LogoDIGINATION LOGO

Mau Pitching? Hindari Kesalahan Ini, ya...

Oleh Ana Fauziyah Minggu, 28 Oktober 2018 | 12:00 WIB
Share
ilustrasi pitching (shutterstock)
Share

Bukan hanya dagangan saja yang perlu dijual, lho, namun startup juga perlu dijual alias ditawarkan ke investor agar bersedia mengucurkan pendanaan segar. Memperkenalkan dan menawarkan startup kepada investor lazim disebut dengan istilah pitching. Banyak yang beranggapan bahwa pitching ini layaknya kencan pertama yang bisa menentukan arah hubungan selanjutnya. Hmm… maksudnya bagaimana, tuh?

Yap, untuk melakukan pitching, kamu harus tampil percaya diri tanpa sombong, mudah didekati tanpa terlihat putus asa, bersemangat tapi tidak mendominasi. Agar pitchingmu berkesan dan menarik investor, kamu perlu mempersiapkan beberapa hal, termasuk berjaga-jaga agar tidak melakukan kesalahan.

Lalu apa saja sih kesalahan yang sering dilakukan founder startup saat pitching? Ini beberapa kesalahan yang umum dilakukan saat pitching yang telah Digination.id rangkum untukmu.

Baca juga: Investasi Startup Indonesia Capai 39,8 Triliun pada Tahun 2017

  1. Struktur cerita kurang bagus

Kesalahan pertama yang sering dilakukan saat pitching adalah struktur cerita kurang bagus. Cerita adalah bagian penting saat mengenalkan diri kepada orang lain, apalagi saat pitching. Kamu sedang "menjual diri" kepada investor. Agar investor mengerti apa dan seperti apa bisnis yang sedang kamu bangun, ceritakan dengan struktur cerita yang runtut, jelas, dan mudah dipahami.

menceritakan ide di setiap kesempatan (shutterstock)

  1. Terlalu banyak informasi yang disampaikan

Pitching biasanya dilakukan dalam waktu yang singkat dan terbatas, karena itu kamu harus menyusun presentasi dengan tepat dan proporsional. Minimalkan penjelasan yang tidak penting dan fokus pada bagian-bagian potensi dan kekuatan startupmu. Jangan berikan informasi yang multitafsir sehingga membuka peluang kesalahpahaman, juga tidak berlebihan pada detil-detil yang tidak perlu.

Baca juga: Kenapa Startup Unicorn Indonesia Ogah Go Public?

  1. Riset yang tidak mendalam

Melakukan pitching di depan investor berarti kamu harus mengenal seluk beluk startup dari A sampai Z. Karenanya, kamu harus melakukan riset yang cukup mendalam mengenai ide startupmu, bisnis yang sedang dijalani, profil pesaing, profil investor yang sedang kamu hadapi, serta potensi apa yang dimiliki startupmu untuk berkembang. Semakin dalam kamu memahani bisnismu, semakin besar ketertarikan investor untuk menyokongmu.

  1. Kurang latihan presentasi

Kesalahan selanjutnya dalam melakukan pitching adalah kurangnya latihan presentasi. Sebelum melakukan pitching, ada baiknya kamu melakukan latihan presentasi berulangkali. Latihan ini bermanfaat untuk membuatmu terbiasa berbicara di depan banyak orang tanpa rasa canggung. Dengan sering-sering berlatih, kamu akan menjadi pembicara yang luwes dan menguasai materi presentasi di luar kepala.

Siap pitching?

Baca juga: Travel Startup, Cari Peluang Sekaligus Beri Manfaat

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur, Business Collective, Capital Pilot
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB