LogoDIGINATION LOGO

Artificial Intelligence Ternyata Bisa Bikin Kamu Enjoy Kerja, Lho!

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Kamis, 6 Desember 2018 | 08:15 WIB
Share
Ilustrasi relasi (shutterstock)
Share

Lingkungan kerja yang tidak sehat sangat berbahaya karena dapat mengganggu produktivitas karyawan, lebih jauh lagi dapat merusak reputasi perusahaan. Seorang entrepreneur memiliki tanggung jawab untuk memastikan lingkungan kerjanya tetap aman, positif dan menyenangkan sehingga para karyawan dapat produktif dan inovatif dalam bekerja.

Munculnya teknologi Artificial Intelligence atau AI akhir-akhir ini, menghadirkan alat-alat  "pengganggu" yang  berpengaruh pada kesehatan fisik, mental dan sosial karyawan di lingkungan kerja. AI mendisrupsi dan mengubah pola-pola interaksi lama di lingkungan kerja menjadi lebih modern. Dengan prediksi pasar global AI pada tahun 2025 mencapai USD 190,6 miliar, teknologi ini dimungkinkan untuk menyediakan lingkungan kerja yang lebih sehat, lebih produktif dan mudah diakses bagi seluruh karyawan.  

Baca juga: Artificial Intelligence Bantu Jaringan Ritel

Dari yang berbahaya menjadi sehat

Lingkungan kerja yang "beracun", baik secara fisik dan mental dapat berdampak pada kebahagiaan dan produktivitas kerja karyawan. Menurut American Institute of Stress, diperkirakan perusahaan dapat merugi hingga USD 300 miliar setiap tahunnya karena masalah absensi karywan yang stres dengan pekerjaannya.

Riset membuktikan, teknologi modern seperti AI dapat memainkan peranan penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat. Misalnya membantu memantau kondisi kesehatan, konsumsi obat, cara berinteraksi hingga komunikasi antar karyawan. Strategi ini dapat membantu menyelaraskan antara kesejahteraan karyawan dengan visi, misi dan nilai perusahaan.

Hasil survei tahun 2017 oleh American Psychological Association Center menemukan 61% pekerja Amerika mengalami stres dengan pekerjaannya. Karenanya, mulai banyak perusahaan yang telah menerapkan prakarsa kesehatan dengan bantuan AI untuk mempertahankan karyawan dan agar tidak mengalami kerugian.

Baca juga: Benarkah Artificial Intelligence Akan Menggantikan Tenaga Marketing?

Ilustrasi AI dalam lingkungan kerja (shutterstock)
Penerapan well-being technology di lingkungan kerja

Penerapan teknologi menjadi salah satu cara upgrading lingkungan kerja. Serangkaian inovasi terintergasi  dengan teknologi seperti pemantauan workforce, pelacakan, pemanfaatan platform digital, teknologi kesehatan dan keselamatan kerja mulai diaplikasikan. 

Seperti platform cloud yang dapat mengintegrasikan program olahraga karyawan ke dalam infrastruktur digital perusahaan. Hal ini untuk memberikan informasi terkait aktivitas olahraga karyawan dan secara aktif dapat memberikan informasi terkait kepada pihak yang bersangkutan. Well-being technology juga dapat diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan emosional seperti aplikasi Ginger.io yang dapat memberikan konseling emosional dengan bantuan AI.

Laporan Uprise, perusahaan penyedia program Employee Assistance Program (EAP) berjudul The Future of Technology in Workplace Wellbeing menunjukan bahwa teknologi dapat memberikan pengaruh positif pada pencapaian kerja di kantor. Aktivasi AI juga dapat membantu mengidentifikasi karyawan untuk lebih produktif dan bahagia di kantor dengan beberapa pendekatan berikut:

Baca juga: Target Tak Tercapai Karena Karyawan Cuti? Siasati Dengan 5 Cara Ini!

Ilustrasi AI (shutterstock)
Cognitive insights

Matriks AI dapat mengidentifikasi pola atau disebut juga cognitive insights. Teknologi ini dapat memproses data dan informasi secara akurat dan rinci, di waktu yang sama dapat melakukan analisis prediktif pada perilaku dan pola kerja karyawan. Machine learning mencoba meniru akivitas otak untuk mengenali pola-pola khusus, jika dipasangkan dengan wellness technology dapat mengidentifikasi pola obrolan atau perilaku kerja yang tidak sehat atau berbahaya untuk orang lain.

