LogoDIGINATION LOGO

Yuk Jadi Studentpreneur Sekarang Juga!

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Kamis, 11 Oktober 2018 | 11:20 WIB
Share
Ilustrasi Studentpreneur (Shutterstock)
Share

Menjadi entrepreneur bisa dimulai kapan saja, sejak masih menjadi pelajar atau mahasiswa sekalipun. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi bagi kamu yang masih studi, mungkin akan berpikir dua kali bila terjun ke dunia wirausaha.

Nyatanya, banyak pengusaha sukses yang memulai usahanya dari bangku perkuliahan, tanpa harus mengesampingkan studinya. Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang bagi setiap orang untuk memulai petualangan barunya sebagai entrepreneur.

Melansir laman entrepreneur.com, berikut beberapa tips bagi calon studentpreneur dari Nimrod Klayman, pemrakarsa inkubator startup yang bekerja sama dengan Universitas Queensland, Australia dalam program UQ Idea Hub.

Baca juga: Mahasiswa Ohio State University Jadi Investor Startup

Ide harus segera dieksekusi

Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berfikir, segera mulai bisnismu, pada akhirnya semua akan berkembang dengan sendirinya. Dalam menjalankan suatu usaha, hal yang paling penting adalah eksekusi. Faktanya, tidak ada startup yang core product-nya sama dengan produk pertamanya.

Pitching

Klayman mengajak para studentpreneur-nya untuk selalu tampil percaya diri saat proses pitching, mempresentasikan ide, produk atau startupnya. Hal ini sangat penting, karena dirimu adalah representasi startupmu. "Semakin banyak berlatih, kamu akan semakin baik," tambahnya.

Pelanggan adalah Raja

Tetap dekat dengan pelanggan adalah kunci ketiga. Selalu jelaskan rincian produk pada konsumen dan mintalah feedback tentang hal yang dia suka, kecocokan harga dan lain sebagainya. "Sejumlah studentpreneur lebih menyukai produknya dari pada para pelangganya, itu adalah kesalahan," ujar Klayman. "Jika pelanggan tidak menyukai produkmu, maka kamu memiliki masalah."

Baca juga: Mahasiswa, Jangan Takut Jadi Pengusaha Industri Kreatif

iliustrasi mahasiswa (Shutterstock)

Money matters

Mulai dengan modal sendiri. Klayman menyarankan untuk menghindari modal dari investor, karena investor dapat mempengaruhi jalannya perusahaan. Banyak studentpreneur mengira dengan mendapatkan modal sebanyak-banyaknya merupakan suatu prestasi. Perlu digarisbawahi bahwa mendapatkan modal sebanyak-banyaknya akan baik ketika benar-benar dibutuhkan, bukan hanya untuk pencapaian saja.

"Cobalah untuk memulai dengan modal sendiri, karena investor memiliki kecenderungan  menyetir perusahaan ke arah yang mereka inginkan," tambahnya. 

Networking

Jangan hanya diam, keluarlah berjejaring dan mencari peluang. Membangun network dengan industri, pengusaha atau orang-orang lainnya yang terkait bisnismu sangatlah berguna. "Berjerjaringlah dengan industri, pengusaha dan orang-orang lain. Ambil pendapat mereka," katanya.

Enjoy

Lulusan Tel Aviv University ini juga menyarankan untuk selalu enjoy dengan apapun yang dilakukan sebagai entrepreneur. Untuk menjadi entrepreneur butuh dedikasi tinggi, lebih dari sekadar menjadi pekerja biasa. "Kamu bisa menghabiskan 14-16 jam kerja, jika kamu tidak menikmatinya, tentu mengangkan," tuturnya.

Baca juga: Ciptakan Aplikasi Bagi Pasien Tuberkulosis, Mahasiswa UII Raih Penghargaan di Taiwan

Beristirahat

Kertika menyadari bahwa startup yang kamu bangun akan gagal, maka berhentilah sesegera mungkin. Tidak hanya kamu yang mengalami kegagalan, banyak pengusaha yang juga merasakannya.

Klayman membagikan pengalamannya saat mendirikan Wizzyboard, "Saya membuat Wizzyboard selama 3 tahun. Tapi sampai saat itu tidak ada kemajuan seperti yang saya inginkan. Seharusnya saya melihat tanda tersebut dan meninggalkannya lebih cepat."

Wizzyboard merupakan startup yang fokus dalam pengembangan teknologi game online.

Gagal adalah Langkah untuk Maju

Setiap kali kegagalan datang, itu merupakan kesempatanmu untuk berbuat lebih baik lagi. Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan, namun jangan pernah menyerah dan takut untuk gagal. Belajarlah dari kegagalan karena hal itu dapat membuatmu tahu apa yang dibutuhkan untuk meraih sukses di masa depan.

"Gagal bukan masalah, berhentilah dan mulai sesuatu yang lain," tutupnya. 

Tertarik menerapkan tips di atas? Sukses, ya!

Baca juga: Zhilan, Mahasiswa Plus Tukang Gembala Kekinian

 

 

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur
TAGS
RECOMMENDATION

3 Tantangan Utama Pebisnis Lokal

Ekonomi akan terus tumbuh dan menguat. Hal ini tentu saja akan berdampak pada bisnis lokal. Apa saja yang akan berubah?

Kamis, 23 Agustus 2018 | 16:15 WIB
LATEST ARTICLE

Dekorasi Interior ala Living Loving

Mendekorasi rumah atau interior ruangan ternyata gampang-gampang susah. Living Loving berbagi untuk itu...

Selasa, 16 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Berani Gagal dan Percayailah Ide Gilamu

Berstatus mahasiswa bukan alasan untuk tidak berbisnis, justru di usiamu yang masih muda tersebut adalah saat yang tepat untuk memulai jadi entrepreneur

Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:20 WIB

IMF-WBG Luncurkan Digital Economy for All

2018 Annual Meeting IMF-WBG meluncurkan inisiatif Digital Economy for All (DE4All) karena ekonomi digital dianggap sangat penting di tengah masifnya perkembangan teknologi

Senin, 15 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Belajar dari 5 Produk Gagal Google

Google akan menutup Google Plus, satu lagi produk gagal dari raksasa internet tersebut. Apa yang bisa kita pelajari?

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Bisnis Jam Tangan Semen Dimulai dari Tidak Peduli

"Kami bisa menumpahkan segalanya, terlebih keegoisan dan pengetahuan kami, ke dalam produk dan membuat sesuatu tanpa peduli siapapun" ujar Restu Irwansyah Setiawan, salah satu pendiri Lakanua.

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 13:00 WIB

Salah Cari Partner Bisnis? Awas Bubar di Tengah Jalan

"Partner harus sangat tahu ide dan visi kamu itu seperti apa. Karena banyak kejadian saat partner dapat salah visi, salah komunikasi di tengah jalan, bubar," kata Christian Sugiono.

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 08:50 WIB