LogoDIGINATION LOGO

Mau Bahagia? Digital Detox Aja!

Oleh Ana Fauziyah Selasa, 18 Desember 2018 | 16:15 WIB
Share
Ilustrasi kecanduan smartphone. (Foto: Pexels)
Share

Kamu tentu kenal aktris sekaligus penyanyi populer Selena Gomez. Beberapa bulan lalu pelantun lagu Back to You tersebut mengumumkan akan jeda dari media sosial untuk sementara waktu. Melalui akun Instagram @selenagomez yang diunggah 24 September lalu, ia menulis, “Sebanyak saya bersyukur atas apa yang diberikan media sosial kepada kita masing-masing, saya juga bersyukur bisa mundur dan menjalani hidup saya sepenuhnya.”

Ini bukan pertama kalinya penyanyi berusia 26 tahun itu puasa sejenak dari medsos. Dengan 144 juta pengikut di Instagram, Selena menjadi sosok paling diikuti di dunia tahun 2018, meskipun saat ini dibalap oleh pesepakbola Christiano Ronaldo.

Meskipun menjadi sosok paling populer di Instagram, alasan sebenarnya ia rehat dari media sosial adalah untuk kesehatan mental. Apalagi ia juga didiagnosa menderita peyakit Lupus. Aktris yang juga brand ambassador merek baju dan alat olahraga Puma tersebut mengingatkan, kadang-kadang perlu menjalani hidup sepenuhnya dalam kehidupan nyata, bukannya hanya melalui layar smartphone.

Selena mungkin benar dengan keputusannya rehat dari medsos. Menurut beberapa penelitian, kecanduan bermain smartphone dan media sosial dapat menyebabkan hal negatif baik bagi fisik atau mental seseorang. Efek negatif tersebut antara lain berkurangnya konsentrasi, kerusakan mata, gangguan tidur, gejala panik dan cemas, serta penurunan kepercayaan diri. Dilansir dari Medium, Rabu (12/12), berikut cara digital detox yang bisa membuatmu merasa lebih bahagia menjalani hidup.

Baca juga: Hidup Tanpa Digital, Mungkin Gitu?

1. Ambillah jeda dengan sengaja

Bagaimana dan apa yang kita konsumsi secara digital sebagian besar tergantung pada kita. Memanfaatkan teknologi merupakan salah satu pilihan dalam menjalani hidup, jadi manfaatkan semuanya pada saat yang tepat. Ambillah jeda dari segala aktivitas menggunakan smartphone secara sengaja, misalnya jadwalkan waktu bebas smartphone di jam-jam tertentu di pagi atau malam hari.

Kamu bisa memberlakukan aturan untuk tidak membuka smartphone di pagi hari sebelum pukul 6. Tak pula membuka smartphone sebelum tidur dan wajib mematikannya pada jam 10 malam. Cara lainnya, terapkan aturan tidak membuka smartphone saat sedang bekerja untuk memutuskan semua gangguan dan fokus pada pekerjaan.

Beristirahat dari hiruk pikuk medsos adalah salah satu cara untuk recharge energi dan menyegarkan pikiran. Mengambil jeda dari teknologi juga bisa membantumu mencapai tingkat kinerja tertinggi di tempat kerja, memunculkan sisi kreatif, memberikan banyak waktu untuk berpikir dan menghasilkan ide-ide baru yang lebih baik.

Baca juga: Seperti Apa Ritual Pagi Orang Kaya dan Sukses di Dunia Digital?

Ilustrasi media sosial. (Foto: Pexels)
2. Ingat prioritas

Teknologi dimaksudkan untuk meningkatkan cara kita bekerja dan membuat hidup lebih mudah. Tetapi jika smartphone membuat kurang fokus, segera tentukan prioritas pekerjaan yang harus didahulukan. Mungkin kamu menerima puluhan hingga ratusan notifikasi di akun medsosmu, tapi tentunya tidak harus membaca dan menanggapi itu semua.

Prioritaskan waktu-waktu produktif untuk mengerjakan hal-hal yang lebih urgent dan mendesak. Daripada sekadar menanggapi komentar miring seseorang tentang gaya berpakainmu di foto yang kamu unggah, mending lakukan hal lain yang lebih positif, kan?

3. Jadilah proaktif, bukan reaktif

Reaktif berarti tidak memiliki inisiatif, sedangkan proaktif dikaitkan dengan kontrol dan pengendalian diri. Ingat, detoksifikasi adalah kebiasaan. Memang butuh waktu untuk membangun kebiasaan baru dan tidak bisa langsung instan. Hal ini bisa dimulai dengan melakukan hal-hal kecil dan sederhana.

Contoh cara melakukan detoksifikasi digital secara sederhana antara lain menggunakan waktu istirahat untuk berolahraga, bermeditasi, berjalan-jalan atau membaca buku fisik. Cara digital detox jika berkaitan dengan orang lain adalah dengan menjauhkan ponsel dari pandangan saat sedang rapat, kumpul-kumpul, sedang mengobrol atau menikmati makanan. Ganti kebiasaan menekuri layar ponsel dengan memulai percakapan atau dengan membaca buku fisik.

Sudah pernah?

Baca juga: Lebih Produktif di Era Digital? Bisa!

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Independent, Medium, Papermag
TAGS
RECOMMENDATION

Ternyata Ada Model Digital Juga, Lho

Bermunculannya model-model digital menjadi alternatif bagi pemegang merek fesyen untuk memotong budget promosinya.

Kamis, 27 September 2018 | 11:30 WIB

Ini, Lho, Tren Tempat Kerja Digital Modern!

Transformasi digital tidak dapat diartikan sebagai perubahan teknologi semata, tetapi perubahaan cara berorganisasi, cara berbisnis, dan perilaku manusia

Selasa, 23 Oktober 2018 | 11:15 WIB
LATEST ARTICLE

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB

Bisnis Laundry Autopilot Untuk Pensiunan

Bisnis bisa dimulai kapan saja, bahkan ketika pensiun. Bisnis laundry autopilot bisa menjadi pilihan untuk para pensiunan yang tetap ingin menghasilkan walaupun sudah tidak bekerja di kantor.

Jumat, 8 Maret 2019 | 10:12 WIB