LogoDIGINATION LOGO

8 Cara Lindungi Bisnismu dari Kejahatan Online

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Minggu, 4 November 2018 | 13:00 WIB
Share
Ilustrasi Cybercrime (shutterstock)
Share

Dari tahun ke tahun kejahatan di dunia maya atau cybercrime menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan makin banyaknya pelaku e-commerce. Laporan dari Cybersecurity Ventures diperkirakan pada tahun 2021 kerugian akibat serangan-serangan cybercrime global akan menembus angka USD 6 triliun, jumlah ini meningkat dua kali lipat dari data tahun 2015 yang menelan kerugian sebesar USD 3 triliun.

Secara tidak langsung, data tersebut menyebutkan kecenderungan adanya meningkatan aktivitas cybercrime di dunia saat ini. Dampaknya banyak pemain usaha kecil dan menengah atau UMKM was-was akan hal tersebut. Mengingat sekarang ini semakin banyak pelaku bisnis UMKM yang juga memanfaatkan layanan internet dan teknologi informasi sebagai platform bisnis yang dijalankan.

Data dari Ponemon institute pada 2017, 58 persen sasaran serangan cybercrime adalah UMKM. Dari presentase pelaku UMKM yang menjadi korban cybercrime dalam 12 bulan terakhir tumbuh 61 persen pada 2017, meningkat dari data 2016 yang hanya 55 persen.

UMKM dinilai sebagai korban yang potensial karena pengusaha seperti ini jarang memperhatikan  keamanan dan perlindungan data informasi termasuk identitas pelanggan. Eits, tenang ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk melindungi bisnismu dari serangan cybercrime. Dilansir dari Black Enterprise, Microsoft Store menawarkan delapan kiat untuk membantu pelaku UMKM menghindari cybercrime.

Baca juga: Hitachi Vantara Kenalkan Solusi Terbaru untuk Cyber Security

Berhati-hati dengan Phishing

Jangan sembarangan membuka dan menanggapi permintaan informasi, kamu harus pastikan dulu sumber nya aman atau tidak. Karena banyak kasus ditemukan virus atau serangan cybercrime disebarkan melalui permintaan informasi yang disebar bebas di internet. 

Membuat password sulit ditebak

Ada tips dalam memilih password, semakin panjang password semakin baik dan semakin sulit untuk diretas. Password yang kuat dan kompleks harus menyertakan kombinasi huruf, angka dan karakter khusus. Selain itu, jangan menyimpan password di cloud atau bahkan menempelkannya did epan pintu kantor. Sebagai gantinya kamu bisa menggunakan platform manajemen sandi seperti 1Password, PassPack dan LastPass untuk mencari sandi yang kompleks.

Satu hal lagi yang harus diperhatikan adalah selalu ubah passwordmu secara reguler minimal tiga bulan sekali.

Baca juga: Mau Transaksi E-commerce Aman Cybercrime? Lakukan Tips Ini

Gunakan password di segala hal

Gunakan password pada segala perangkat seperti smartphone, laptop, tablet dan perangkat lainnya yang bisa dipasangi password. Gunakan juga fitur otentifikasi multi faktor untuk menambahkan sistem keamanan data, seperti penggunaan pin dan sidik jari.

Ilustrasi Cybercrime (shutterstock)

Memperbaruhi sistem secara reguler

Selalu memperbarui sistem adalah salah satu cara ampuh untuk mencegah serangan cybercrime. Misalnya dengan selalu menggunakan software terbaru. Hal ini dilakukan karena perangkat dengan software lama dianggap lebih rentan dan sudah dipelajari oleh peretas. Biasanya sistem baru akan menawarkan firewall dan keamanan yang lebih kuat.

Menyembunyikan Wifi

Jangan sembarangan mengumumkan nama jaringan Wifi (SSID) mu, karena hal tersebut dapat mempermudah hacker untuk menemukan jaringanmu. Kamu bisa menyembunyikannya dengan melakukan pengaturan di peraturan router.

Baca juga: Modus Kejahatan Mengintai Konsumen Online

Simpan data di Cloud

Hal yang paling menakutkan dalam serangan cybercime adalah kehilangan data. Segera back up datamu dan simpan di cloud. Jika cybercrime terjadi, kamu masih memiliki data yang tersimpan di cloud.  Penggunaan cloud sebagai tempat menyimpan data dapat melindungi datamu dari serangan cybercrime seperti ransomware. Tenang, dalam mentransfer datapun akan mudah dan aman dengan pengamanan firewall.

Simpan data sensitif di VDR

Kamu dapat menggunakan virtual data rooms (VDR) untuk menjaga keamanan informasi sensitif perusahaan. Layanan ini dapat membantumu menyimpan data-data sensitif perusahaan namun tetap mudah dalam melakukan transfer data. Dalam VDR kamu dapat menyimpan informasi keuangan, dokumen hukum, pajak dan informasi kekayaan intelektual tanpa harus takut diretas, karena VDR memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

Siapkan rencana terburuk

Selalu miliki rencana A, B, C untuk segala kemungkinan terburuk terjadi. Jadi jika sistemmu terserang cybercrime, kamu tahu harus berbuat apa. Atau kamu juga bisa memilih untuk mengasuransikan keamanan siber mu. Cyber liability insurance dirancang untuk melindungi bisnismu dari ancaman cybercrime dan membantumu untuk mengajukan tuntutan hukum atas pelanggaran yang terjadi.

Baca juga: Modus Kejahatan Mengintai Konsumen Online

Sudahkah kamu memproteksi bisnismu?

 

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Business 2 Community, Entrepreneur, Black Enterprise, Smallbiztrends
TAGS
RECOMMENDATION

3 Kunci Sukses Migrasi ke Bisnis Digital

Kunci terjun ke bisnis digital adalah disiplin untuk melayani dan men-deliver apa yang ditawarkan pada media online tersebut. Awaluddin meramu tips bermigrasi ke bisnis digital dalam 3C, yakni Character, Competence, dan Courage. Yuk disimak

Minggu, 26 Agustus 2018 | 10:00 WIB
LATEST ARTICLE

KASKUS Ingin Komunitas Lebih Melek Hukum

Platform komunitas online terbesar di Indonesia, KASKUS, mengumumkan investasi pada KontrakHukum.com. Targetnya, komunitas di seluruh Indonesia bisa lebih melek hukum.

Rabu, 14 November 2018 | 15:20 WIB