Cognitive engagements

Harvard Business Review melaporkan bahwa telah banyak perusahaan yang menggunakan cognitive engagement untuk berinteraksi dengan karyawannya. Hal ini dilakukan dengan menyediakan agen cerdas, situs internal dan sistem rekomendasi perawatan kesehatan bagi karyawan.

Baca juga: Ayo Ciptakan Lingkungan Kerja yang Inklusif Bagi Difabel!

Relasi kerja

Dalam relasi kerja, khususnya hubungan HRD dengan karyawan, AI dapat membantu memberikan pengetahuan lebih luas dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti. Hal ini penting untuk membangun dinamika kerja yang kohesif dan inovatif. 

Misalnya, HRD dan CEO dapat mencoba menggunakan Etch, pengelola kontak berbasis AI yang dapat mengidentifikasi kinerja, peran dan proyek yang pernah dikerjakan oleh masing-masing karyawan.

Dengan bantuan AI, lingkungan kerja dapat menjadi lingkungan yang dinamis dan membuat karyawan menghasilkan kualitas terbaiknya. Studi yang dilakukan oleh The Workforce Institute di Kronos Incorporated menemukan bahwa 4 dari 5 karyawan berfikir bahwa AI akan memberikan peluang dan pengalaman kerja yang lebih menarik. 

Sudah ada, belum, ya, di Indonesia?

Baca juga: Hadapi Industri 4.0, Indonesia Bentuk Kelompok Kerja Nasional

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur, Forbes
TAGS
RECOMMENDATION

Ini, Lho, Tren Tempat Kerja Digital Modern!

Transformasi digital tidak dapat diartikan sebagai perubahan teknologi semata, tetapi perubahaan cara berorganisasi, cara berbisnis, dan perilaku manusia

Selasa, 23 Oktober 2018 | 11:15 WIB

10 Tips untuk Mengalahkan Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaa ini terkesan sepele namun jika terus-menerus dibiarkan akan berdampak besar. Kebiasaan jelek ini bisa mengganggu karier dan kepercayaan dirimu.

Senin, 19 November 2018 | 14:00 WIB
LATEST ARTICLE

Ternyata Ini Cara Mendapatkan Pendanaan Investor!

Mencapai pendanaan Series A untuk sebuah startup butuh waktu yang tidak cepat. Oleh karena itu, jangan pernah menyerah dan yakin kan selalu diri agar bisnismu dilirik investor.

Kamis, 13 Desember 2018 | 08:15 WIB

Sst... Ini Dia Tren Artificial Intelligence Tahun 2019!

Perkembangan pesat teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tidak dapat dibendung lagi. Teknologipun berhasil masuk ke dalam segala bidang kehidupan manusia termasuk dunia bisnis. Lalu bagaimana tren AI pada tahun 2019?

Rabu, 12 Desember 2018 | 08:15 WIB

Bosan Saat Delay? Mmm, 'Jualan', Nyok!

Menunggu waktu delay tentu membosankan dan menyebalkan. Daripada buang-buang waktu percuma, kamu bisa manfaatkan waktu ini untuk mempromosikan bisnis. Kenapa, nggak?

Selasa, 11 Desember 2018 | 16:15 WIB

Perluas Jaringan Bisnis Dengan 3 Tips Ini!

Berbisnis tidak bisa dilakukan sendiri, butuh rekan untuk berkolaborasi. Tapi, apa artinya kolaborasi tanpa jaringan pertemanan yang luas?

Selasa, 11 Desember 2018 | 11:15 WIB

6 Cara Hadapi "Toxic Boss"

Punya bos yang gak enak tentu akan berpengaruh pada produktivitas dan kualitas kerja. Jangan buru-buru resign, pelajari dulu 6 hal ini

Senin, 10 Desember 2018 | 11:15 WIB

Nih, Peluang Investasi Baru: eSport!

Industri eSport menjadi sorotan para investor karena menjanjikan keuntungan yang besar dalam beberapa tahun investasi. Namun sebelum memulai investasimu di dunia eSport kamu harus mengetahui 4 hal ini.

Jumat, 7 Desember 2018 | 16:15 WIB