LogoDIGINATION LOGO

Jangan Sampai Bisnismu Gagal Hanya Karena Nama

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Rabu, 7 November 2018 | 11:15 WIB
Share
Ilustrasi online shop (Shutterstock)
Share

Memilih dan menentukan nama dalam bisnis terkadang bisa menjadi penentu keberhasilan. Pemilihan nama yang tepat akan membuat brandmu menjadi perbincangan khalayak. Jika salah memberikan nama mungkin malah membingungkan atau bisa jadi membawa kegagalan. Idealnya, nama yang diberikan harus unik, menarik dan mampu mengkomunikasikan keunggulan bisnis pada pelanggan.

Marty Neumeier, penulis di The Brand Gap mengatakan, "Memilih nama yang tepat dapat menjadi aset berharga dari sebuah brand. Nama yang dipilih dapat menjadi pembeda dan akselerator penerimaan brand dalam masyarakat."

Nama menjadi identitas bisnis yang kamu bangun. Nama yang tepat akan mendukung proses branding yang bisa membuat konsumen mengenal dan mengingat bisnismu. Jika kamu masih kesulitan menemukan nama bisnis yang tepat, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti...

Baca juga: 8 Cara Lindungi Bisnismu dari Kejahatan Online

Simple

Memiliki nama yang pendek dan jelas sangat dianjurkan dalam menamai bisnismu. 1 hingga 4 suku kata sangat disarankan. Nama yang simpel akan lebih mudah diingat dan diucapkan. Bagaimana caranya? Kamu bisa mencoba beberapa trik berikut:

- Mengkombinasikan kata. Contoh mengkombinasikan dua kata yang berima seperti Snack Shack atau Lug Nuts yang memorable.

- Membuat kata baru. Kamu bisa mencontoh Google, eBay, Skype yang memiliki nama-nama 'aneh' yang bahkan kata tersebut tidak tertulis di kamus.

- Memilih nama dengan makna pribadi. Misalnya kamu bisa menggunakan nama panggilanmu saat sekolah, nama hewan peliharaanmu atau nama-nama lain yang berkaitan denganmu. Memilih nama bermakna pribadi akan memudahkan orang mengidentifikasikan bisnismu dengan kamu sebagai pemiliknya. 

Baca juga: Bisnis Makanan? Tiru Eatlah dan Kopi Tuku

Berbeda

Jangan lupa lakukan riset pasar untuk mencari tahu nama-nama kompetitor di bisnis yang sama. Hal ini penting, agar kamu dapat menemukan nama terbaik yang benar-benar berbeda dari yang lain. Misalnya jika bisnismu jual beli produk elektronik dan teknologi, sebagian besar kompetitor akan menggunakan kata "elektronik" dan "teknologi" dalam menamai bisnisnya. Sebaliknya kamu harus menghindari penggunaan kata-kata tersebut, coba untuk berpikir berbeda dan sekreatif mungkin!

Ilustrasi online shop (Shutterstock)
Original

Pastikan jika nama yang kamu pilih belum ada yang memiliki dan bebas hak paten. Untuk mengeceknya kamu bisa mengakses halaman Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual. Setelah mengetahui bahwa nama tersebut bebas paten, buka Google dan sosial media seperti Facebook, Twitter dan Instagram untuk melihat orisinalitasnya di internet dan cari tahu apakah nama yang kamu pilih tidak berhubungan dengan hal-hal buruk.

Cek nama domain

Di era digital seperti sekarang, wajib untuk memiliki domain. Cek nama domain sesuai dengan nama bisnismu di penyedia jasa web hosting. Disarankan untuk memiliki domain dengan ekstensi .com karena ini adalah ekstensi tertinggi dan terpopuler dari ekstensi domain lainnya. Domain ini akan menjadi identitas bisnismu di dunia online, membantu promosi bisnismu di dunia maya.

Nama adalah langkah pertama untuk membangun identitas perusahaan, jadi carilah yang terbaik dengan beberapa tips di atas.

Jangan salah pilih, ya...

Baca juga: Jawab 5 Pertanyaan Ini Sebelum Mulai Berbisnis!

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Shopify, Balance SMB
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB

Bisnis Laundry Autopilot Untuk Pensiunan

Bisnis bisa dimulai kapan saja, bahkan ketika pensiun. Bisnis laundry autopilot bisa menjadi pilihan untuk para pensiunan yang tetap ingin menghasilkan walaupun sudah tidak bekerja di kantor.

Jumat, 8 Maret 2019 | 10:12 WIB