LogoDIGINATION LOGO

10 Langkah Jadi Lebih Bahagia di Kantor

Oleh Dikdik Taufik Hidayat Rabu, 9 Januari 2019 | 15:30 WIB
Share
bahagia di kantor (Shutterstock)
Share

Apa sih yang kita butuhkan untuk bisa merasa bahagia di tempat kerja? Apakah harus menunggu ketika tak ada chat atau telepon urusan kerjaan di malam hari? Tidak juga.  

Apakah untuk bahagia perlu lebih banyak uang? Atau, mendapatkan pekerjaan impian kita, seperti menjalankan bisnis hotel rumahan di lokasi wisata sambil membantu masyarakat sekitar.

Menurut Srikumar Rao, penulis Happiness at Work, dikutip dari Forbes.com, sesungguhnya terwujudnya hal-hal itu bukanlah pembawa kebahagiaan buat kita.

Rintangan terbesar untuk menjadi lebih bahagia, kata Rao, ada di pikiran kita sendiri. Ketika kita merasa menjadi tawanan keadaan, tak berdaya menghadapi hal-hal yang terjadi pada diri kita. 

Baca juga: 5 Manfaat Tempat Kerja yang Menyenangkan

Berikut adalah 10 langkah untuk menjadi lebih bahagia di tempat kerja, yang diambil dari rekomendasinya.

1. Hindari label "baik" dan "buruk"

Ketika sesuatu yang buruk terjadi, jangan menyalahkan diri sendiri, kata Rao. Sebaliknya, saat kita membuat kesalahan, waspadai hal tersebut tanpa menghakimi.

Artinya, ketika ada sebuah peristiwa, kita tidak perlu serta-merta melabel itu sebagai "kejadian baik" atau "kejadian buruk". "Lakukan apa yang harus kamu lakukan, tapi jangan kehilangan ketenangan dan rasa damai," ujarnya.

2. Berlatih "ketahanan ekstrim"

Rao mendefinisikan "ketahanan ekstrim" sebagai kemampuan untuk pulih dengan cepat dari kesulitan. "Kita menghabiskan banyak waktu sia-sia untuk menyalahkan diri sendiri atau orang lain," tulisnya.

Segera lewati rasa bersalah yang sia-sia. Sudahi membuat-buat alasan yang tidak perlu. "Jika ulet, kamu bisa segera pulih dan terus melakukan hal-hal besar," kata Rao.

Di sisi lain, ia mengatakan, jika kita menuruti nasehatnya untuk menghindari label "hal buruk", sebenarnya berlatih ketahanan itu jadi tidak perlu.

bermain sambil bekerja (Shutterstock)
3. Lepaskan perasaan dendam

Rao mengatakan bahwa kunci untuk bahagia di tempat kerja adalah melepaskan perasaan dendam. "Secara sadar, lepaskan masa lalu," tulisnya. "Ini sulit, tetapi dengan latihan, kita akan bisa menguasainya."
 
 
4. Jangan buang waktu dengan menjadi pencemburu
 
"Ketika kita cemburu, kita mengatakan bahwa alam semesta terbatas dan tidak cukup baik untuk saya," kata Rao. "Sebaliknya, berbahagialah, karena apa pun yang terjadi pada orang yang kita cemburui akan terjadi pada kita dalam pekerjaan saat ini atau di perusahaan lain."
 
5. Temukan gairah dalam diri kita, bukan pekerjaan kita
 
Tentu, kita bisa berkhayal tentang pekerjaan impian dengan gaji yang lebih baik dan memungkinkan kita melakukan berbagai kebaikan sosial. Bisa bekerja dengan kolega yang cerdas dan menyenangkan, serta sudah ada di rumah saat makan malam. Tetapi Rao memperingatkan untuk tidak mencari posisi yang sempurna itu, atau bahkan percaya bahwa itu ada.
 
Sebagai gantinya, ia menganjurkan mengubah cara berpikir tentang situasi saat ini.
Misalnya, alih-alih menganggap diri sebagai manajer sumber daya manusia di bank, identifikasikan diri kita sebagai seseorang yang membantu karyawan bank lainnya memenuhi kebutuhan keluarga mereka, manfaatkan manfaatnya dan simpan untuk masa depan.
 
