LogoDIGINATION LOGO

Jangan Abaikan! Kenali 7 Tanda Kamu Terlalu Banyak Kerja!

Oleh Desy Yuliastuti Senin, 14 Januari 2019 | 11:15 WIB
Share
Ilustrasi kelelahan bekerja (Shutterstock)
Share

Pekerjaan yang menantang tentu membuat kita mengerahkan kemampuan dan potensi dengan maksimal. Terkadang deadline ketat dan tanggung jawab besar mengharuskan kita untuk lembur, bahkan di akhir pekan. Situasi semacam ini pasti membuatmu merasa tertekan dan nggak nyaman. Sayangnya, bagi sebagian orang tuntutan pekerjaan berlebih dianggap sesuatu yang wajar sehingga tidak dipedulikan.

Dokter Sherrie Bourg Carter dari Psychology Today, mengatakan kejenuhan yang diabaikan berujung pada gangguan kesehatan seperti kelelahan fisik dan emosional, sikap sinis, hingga perasaan tidak efektif dan kurangnya prestasi. Seperti yang dialami Kris Duggan, pendiri dan CEO Betterworks. Meskipun ia dalam kondisi yang baik, bekerja 7 hari seminggu memberikan tekanan berlebih pada tubuh dan memperburuk kondisi sebelumnya. Bagai bom waktu, Duggan pun mengalami serangan jantung pada usia 38 tahun. Waduh! Nah, agar nggak bernasib serupa, kenali 7 tanda rasa tertekan akibat terlalu banyak bekerja.

Selalu lelah

Sudah istirahat cukup, tapi masih mengantuk di kantor? Bisa jadi ini tanda tubuh mulai lelah. Memaksakan diri terus bekerja tak membuat tugas jadi cepat selesai, justru membuatmu bekerja lebih lama daripada yang seharusnya. Coba deh, luangkan waktu istirahat sejenak kemudian susun prioritas tugas mulai dari yang paling penting hingga yang paling tidak penting. Jika kehabisan waktu, hal-hal yang kurang penting bisa dikerjakan di hari berikutnya. Dengan begitu, kamu bisa tiba di rumah lebih awal. Jangan lupa, gunakan hari libur untuk benar-benar bersantai.

Susah tidur

Terlalu memaksakan diri bekerja di siang hari juga bisa membuatmu terjebak masalah tidur. Stimulasi berlebihan dari beban kerja harian menyebabkan pikiran susah beristirahat. Ada baiknya meditasi sejenak untuk merelaksasi pikiran dan tubuh. Perlu bantuan meditasi? Ada banyak video meditasi di YouTube yang bisa kamu tiru atau unduh saja aplikasinya.

Baca juga:Tips Anti Stres untuk Startup

Ilustrasi minuman berkafein (Shutterstock)
Kecanduan kafein

Mengganti jam tidur dengan mengonsumsi kafein bukan solusi yang baik. Kafein pada kopi atau soda hanya bersifat sementara sebagai stimulan sistem saraf pusat untuk membuat tubuh tetap waspada. Justru kafein dapat menyebabkan kegelisahan, lekas marah, gejala kecemasan, dan gejala fisik lainnya. Mengurangi kafein adalah taktik yang bagus untuk membantu menenangkan pikiran dan mengobati efek terlalu banyak bekerja.

Pelupa

Bekerja terlalu keras dapat menyebabkan gangguan konsentrasi. Semakin banyak bekerja, semakin keras pula otak berpikir untuk mengambil dan memproses informasi. Akibatnya kamu bisa kurang fokus dan mulai melupakan banyak hal, seperti tugas-tugas kecil dan posisi barang-barang. Solusi terbaik untuk penurunan konsentrasi adalah tidur. Rata-rata orang dewasa membutuhkan setidaknya 7 jam tidur untuk bekerja sebaik mungkin.

Sering sakit

Terlalu banyak bekerja dan stres dapat membuat tubuh tak berdaya melawan penyakit. Otak merespons stres dengan memerintahkan sistem endokrin melepaskan hormon kortisol yang menekan sistem kekebalan tubuh. Kurang istirahat bisa menimbulkan gejala kecemasan, seperti sakit kepala, nyeri dada, masalah perut, peningkatan detak jantung, bahkan penyakit lainnya. Buat apa susah-susah mengumpulkan materi, tapi akhirnya habis untuk berobat, kan? Jadi, pastikan cukup istirahat dan mengonsumsi vitamin, terutama vitamin D dan C, yang membantu membangun sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: 5 Manfaat Tempat Kerja yang Menyenangkan

Ilustrasi moodswings (Shutterstock)
Suasana hati tidak menentu

Melakukan pekerjaan melebihi kemampuan pikiran dapat memengaruhi suasana hati dan memicu gejala depresi juga. Akhirnya semua pekerjaan membuatmu merasa putus asa, stuck, tegang, dan mudah tersinggung. Kalau mengalaminya, itu tandanya kamu perlu rehat sejenak untuk bersenang-senang. Menjalani hobi, rekreasi bersama keluarga, berolahraga, atau menjadi volunteer bisa menjadi alternatif yang membantumu keluar dari suasana kerja yang buruk.

Berat badan turun drastis

Orang-orang yang terlalu banyak bekerja cenderung melewatkan makan siang atau makan malam, sebagai gantinya memilih untuk mengonsumsi makanan ringan atau junk food. Kadang saking dikejar deadline, banyak yang makan sambil menyelesaikan pekerjaan. Kebiasaan buruk ini menyebabkan perubahan pola makan, gangguan nafsu makan, dan berat badan yang menurun drastis. Sebaliknya, pertambahan berat badan karena kebiasaan makan yang buruk dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung, yang pada gilirannya meningkatkan peluang untuk cemas dan depresi. Jika beban kerjamu cenderung berat, menjaga jam makan tetap teratur dan mengonsumsi makanan sehat dapat membantu mengurangi risiko kelelahan.

Yuk, dicoba!

Baca juga: Jadi Pengusaha Juga Harus Sehat, Ini yang Harus Dijaga

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: inc.com, psych2go
TAGS
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB