LogoDIGINATION LOGO

3 Cara Unik Rangkul Gen Z

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Rabu, 9 Januari 2019 | 11:15 WIB
Share
Ilustrasi generasi Z (shutterstock)
Share

Era generasi millenial segera bergeser menjadi era generasi Z. Anggota Gen Z, mereka yang lahir kurang lebih antara 1995 hingga 2014, di tahun 2019 mencapai 32 persen dari populasi dunia.

Disebut-sebut sebagai generasi konsumtif, pada tahun 2020 diprediksi generasi ini akan menyumbang 40 persen dari jumlah seluruh konsumsi warga Amerika. Di negara lain, trennya mungkin berbeda tapi tetap ada kemiripan. Sebagai seorang marketer, menggarap pasar Gen Z tentu jadi peluang emas.

Agar lebih memahami generasi ini ada tiga cara yang bisa kamu coba untuk merangkul generasi Z: 

1. Bekerja dengan influencer

Tidak seperti generasi-generasi sebelumnya, generasi Z sulit dipengaruhi selebriti tradisional seperti aktor dan penyanyi. Sebaliknya generasi ini lebih menyukai selebriti internet atau influencer seperti selebgram dan selebtwit yang dinilai lebih dekat dengannya.

Memasukkan influencer dalam strategi marketing tengah populer saat ini dan hasilnya dinilai efektif untuk menjangkau audience Gen Z.

Baca juga: Gila! Penjualan Naik 4.700% Gara-Gara Influencer!

Bahkan rekomendasi dari influencer sebanding dengan rekomendasi teman dalam mempengaruhi keputusan pembelian barang. Beberapa brand besar seperti H&M pun menggunakan jasa influencer selebgram berpengikut 5 juta Sincerely Jules untuk memerkan koleksi terbarunya.

Ilustrasi vlogger (Shutterstock)

2. Menciptakan konten Youtube

Apakah kamu masih belum memutuskan untuk membuat channel Youtube atau tidak guna memasarkan brandmu?

Baca juga: Yuk, Maksimalkan YouTube Untuk Bisnismu

Guna menangkap pasar gen Z, Youtube merupakan aspek penting. Survei Adweek, perusahaan periklanan global mengatakan bahwa 50 persen dari populasi generasi Z tidak bisa hidup tanpa Youtube. Dengan 1 miliar pengguna dengan miliaran orang menonton setiap harinya, Youtube dapat membantumu memasarkan produk, menjangkau lebih banyak audiens dan tentu saja dapat merangkul gen Z.

Sebagai contoh adalah yang dilakukan oleh Lush CosmeticsBrand ini berhasil membuat channel Youtubenya sendiri dan membagikan video terkait produk-produk buatannya. Termasuk memperlihatkan penggunaan produknya. Hingga saat ini channel youtubenya telah memiliki subscriber sebanyak 300 ribu dengan total viewer mencapai ratusan ribu.

Baca juga: Empat Tema Kunci Sukses Iklan di YouTube

Ilustrasi instagram stories (Shutterstock)

3. Memperhatikan Snapchat dan Instagram stories

Generasi Z dikenal memiliki waktu fokus yang pendek, selalu mengenggam handphone, dan suka berpindah-pindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Artinya kamu hanya punya waktu  singkat untuk memasarkan produk.

Bahkan menurut studi yang dilakukan Yes Lifecycle Marketing study, 80 persen keputusan pembelian Gen Z dipengaruhi media sosial. Instagram stories dan Snapchat adalah media paling cocok untuk menjangkau generasi ini.

Sebagai contoh AriZona Iced TeaBrand ini tahu bahwa audiensnya, terutama Gen Z, menyukai olahraga ekstrem. Karenanya AriZona Iced Tea bekerjasama dengan pemain skateboard profesional, Brandon Bonner untuk mempromosikan produknya. Melalui akun Snapchat Brandon, AriZona Iced Tea memperkanalkan brandnya sekaligus juga memperlihatkan lifesyle Arizona.

Jadi, apakah kamu siap menghadapi Generasi Z?

Baca juga: Tinggalkan Facebook, Pengguna Remaja Pilih Instagram dan Snapchat

 

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur, Fast Company, INC
TAGS
RECOMMENDATION

Perubahan Lintas Generasi

Mereka adalah kelompok anak muda yang ingin “dianggap eksis”. Mereka tidak ingin dianggap hanya sekedar pelengkap dari segala sesuatu yang selama ini harus ditentukan oleh orangtua.

Minggu, 30 September 2018 | 08:45 WIB

7 Tips Menata Meja Kerja di Rumah

Menata meja kerja di rumah bermanfaat salah satunya agar kamu fokus pada pekerjaan. Berikut ini 7 tips menatanya agar kerja dari rumah jadi lebih bersemangat.

Jumat, 26 Oktober 2018 | 14:04 WIB

10 Tips untuk Mengalahkan Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaa ini terkesan sepele namun jika terus-menerus dibiarkan akan berdampak besar. Kebiasaan jelek ini bisa mengganggu karier dan kepercayaan dirimu.

Senin, 19 November 2018 | 14:00 WIB
LATEST ARTICLE

Fajar Merekah Bagi eSport di tahun 2019!

Akhir-akhir ini eSport selalu menjadi perbincangan. Kira-kira bagaimana, ya di 2019? Apa kah eSport semakin populer? Yuk, simak prediksinya.

Kamis, 17 Januari 2019 | 11:15 WIB

Belum Tahu eSport? Yuk, Kenali!

Dunia eSport di 2019 terus berkembang tapi masih banyak orang yang belum mengetahuinya. Yuk, simak pengenalan dunia eSport berikut ini!

Rabu, 16 Januari 2019 | 16:15 WIB

3 Skill IT yang Wajib Dikuasai para Entrepreneur

Ilmu bisnis dan manajemen saja tak cukup membuat bisnis bertahan. Zaman now, pengetahuan tentang bisnis digital dan IT menjadi yang utama. Apa saja yang harus dipelajari para entrepreneur?

Rabu, 16 Januari 2019 | 11:15 WIB

Bikin Startup Masih Ribet, Ini Sebabnya!

Peluang membangun startup di Indonesia selalu terbuka lebar. Namun, apakah birokrasi menjadi faktor bergugurannya startup di tengah jalan?

Selasa, 15 Januari 2019 | 08:15 WIB