6. Bayangkan diri Anda 10 tahun lalu dan 10 tahun dari sekarang

"Sebagian besar masalah yang membuat kita terjaga 10 tahun yang lalu telah menghilang," kata Rao. "Banyak masalah yang kita alami hari ini juga akan lenyap. Menyadari kebenaran ini akan membantu kita mendapatkan perspektif yang lebih baik."
kata-kata Peter Drucker (Linkedin.com)
7. Usir model kebahagiaan "Bersyarat"

Rao mengatakan bahwa banyak dari kita bergantung pada model kebahagiaan yang cacat. Jika kita menjadi CEO, maka kita akan bahagia. Jika kita menghasilkan gaji delapan digit, maka kita akan bahagia.
 
Sesungguhnya, bahagia itu tanpa syarat dan ketentuan. "Tidak ada yang harus kita dapatkan atau lakukan untuk menjadi bahagia," tulisnya.
 
8. Investasikan dalam proses, bukan hasilnya

"Hasil sepenuhnya di luar kendali kita," tulis Rao. Kita akan mengecewakan diri sendiri jika terlalu fokus pada apa yang ingin dicapai daripada bagaimana berencana untuk sampai ke sana.
 
9. Pikirkan orang lain

Bahkan di perusahaan di Amerika, di mana begitu banyak orang berpusat pada dirinya sendiri, Rao mencetuskan ide "alam semesta yang berpusat pada yang lain". Jika ada orang baik belum mendapatkan promosi, dia mungkin akan berhasil dengan cara yang lain. "Dia mungkin mendapatkan promosi lebih di kesempatan yang lain," kata Rao.
 
"Aku menentang asumsi bahwa kita harus bersikap bagaikan anjing yang saling memangsa untuk bertahan di lingkungan perusahaan."
 
10. Jangan melakukan multitasking untuk ketenangan pikiran

Rao berpikir bahwa multitasking menghalangi kebahagiaan. "Multitasking berarti kita melakukan banyak hal dengan buruk dan membutuhkan lebih banyak waktu," tulisnya. Ia merekomendasikan, alih-alih mengerjakan tugas untuk interval 20 menit yang secara bertahap meningkat menjadi rentang 2 jam, matikan semua gadget elektronik yang bisa menjadi pengalih perhatian. Dia mengklaim bahwa dengan latihan, kita akan dapat mencapai lebih banyak dengan lebih sedikit usaha.
 
Seperti yang pernah pakar pendidikan Peter Drucker katakan,"Karyawan yang baik resign karena manajemen yang buruk. Karyawan yang buruk akan resign karena manajemen yang baik."
 
Bisa lebih bahagia sekarang, kan?
 
  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Forbes.com, Linkedin.com
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Fajar Merekah Bagi eSport di tahun 2019!

Akhir-akhir ini eSport selalu menjadi perbincangan. Kira-kira bagaimana, ya di 2019? Apa kah eSport semakin populer? Yuk, simak prediksinya.

Kamis, 17 Januari 2019 | 11:15 WIB

Belum Tahu eSport? Yuk, Kenali!

Dunia eSport di 2019 terus berkembang tapi masih banyak orang yang belum mengetahuinya. Yuk, simak pengenalan dunia eSport berikut ini!

Rabu, 16 Januari 2019 | 16:15 WIB

3 Skill IT yang Wajib Dikuasai para Entrepreneur

Ilmu bisnis dan manajemen saja tak cukup membuat bisnis bertahan. Zaman now, pengetahuan tentang bisnis digital dan IT menjadi yang utama. Apa saja yang harus dipelajari para entrepreneur?

Rabu, 16 Januari 2019 | 11:15 WIB

Bikin Startup Masih Ribet, Ini Sebabnya!

Peluang membangun startup di Indonesia selalu terbuka lebar. Namun, apakah birokrasi menjadi faktor bergugurannya startup di tengah jalan?

Selasa, 15 Januari 2019 | 08:15 WIB