menghindari kesalahan-kesalahan yang biasanya dilakukan banyak pelamar. Seperti disarikan dari Business News Daily, Sabtu (19/1) berikut ini.

Baca juga: Belum Dapat Kerja Lewat LinkedIn? Coba Cara Berikut!

Ilustrasi menulis surat lamaran kerja. (Foto: Pexels)

Kesalahan #1: Mencantumkan semua pengalaman pekerjaan

Perusahaan sebenarnya tidak peduli seberapa banyak posisi pekerjaan yang pernah kamu pegang sebelumnya. Mereka hanya perlu tahu apakah kamu punya kapasitas untuk menduduki posisi yang mereka tawaran. Yang mereka inginkan adalah orang yang relevan dengan pekerjaan tersebut.

Karena itu, pastikan hanya mencantumkan posisi pekerjaan sebelumnya yang relevan dengan posisi yang hendak kamu lamar. Kamu harus pintar memilah-milih posisi pekerjaan mana yang sesuai dan tidak. Dengan mencantumkan pengalaman kerja yang selaras akan membuat surat kamu singkat, padat dan tidak bertele-tele.

Kesalahan #2: Menggunakan frasa yang klise

Surat lamaran kamu harus menunjukkan sisi kamu yang otentik dan terkesan ditulis hanya untuk melamar posisi tersebut. Banyak orang terjebak mengikuti kalimat-kalimat klise yang terdapat di banyak surat lamaran. Seperti menggunakan kata pekerja keras, berorientasi pada detail, bertanggung jawab, dan lain sebagainya.

Hal itu hanya akan membuat surat lamaran kamu terlihat seperti copy paste dari banyak template surat lamaran yang beredar di internet. Ungkapan-ungkapan itu telah digunakan pada begitu banyak surat lamaran sehingga kehilangan banyak efeknya.

Sebaliknya tulislah mengenai pencapaian yang pernah kamu gapai, jelaskan kualifikasi profesional kamu secara konkret, serta deskripsikan kemampuan dan keahlian kamu. Untuk menunjukkan bahwa kamu adalah seorang pemimpin yang kuat, tulis bahwa kamu pernah melayani sebagai orang utama di proyek-proyek tertentu. Seperti pepatah lama, tindakan selalu berbicara lebih keras daripada kata-kata.

Baca juga: Lamaran Ditolak 500 Kali, Hasil Akhirnya Menakjubkan

Ilustasi diterima bekerja. (Foto: Pexels)

Kesalahan #3: Menghilangkan detil informasi

Baik itu informasi kontak terbaru atau tanggal kerja sebelumnya, pastikan kamu tidak melewatkan detail penting yang perlu diketahui oleh perekrut. Tulislah secara detil setiap posisi pekerjaan yang pernah kamu pegang, tanggal dan tahun memulai hingga berhenti. Jangan lupa juga untuk mencantumkan pengalaman pekerjaan lepas atau sukarela yang kamu lakukan di sela-sela pekerjaan.

Adapun untuk informasi kontak, selalu masukkan alamat email dan nomor telepon saat ini. Berikan tautan juga ke halaman profil LinkedIn kamu agar prekrut yang ingin tahu bisa menyelidikinya lebih lanjut.

Kesalahan #4: Format surat yang buruk

Beberapa industri menghargai kreativitas dan desain surat lamaran daripada sekadar lembaran putih dengan tulisan hitam di atasnya. Bermain-mainlah dengan font, desain dan layout surat seperti tebal, miring, titik-titik, ukuran, warna, garis dan lain-lain. Tapi hindari membuat surat lamaran dengan desain berlebihan agar tetap terlihat profesional dan elegan.

Selamat menulis. Semoga mendapat pekerjaan yang kamu inginkan!

Baca juga: 2019 Ganti Kantor Biar Makin Produktif

 

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Female Network, Business News Daily, Monster
TAGS
RECOMMENDATION

10 Langkah Jadi Lebih Bahagia di Kantor

Rintangan terbesar untuk menjadi lebih bahagia hanyalah anggapan bahwa diri kita tak berdaya menghadapi hal-hal yang terjadi. Coba ikut tips ini.

Rabu, 9 Januari 2019 | 15:30 WIB
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB