LogoDIGINATION LOGO

Kolaborasi Dunia Pendidikan-Usaha Lahirkan Ahli Analis Data

Oleh Alfhatin Pratama Kamis, 11 Oktober 2018 | 08:20 WIB
Share
ilustrasi proses dan analisis informasi (Shutterstock)
Share

Tuntutan hidup di era digital semakin tinggi dan tidak dapat dielakkan. Pada sektor pendidikan, para mahasiswa mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan teknologi dan melek digital. Untuk menjawab tuntutan tersebut, TIBCO Software Inc., perusahaan penyedia perangkat lunak komputasi awan, melakukan berbagai kolaborasi dengan institusi pendidikan di Indonesia.

Bulan Februari 2018, perusahaan asal California, Amerika Serikat itu menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat. Tepat 10 Oktober 2018 kemarin, mereka juga menandatangani MoU dengan Sekolah Sistem Informasi Binus University, Jakarta dan PT. PhinCon, perusahaan konsultan dan layanan Teknologi Informasi (TI) yang bermitra dengan Binus University.

Kolaborasi antar tiga pihak ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan di bidang data analitik melalui kelas kuliah tamu, modul pelatihan yang relevan, seminar, dan networking dengan para ahli khususnya yang mengambil kajian Sistem Informasi. Bentuk nyata dari kolaborasi ini berupa pembukaan kesempatan yang luas bagi para mahasiswa  dalam program magang, pengembangan karir, dan pembuatan proyek data analitik tingkat lanjut.

Baca juga: Jamkrindo dan Semen Baturaja Kerjasamakan Penjaminan Suretyship Online

ilustrasi pengambilan keputusan berdasarkan analisis data (Shutterstock)

Melissa Ries, Manajer Umum Asia Pasifik dan Jepang, TIBCO Software Inc., menyatakan, "Bisnis digital sudah mulai menyadari kekuatan data analitik. Hal ini membentuk dan mengubah cara mereka berinteraksi dengan pelanggan agar dapat tetap kompetitif. Khususnya di Indonesia, yang merupakan salah satu pasar konsumen dengan pertumbuhan paling cepat di dunia". Menurutnya, dengan adanya kolaborasi ini, pelajar menjadi siap untuk menghadapi realita dunia bisnis digital dan dapat menerapkan konsep-konsep data analitik secara praktis.

Dr. Yohannes Kurniawan, S.Kom., SE, MMSI., Dekan Sekolah Sistem Informasi BINUS University mengamininya, "Teknologi digital memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, namun pertumbuhannya masih terhambat oleh kesenjangan data dan teknologi yang sangat luas."

Lebih lanjut Yohannes juga menyatakan, "Kolaborasi yang erat antara Universitas dan perusahaan sangat diperlukan untuk membantu mengembangkan bakat mahasiswa. Dengan adanya kolaborasi ini, kami juga dapat memastikan bahwa mahasiswa kami dilengkapi dengan keterampilan yang tepat untuk mendukung tujuan bisnis digital di masa depan."

Baca juga: Sasar Indonesia, uCast Bekerjasama Dengan MIX Network

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: press release priority consultans
TAGS
RECOMMENDATION

Ternyata Ada Model Digital Juga, Lho

Bermunculannya model-model digital menjadi alternatif bagi pemegang merek fesyen untuk memotong budget promosinya.

Kamis, 27 September 2018 | 11:30 WIB
LATEST ARTICLE

Dekorasi Interior ala Living Loving

Mendekorasi rumah atau interior ruangan ternyata gampang-gampang susah. Living Loving berbagi untuk itu...

Selasa, 16 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Berani Gagal dan Percayailah Ide Gilamu

Berstatus mahasiswa bukan alasan untuk tidak berbisnis, justru di usiamu yang masih muda tersebut adalah saat yang tepat untuk memulai jadi entrepreneur

Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:20 WIB

IMF-WBG Luncurkan Digital Economy for All

2018 Annual Meeting IMF-WBG meluncurkan inisiatif Digital Economy for All (DE4All) karena ekonomi digital dianggap sangat penting di tengah masifnya perkembangan teknologi

Senin, 15 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Belajar dari 5 Produk Gagal Google

Google akan menutup Google Plus, satu lagi produk gagal dari raksasa internet tersebut. Apa yang bisa kita pelajari?

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Bisnis Jam Tangan Semen Dimulai dari Tidak Peduli

"Kami bisa menumpahkan segalanya, terlebih keegoisan dan pengetahuan kami, ke dalam produk dan membuat sesuatu tanpa peduli siapapun" ujar Restu Irwansyah Setiawan, salah satu pendiri Lakanua.

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 13:00 WIB

Salah Cari Partner Bisnis? Awas Bubar di Tengah Jalan

"Partner harus sangat tahu ide dan visi kamu itu seperti apa. Karena banyak kejadian saat partner dapat salah visi, salah komunikasi di tengah jalan, bubar," kata Christian Sugiono.

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 08:50 WIB