LogoDIGINATION LOGO

Jangan Tertipu! Ini Tips Pilih Supplier

Oleh Ana Fauziyah Jumat, 9 November 2018 | 08:08 WIB
Share
ilustrasi kejutan (Shutterstock)
Share

Apapun jenis bisnis dan produknya, dalam rantai penjualan pasti ada penjual dan produsen. Memang ada produsen yang sekaligus berperan sebagai penjual, namun penjual yang menjualkan barang produksi orang lain juga sudah lumrah. Penjual yang seperti ini biasa disebut dengan istilah reseller.

Kalo kamu sudah mantap ingin menjadi reseller, tentunya kamu butuh supplier alias pihak yang memproduksi barang atau produk yang ingin kamu jual. Namun mencari supplier bukan hal mudah karena bisa berpengaruh terhadap kelangsungan usaha yang sedang kamu jalankan. Bahkan bisa saja sebuah usaha gulung tikar dan tidak balik modal karena supplier yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai penjual, kamu adalah pihak pertama yang berhubungan langsung dengan pembeli. Kamu yang akan menghadapi setiap keluhan konsumen jika ada barang yang cacat, kesalahan pengiriman, barang tidak sesuai pesanan, dan lain-lain. Kalau sudah begitu, kredibilitas usaha bisa jadi taruhannya kan?

Cermat memilih supplier juga merupakan langkah menjaga kelangsungan usaha. Apalagi jika kamu menemukan supplier dari dunia maya tanpa pernah bertemu. Wah, wajib ekstra hati-hati dulu nih. So, sebelum kamu memilih dan menetapkan untuk bekerjasama dengan supplier tertentu, simak dulu tips memilih supplier yang tepat yang disusun Digination.id berikut ini.

  1. Periksa dengan teliti track record supplier

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memeriksa dengan teliti track record supplier tersebut. Carilah melalui Google dan selidiki kebenaran alamat tinggal, website, alamat email, identitas pemilik dan lain sebagainya. Untuk mencari tahu apakah website tersebut terverifikasi atau tidak, kamu bisa memanfaatkan laman polisionline.com untuk melakukan pengecekan.

Selanjutnya lakukan riset dengan cermat apakah ada ulasan negatif tentang supplier tersebut dari konsumen. Baca sebanyak mungkin ulasan yang diberikan oleh konsumen, waspada jika ada tanda-tanda kecurangan dan ketidakberesan. Selain mengecek dari website, kamu juga melakukan penyelidikan track record ini melalui media sosial mereka, antara lain Facebook, Instagram, Twitter dan lain sebagainya.

Baca juga: Nih, Kalimat Sakti yang Bikin Jualan Laku

  1. Kualitas layanan yang diberikan

Tips selanjutnya dalam memilih supplier adalah mencari tahu kualitas layanan yang diberikan. Untuk mengetahui tentang kualitas layanan ini, kamu bisa melakukannya dengan cara memesan produk mereka terlebih dahulu. Kualitas layanan ditentukan dengan kecepatan membalas atau merespon komunikasi baik pesan singkat, email atau telpon. Kecepatan mereka dalam membalas pesan sangat penting karena sangat menentukan kelancaran transaksi.

Selain kecepatan membalas pesan, kualitas layanan juga bisa ditentukan dari seberapa jujur dan informatif supplier dalam memberikan informasi mengenai kondisi produk, kesesuaian produk, ketersediaan barang, dan laporan resi pengiriman. Komunikasi yang baik adalah kunci menjadi penjual yang baik dan turut serta membangun nama baik kamu di mata konsumen. Jadi, cek dengan teliti apakah supplier kamu komunikatif, informatif dan jujur ya.

ilustrasi penyelidikan (Shutterstock)

  1. Kecepatan pengiriman barang

Selain kecepatan dalam membalas pesan, kamu juga harus mempertimbangkan kecepatan supplier dalam mengirimkan barang. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar konsumen di Indonesia menyukai penjual yang gesit dalam melakukan pengemasan dan pengiriman barang. Penjual yang cepat mengirimkan barang biasanya mendapat ulasan positif dan disukai pelanggan. Karena itu penting bagi kamu untuk mencari supplier yang gesit dalam melakukan pengemasan dan pengiriman barang ya.

Baca juga: Inilah Jasa Pengiriman Termurah dan Tercepat di 2018

  1. Ada pemberian garansi tanpa syarat

Tanyakan dengan sejelas-jelasnya apakah ada kebijakan pengembalian barang jika terdapat barang yang rusak atau tidak sesuai. Pastikan bahwa supplier memberikan jaminan untuk produk cacat, tidak sesuai pesanan, dan bersedia mengganti produk yang cacat tersebut tanpa syarat apapun. Jika supplier bisa memberikan garansi tersebut, kamu juga bisa memberikan garansi kepada konsumen sehingga bisa menumbuhkan kepercayaan mereka.

Pastikan kamu cermat dan teliti memilih supplier ya!

 

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Tokopedia, Bukalapak
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

KASKUS Ingin Komunitas Lebih Melek Hukum

Platform komunitas online terbesar di Indonesia, KASKUS, mengumumkan investasi pada KontrakHukum.com. Targetnya, komunitas di seluruh Indonesia bisa lebih melek hukum.

Rabu, 14 November 2018 | 15:20 WIB