LogoDIGINATION LOGO

Ini Dia Peluang Karier di Industri Game

Oleh Alfhatin Pratama Rabu, 2 Januari 2019 | 08:30 WIB
Share
Dua orang berprofesi sebagai developer game (shutterstock)
Share

Bermain game, yang awalnya sekedar hobi, dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi pilihan berkarier yang valid. Tidak hanya sekadar sampingan, tapi pekerjaan full-time.

Industri game adalah sektor besar yang tidak hanya mencakup pengembangan, pemasaran, dan monetisasi sebuah video game. Tetapi, mencakup juga produksi, distribusi, dan konsumsi konten yang dihasilkan olehnya.

Berdasarkan data Newzoo di 2018, industri ini secara global telah mencapai nilai USD 137,9 miliar. Baik melalui video game untuk personal computer, smartphone, atau konsol.

Secara umum, industri game dapat dibagi menjadi dua: Pertama adalah developer game atau pengembang game. Kedua adalah gamer atau pemain game.

Keduanya saling berkaitan untuk meningkatkan interaksi dan partisipasi masyarakat dan memajukan industri game itu sendiri.

Baca juga: Ini Dia Video Game Terbaik 2018. Sudah Main?

Ilustrasi bermain game (shutterstock)

Game dimulai dari pengembangan konsep, berakhir pada tahap rilis dan penerbitan game. Setelah dirilis, masih ada perawatan rutin dan bahkan pembaharuan konten.

Seluruh proses melibatkan banyak peran. Mulai dari perancang dan programer hingga penerbit dan penguji.

Berikut ini beberapa peluang karier yang dapat dijadikan referensi untuk terjun dalam dunia game. Yuk, simak!

Developer game

Bekerja di studio game adalah tempat terbaik untuk membangun karier dalam dunia game. Tersedia banyak kesempatan  untuk belajar tentang berbagai proses dalam pengembangan game. 

Terlebih lagi ketika seorang memulai karier di studio game indie, kebebasan berkreasi lebih luas. Jika bergabung dengan studio game yang terkemuka, seorang akan mendapatkan peran yang lebih kompleks dan pendekatan yang lebih mendalam terhadap pengembangan game.

Dalam sektor pengembangan game dibutuhkan lebih banyak orang yang memiliki kemampuan teknis coding dan pemrograman. Tidak hanya itu, kreativitas juga dibutuhkan. Misalnya, untuk menciptakan karakter, jalan cerita, dan animasi yang membuat para gamer tertarik untuk bermain.

Baca juga: Mau Jadi Developer Meski Awam? Ikuti Pelatihan Google, Yuk!

developer game untuk smartphone (shutterstock)

Youtuber game

Seorang gamer sekaligus youtuber adalah karier yang menjadi pilihan favorit yang akhir-akhir ini. Sembari bermain game atau mengikuti kompetisi game, seorang bisa sekaligus memberikan hiburan kepada penonton.

Apalagi dilengkapi dengan konten-konten yang menarik dan sedikit 'nyleneh', termasuk dari penggunaan bahasanya. Selain mendapatkan penghasilan dari pertandingan game, para gamer juga mendapat penghasilan berkat banyaknya jumlah penonton yang terhibur. Bisa juga gamer tersebut mendapatkan penghasilan dari iklan. 

Baca juga: Jadi YouTuber Terkaya Sejagad? Bisa!

Gamer profesional

Jika game hanya dijadikan sekedar hobi, tidak perlu susah payah karena dengan smartphone saja sudah banyak yang tersedia. Tetapi, untuk menjadi seorang gamer profesional dibutuhkan sebuah keterampilan. Seseorang harus memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan matanya, refleks yang bagus, dan pengetahuan komprehensif tentang game yang dimainkan.

Seorang harus benar-benar belajar dan menguasai supaya dapat bersaing dengan gamer lain. Seorang gamer profesional, setidaknya, menghabiskan waktu 12 jam per hari untuk berlatih  meningkatkan keterampilannya. Hal ini mereka lakukan demi mempertaruhkan harga diri dan penghargaan di tingkat nasional maupun internasional. Seorang gamer profesional bisa saja tidak memiliki tim dan manajer tapi hanya bertanding secara online sendiri dengan kemampuan yang baik.

Baca juga: Game Gratis Bisa Jadi Mesin Bisnis

Ilustrasi gamer sekaligus youtuber (shutterstock)

eSport

Istilah ini tampak baru tetapi konsepnya tidak. ESport adalah bagian dari dunia game secara keseluruhan. Industri eSport yang sedang berkembang pesatESport lebih kompetitif dengan berbagai genre di berbagai platform. Dari pertandingan pada kompetisi lokal hingga pertandingan sekelas internasional yang terhubung secara online dengan gamer yang ada di berbagai negara.

Tidak hanya gamer profesional, dalam dunia eSport juga ada tim yang besar, manajer tim, pelatih, dan analis strategi permainan. Tim eSport tidak berbeda layaknya tim olahraga lainnya. Penghargaan yang lebih besar dari pertandingan-pertandingan biasa juga dihadirkan. Bahkan, supporter yang setia seperti supporter tim olahraga lain juga tidak mau kalah meramaikan arena pertandingan eSport.

Baca juga: Ooo, Ternyata Ini Perbedaan Gaming dan eSports!

Cosplay

Biasanya cosplay ditujukan bagi orang-orang yang hobi memakai kostum layaknya karakter-karakter fiktif dalam serial anime. Tetapi, semenjak industri game semakin meluas, cosplay bagi para pecinta game juga mulai bermunculan. Salah satunya adalah cosplay tentang mobile legends.

Tentu saja jika ingin membuat sebuah cosplay harus memiliki kemampuan desain dan  kreativitas yang tinggi. Ya, supaya bentuk cosplay tidak jauh berbeda dengan karakter fiktif yang ada dalam video game. Bahkan, perlombaan cosplay juga tidak jarang diadakan seiring dengan pertandingan eSport, lho.

Jadi, kalau kamu terjun di dunia game, ingin bidang apa?

Baca juga: Nih, Peluang Bisnis Anti-Mainstream!

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur, World Economic Forum
TAGS
RECOMMENDATION

Plagiat di Industri Game itu Biasa? Masa, Sih?

Kreativitas di dunia game sangat diperlukan untuk mendominasi pasar. Tetapi, kreativitas yang seperti apa? Lewat ide-ide baru atau saling saling-menyalin, ya?

Senin, 17 Desember 2018 | 16:15 WIB
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB