LogoDIGINATION LOGO

Startup Go Public? Kenapa Nggak?

Oleh Desy Yuliastuti Rabu, 12 September 2018 | 16:30 WIB
Share
ilustrasi investasi (Shutterstock)
Share

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan platform GSI (Go Startup Indonesia), Kamis, (6/9). GSI merupakan semangat dan gerakan bersama untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem yang kondusif bagi startup (perusahaan rintisan) di Indonesia, khususnya pada sektor ekonomi kreatif. GSI dapat pula diterjemahkan sebagai “Government Support for startups in Indonesia”.

Platform GSI ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Bekraf dan BEI pada April 2018 tentang program IDX Incubator. Hal ini sebagai bentuk dukungan dan pengembangan bagi startup ekonomi kreatif untuk mendorong akses permodalan dengan Go Public.

Pada tahap awal, founder dari perusahaan rintisan lebih fokus pada aspek teknis dibandingkan dengan aspek manajerial, administrasi dan keuangan. Oleh karena itu, platform GSI akan mendorong financial literacy for startup sehingga arah dan pengembangan bisnis startup sudah dirancang sejak awal.

“Dalam mengimplementasikan nota kesepahaman tersebut, Bekraf meluncurkan platform GSI – Go Startup Indonesia yang merupakan suatu semangat dan gerakan bersama untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem yang kondusif bagi startup di Indonesia, khususnya pada sektor ekonomi kreatif di berbagai tingkatan siklus usaha rintisannya,” kata Triawan Munaf, Kepala Bekraf.

Peluncuran Platform Go Startup Indonesia, Kamis (6/9) di Main Hall Ground Floor, Gedung BEI.

Genjot Pertumbuhan Unicorn

Menjadi Unicorn seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak tentunya merupakan harapan dan impian setiap startup. Namun, hal tersebut sangat sulit untuk direplika atau ditiru oleh startup lain. Belajar dari pengalaman di negara lain dimana terdapat startup yang Go Public, GSI melalui program CreaX (Creative Exchange for Startup) mencoba memberikan alternatif Go Public sebagai salah satu solusi akses permodalan bagi perusahaan rintisan. CreaX juga menjadi pendorong bagi startup untuk scale up dengan menjadi perusahaan terbuka di bursa.

Dalam upaya mencari talent baru dan startup yang dapat di scaling up, Bekraf melalui platform GSI akan melakukan roadshow ke beberapa kota besar di tanah air untuk memberikan mentoring dan kompetisi pitching di kalangan komunitas startup.

Selain itu, platform GSI juga fokus mendorong tumbuhnya jumlah investor lokal untuk berinvestasi pada startup lokal yang memiliki prospek yang baik. Melalui Investor Relation Unit, edukasi terhadap investor juga menjadi perhatian dari GSI.Hal ini mengingat investasi pada startup memiliki risiko dan karakteristik yang berbeda dengan investasi pada sektor riil.

Platform ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor yang berinvestasi dan bertransaki di pasar modal selain mendorong semakin banyak startup yang akan melantai di bursa. Informasi lengkap tentang GSI ini bisa kamu dapatkan di website resmi Go Startup Indonesia.

Tertarik Berinvestasi?

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Bekraf.go.id
TAGS
RECOMMENDATION

Go-Jek Ancang-Ancang Melantai di Bursa Saham

Chief Executive Officer (CEO) Gojek Indonesia, Nadiem Makarim mengatakan Go-Jek terus berencana melakukan ekspansi, salah satunya dengan menjadi perusahaan publik

Jumat, 29 Desember 2017 | 04:11 WIB
LATEST ARTICLE

KASKUS Ingin Komunitas Lebih Melek Hukum

Platform komunitas online terbesar di Indonesia, KASKUS, mengumumkan investasi pada KontrakHukum.com. Targetnya, komunitas di seluruh Indonesia bisa lebih melek hukum.

Rabu, 14 November 2018 | 15:20 WIB