LogoDIGINATION LOGO

Satu Lagi! Game Asal Indonesia Berhasil Masuk Nintendo Switch!

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Jumat, 11 Januari 2019 | 16:15 WIB
Share
Ilustrasi memainkan video game (Shutterstock)
Share

Kabar baik kembali datang dari dunia game Indonesia. Legrand Legacy, sebuah game RPG buatan developer game Indonesia, Semisoft berhasil masuk di konsol Nintendo Switch. 

Menurut situs ini, RPG merupakan singkatan dari Role Playing Game. Sesuai namanya apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, di dalam game ini kamu akan memerankan tokoh buatan dan menjalani serangkaian cerita dari tokoh tersebut. Gampangnya sih, game yang membuat kamu memerankan seorang tokoh tertentu. Itu sudah, itu adalah jenis game RPG.

Dikutip dari laman resmi Nintendo, Legrand Legacy: Tale of the Fatebound akan dirilis di Nintendo Switch pada 24 Januari 2019 mendatang dengan harga USD 19,99. Tak hanya itu, game ini direncakan juga akan hadir di Xbox One dan PlayStation 4, setelah sebelumnya rilis di Steam. 

Ke depannya, Semisoft akan bekerjasama dengan Autor Indie dan Mayflower Entertainment dari Korea Selatan untuk menerjemahkan game ini dalam berbagai bahasa yaitu Inggris, Rusia, Mandarin, Korea dan lainnya.

Baca juga: Ternyata, Game Bisa Dipakai untuk Belajar Lho

Legend Legacy (Dok.Semisoft)
Legrand Legacy: Tale of the Fatebound merupakan game RPG action adventure dengan suasana JRPG klasik dan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Dengan grafis 3D, game ini mengadopsi gaya permainan turn based dengan quick time event, tactical wars dan crafting system.

Menurut situs ini, JRPG adalah singkatan dari Japanese Role Playing Game. Secara sederhana JRPG dapat diartikan sebagai game rpgnya orang Jepang, atau game rpg asal jepang. Secara spesifik game JRPG adalah sebuah game yang mengandung unsur Jepang.

Beberapa fitur yang ada di game ini di antaranya:

  • Pengalaman menjelajahi dunia dengan FMV (Fan Made Video) yang sinematik berbalut grafis 3D dengan musik soundtrack orginal.
  • Model 3D dengan aset-aset orisinal.
  • Sistem turn-based combat dan tactical wars yang dapat menguji kecerdasan menyusun taktik bertempur.
  • Beberapa Non Playable Characters (NPCs) yang dapat direkruit.
  • Harta rampasan dari musuh dapat dipakai untuk meningkatkan senjata.
  • Beberapa item dan buku sihir dapat digunakan dalam pertempuran.
  • Pemain dapat memberikan komando militer negara dalam pertempuran.

Kereeen! Ternyata kita nggak kalah dengan negara lain!

Baca juga: Ini Dia Video Game Terbaik 2018. Sudah Main?

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: nintendo, Gematsu, Dual Shockers
TAGS
RECOMMENDATION

8 Pengembang Aplikasi Game Wakili RI ke Amerika

Sebanyak delapan pengembang aplikasi game akan mewakili Indonesia dalam ajang Game Connection 2018 yang akan digelar pada 19-21 Maret 2018 di San Fransisco, Amerika Serikat

Kamis, 8 Maret 2018 | 07:45 WIB

4 Tips Membangun Merek Game

Kampanye secara tradisional, seperti mencari ide, membuat desain, membangunnya, merilisnya, dan mengulanginya terus, tidak cukup berguna dalam membangun game

Senin, 23 April 2018 | 10:55 WIB

Bisnis Board Game? Percayalah Pada Konten Lokal!

“Dunia itu mencari sesuatu yang baru. Jadi, percaya diri lah pada konten Indonesia. Percaya diri pada produk kreatif Indonesia," ujar Joshua Simandjuntak.

Jumat, 26 Oktober 2018 | 16:15 WIB
LATEST ARTICLE

Fajar Merekah Bagi eSport di tahun 2019!

Akhir-akhir ini eSport selalu menjadi perbincangan. Kira-kira bagaimana, ya di 2019? Apa kah eSport semakin populer? Yuk, simak prediksinya.

Kamis, 17 Januari 2019 | 11:15 WIB

Belum Tahu eSport? Yuk, Kenali!

Dunia eSport di 2019 terus berkembang tapi masih banyak orang yang belum mengetahuinya. Yuk, simak pengenalan dunia eSport berikut ini!

Rabu, 16 Januari 2019 | 16:15 WIB

3 Skill IT yang Wajib Dikuasai para Entrepreneur

Ilmu bisnis dan manajemen saja tak cukup membuat bisnis bertahan. Zaman now, pengetahuan tentang bisnis digital dan IT menjadi yang utama. Apa saja yang harus dipelajari para entrepreneur?

Rabu, 16 Januari 2019 | 11:15 WIB

Bikin Startup Masih Ribet, Ini Sebabnya!

Peluang membangun startup di Indonesia selalu terbuka lebar. Namun, apakah birokrasi menjadi faktor bergugurannya startup di tengah jalan?

Selasa, 15 Januari 2019 | 08:15 WIB