LogoDIGINATION LOGO

Tips Mengatur Keuangan Bagi Para Freelancer. Mmm, Bagaimana, ya?

Oleh Ana Fauziyah Jumat, 11 Januari 2019 | 11:15 WIB
Share
Ilustrasi mengatur keuangan. (Foto: Pexels)
Share

Menjadi pekerja lepas atau freelancer saat ini mulai banyak dilirik kalangan milenial. Bukan hanya memberikan waktu kerja yang lebih leluasa, menjadi freelancer dianggap lebih efektif karena tidak harus pulang pergi ke kantor setiap harinya. Pekerja lepas pun lebih bebas mengatur jam kerja, ritme pekerjaan, juga tempat kerja.

Namun meski begitu, menjadi seorang freelancer mempunyai tantangan tersendiri. Isi rekening mereka tergantung dari seberapa banyak pekerjaan yang diselesaikan. Semakin banyak pekerjaan selesai, semakin banyak pundi-pundi uang yang masuk ke rekening. Sebaliknya jika hanya mengambil sedikit pekerjaan, rupiah yang masuk ke dompet juga sekadarnya.

Karena tidak terikat dengan kantor, maka kamu tidak akan mendapatkan gaji rutin setiap bulannya. Tak juga bisa tunjangan asuransi kesehatan, hari raya, apalagi pensiun.

Jadi, menjadi seorang freelancer berarti dituntut untuk pandai-pandai mengatur keuangan. Meski tidak memiliki gaji dan tunjangan tiap bulannya, kamu harus pintar mengelola isi dompet agar tidak "berantakan". Mengapa? Agar semua kebutuhan hidup bisa tercukupi, tagihan bisa dibayar tepat waktu, dan kamu masih bisa menyisihkan uang untuk ditabung.

Karenanya, Digination.id berbagi tips mengatur keuangan bagi para freelancer. Cekidot, ya...

Baca juga: Ini 5 Pekerjaan Ideal Buat Kamu yang Introvert

Tentukan anggaran dan target pendapatan per bulan

Agar neraca keuangan seimbang, kamu juga harus seimbang dalam menghasilkan dan menghabiskannya. Tipsnya adalah dengan menentukan berapa pengeluaran dan biaya hidup per bulannya. Biaya hidup ini termasuk biaya makan, tagihan listrik, cicilan, asuransi kesehatan, transportasi, komunikasi, dan lain sebagainya.

Misalnya setelah dihitung-hitung, kamu butuh sekitar Rp5 juta per bulannya untuk biaya hidup dan lain-lain termasuk menabung. Maka itulah jumlah target yang harus didapatkan setiap bulan. Jika terdapat kelebihan, usahakan tidak tergoda untuk membelanjakannya.

Jangan besar pasak daripada tiang

Saran di atas berlaku untuk semua orang, baik itu pekerja tetap ataupun pekerja freelance. Trik agar tidak besar pasak daripada tiang adalah dengan menjaga keseimbangan pemasukan dan pengeluaran.

Tentukan berapa besar bujet yang dialokasikan untuk masing-masing pos kebutuhan tersebut beserta nilai maksimalnya. Misalnya, untuk biaya membeli pulsa Rp. 500 ribu per bulan. Patuhi nilai maksimalnya dan jangan melebihi anggaran yang telah ditetapkan di awal.

Baca juga: 3 Tips Bekerja Maksimal di Coworking Space

Ilustrasi menabung. (Foto: Pexels)
Rapikan arus keuangan

Agar keuangan tidak "berantakan", rapikan arus keuangan dengan sebaik-baiknya. Kamu bisa gunakan aplikasi keuangan untuk mencatat arus keuangan masuk dan keluar setiap harinya.

Aplikasi yang bisa kamu gunakan misalnya Catatan Keuangan, Fast Budget, Jojonomics, dan masih banyak lainnya. Aplikasi tersebut bisa membantu membuat, mengelola, dan melacak arus keuangan secara rapi dan efisien.

Siap menghadapi pasang surut pendapatan

Seperti disebutkan di awal, pendapatan pekerja lepas berdasarkan berapa banyak pekerjaan yang diselesaikan. Hampir sebagian besar pekerja lepas memiliki penghasilan yang bervariasi dari bulan ke bulan atau secara musiman. Jadi, bersiaplah menghadapi pasang surut pendapatan.

Dalam bulan ketika sedang "panen" job dan melampaui target penghasilan bulanan, kamu harus ketat menepati anggaran bulanan yang sudah ditetapkan. Jangan karena mentang-mentang sedang banyak duit, kamu belanjakan uang seenaknya. Sebaiknya sisihkan uang lebih tersebut untuk saat-saat sedang sepi job.

Jangan lupa menabung

Jangan lupa menambahkan dana ekstra untuk keadaan darurat dan kebutuhan di masa mendatang. Selalu sisihkan dana untuk menabung tiap bulannya. Anggaran dana tabungan ini sebaiknya minimal sebesar 20% dari pendapatan setiap bulannya. Jumlah ini untuk mengantisipasi keadaan darurat misalnya jatuh sakit atau ada kebutuhan mendesak.

Apalagi jika hendak membeli rumah suatu hari atau merencanakan liburan ke luar negeri, maka bujet untuk tabungan harus diperbesar lagi.  Siapkan juga dana pensiun sejak awal. Mulailah berinvestasi jangka panjang, misalnya dengan membeli emas atau dalam bentuk investasi lainnya.

Sudah siap jadi freelancer yang cerdas finansial, kan?

Baca juga: 4 Tips Sukses Ala Robert Herjavec Buat Anak Muda

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: disarikan dari berbagai sumber
TAGS
RECOMMENDATION

10 Tips untuk Mengalahkan Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaa ini terkesan sepele namun jika terus-menerus dibiarkan akan berdampak besar. Kebiasaan jelek ini bisa mengganggu karier dan kepercayaan dirimu.

Senin, 19 November 2018 | 14:00 WIB
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB