LogoDIGINATION LOGO

Investasi Masih Nunggu Nanti?

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Kamis, 4 Oktober 2018 | 11:30 WIB
Share
Iilustrasi Millenials (shutterstock)
Share

Dreamdelion Indonesia, yayasan sosial non profit yang fokus pada pengembangan masyarakat, berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bareksa, marketplace reksa dana online, menyelenggarakan seminar bertajuk "Millenials Fun(d) Talks: Investasi Masih Nunggu Nanti?" pada Sabtu (29/9) lalu di Swiss Belhotel Pondok Indah, Jakarta.

Seminar sekaligus kelas ini merupakan bagian dari usaha Dreamdelion meningkatkan capacity building relawannya dan juga untuk millenials lainnya, agar lebih memahami investasi secara aman dan sehat sejak muda. Tak main-main, pembicara yang dihadirkan adalah Bimahyunaidi Umayah, Kepala Bagian Pemantauan dan Analisis Laporan Pengelolaan Investasi, Direktorat Pengelolaan Investasi, OJK dan Putu Kurniasari, Head of Research, Bareksa.

Dalam seminar ini, OJK mengajak para millenials untuk segera mulai melakukan investasi, mempersiapkan diri menghadapi inflasi dan merencanakan keuangan agar lebih terencana untuk keperluan dimasa depan nantinya. "Kita harus mulai (investasi) dari sekarang, untuk mempersiapkan masa depan," ujar Bimahyunaidi Umayah.

Baca juga: Investasi Apa yang Cocok Buatmu?

dari Kiri ke Kanan: Bimahyunaidi Umayah/OJK, Putu Kurniasari/Bareksa, Diana Hemas Sari/Moderator ((d

Millennial atau biasa juga disebut generasi Y disebut-sebut memiliki kecenderungan untuk berperilaku konsumtif. Hal tersebut terlihat dari gaya hidup yang dimiliki, mulai dari kebiasaan nongkrong di coffeshop, memakai barang-barang bermerek, suka traveling dan lain sebagainya. Sayangnya, ada satu hal yang luput dari millennials untuk mengimbangi perilakunya, yaitu investasi. 

Untuk itu, millenials membutuhkan instrumen investasi aman untuk memaksimalkan pendapatannya, salah satu pilihannya adalah reksa dana. Reksa dana dinilai cocok bagi millenials untuk memulai investasi selain karena mudah dan murah juga aman karena dikelola langsung oleh manajer investasi profesional berlisensi dan diawasi oleh OJK.

"Reksa dana cocok untuk millenials karena tidak membutuhkan dana yang banyak untuk memulai dan menjadi area yang tepat untuk belajar investasi," tambah Bima.

Baca juga: Begini Kebiasaan Belanja Millenials

Putu Kurniasari, Head of Research Bareksa juga menegaskan banyak millenials belum sadar bahwa mereka telah mengalami losing money karena tidak melakukan diversifikasi pendapatan selain menabung. Padahal dengan dana mulai dari Rp100 ribu, setara dengan 3 gelas kopi di brand ternama yang sering dibelinya, millenials bisa berinvestasi di reksa dana yang keuntungannya akan meningkat setiap tahun. 

"Banyak millenials yang losing money, dengan reksa dana kami ingin menumbuhkan pendapatan millenials. Mulai dari 100 ribu atau bahkan melalui Bukalapak atau Tokopedia yang bekerjasama dengan Bareksa, bisa dimulai dengan Rp10 ribu, millenials sudah bisa berinvestasi," ujar Putu.

Acara Dreamdelion x OJK: Millenials Fun(d) Talks (dok. Dreamdelion)

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB