LogoDIGINATION LOGO

Bisnis Permainan yang Bukan Main-Main

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Senin, 8 Oktober 2018 | 11:20 WIB
Share
Ilustrasi game (Shutterstock)
Share

Bisnis board game, mulai dilirik sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Technavio, perusahaan riset pasar meramalkan bahwa pasar board game global akan menyumbang CAGR (Compound Annual Growth Rate/ Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan) 23% selama periode 2018-2022. Cukup menarik. Dalam laporannya, Technavio juga menganalisa perubahan pola permainan dari offline ke digital menjadi faktor kunci yang berpengaruh pada pertumbuhan pasar board game global.

Perkembangan board game dalam aplikasi juga menjadi fenomena. Ide mengembangkan hal ini muncul karena pengguna smartphone terus meningkat. Meskipun bermain melalui smartphone tidak seseru bermain langsung, setidaknya hal ini dapat memberikan pilihan tanpa harus meninggalkan permainan itu sendiri.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, beberapa perancang permainan ini mulai mengembangkan gamenya dan menjadikan aplikasi seluler sebagai bagian pemainan. Contoh board game berbasis aplikasi seperti The Settlers of Catan, Galaxy Trucker, Exploding Kittens, Elder Sign: Omes. Pengintegrasian board game offline dengan aplikasi seluler diharapkan dapat menjembatani kesejangan yang terjadi antara board game offline dengan digital games.

Baca juga: Nih Dia, 8 Board Game Unggulan Indonesia di Pameran Internasional!

Hampir setiap orang pasti pernah bermain board game. Seiring berjalannya waktu, permainan ini berevolusi. Permainan tradisional seperti Scrabble dan Monopoli telah diperbarui untuk menangkap tren pasar. Kata-kata yang dihimpun dalam perminan Scrabble, misalnya, sekarang tidak hanya menggunakan kosa kata yang berasal dari kamus saja melainkan juga mengambil istilah-istilah internet yang sedang berkembang dan menjadi tren saat ini.

Technavio juga melaporkan analisanya bahwa tipe produk tabletop board game mendominasi 63% pasar. Namun pada tahun 2022, segmen ini diperkirakan mengalami penurunan lebih dari 3%, sementara tipe board game kartu dan dadu diperkirakan mengalami peningkatan lebih dari 4%.

Pada tahun 2017, wilayah Eropa, Timur tengah dan Afrika menyumbang 51% pangsa pasar board game global, diikuti Amerika dan wilayah Asia Pasifik. Dengan meningkatnya popularitas board game, diperkirakan pangsa pasar Asia Pasifik akan mengalami peningkatan sampai 2% hingga tahun 2022.

Tertarik terjun ke bisnis ini?

Baca juga: Sudah Main Board Game Hari Ini?

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Businesswire
TAGS
RECOMMENDATION

3 Kunci Sukses Migrasi ke Bisnis Digital

Kunci terjun ke bisnis digital adalah disiplin untuk melayani dan men-deliver apa yang ditawarkan pada media online tersebut. Awaluddin meramu tips bermigrasi ke bisnis digital dalam 3C, yakni Character, Competence, dan Courage. Yuk disimak

Minggu, 26 Agustus 2018 | 10:00 WIB
LATEST ARTICLE

Dekorasi Interior ala Living Loving

Mendekorasi rumah atau interior ruangan ternyata gampang-gampang susah. Living Loving berbagi untuk itu...

Selasa, 16 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Berani Gagal dan Percayailah Ide Gilamu

Berstatus mahasiswa bukan alasan untuk tidak berbisnis, justru di usiamu yang masih muda tersebut adalah saat yang tepat untuk memulai jadi entrepreneur

Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:20 WIB

IMF-WBG Luncurkan Digital Economy for All

2018 Annual Meeting IMF-WBG meluncurkan inisiatif Digital Economy for All (DE4All) karena ekonomi digital dianggap sangat penting di tengah masifnya perkembangan teknologi

Senin, 15 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Belajar dari 5 Produk Gagal Google

Google akan menutup Google Plus, satu lagi produk gagal dari raksasa internet tersebut. Apa yang bisa kita pelajari?

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Bisnis Jam Tangan Semen Dimulai dari Tidak Peduli

"Kami bisa menumpahkan segalanya, terlebih keegoisan dan pengetahuan kami, ke dalam produk dan membuat sesuatu tanpa peduli siapapun" ujar Restu Irwansyah Setiawan, salah satu pendiri Lakanua.

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 13:00 WIB

Salah Cari Partner Bisnis? Awas Bubar di Tengah Jalan

"Partner harus sangat tahu ide dan visi kamu itu seperti apa. Karena banyak kejadian saat partner dapat salah visi, salah komunikasi di tengah jalan, bubar," kata Christian Sugiono.

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 08:50 WIB