LogoDIGINATION LOGO

Teknologi Ini Bakal Rombak Total Sistem Logistik

Oleh Ana Fauziyah Sabtu, 8 September 2018 | 13:20 WIB
Share
ilustrasi (Shutterstock)
Share

Kecerdasan buatan (artificial intelligence) termasuk machine learning saat ini menjadi teknologi yang terus dieksplorasi pemanfaatannya di berbagai bidang, tidak terkecuali di bidang logistik dan transportasi.  Banyak perusahaan logistik terkemuka di dunia sudah memanfaatkan kecerdasan buatan dan machine learning untuk melakukan otomatisasi agar semua berjalan cepat, praktis, terintegrasi dan tersinkronisasi. Teknologi ini juga dipercaya mampu merevolusi dunia logistik di masa mendatang.

Penelitian yang dilakukan Forbes Insights menunjukkan bahwa 65% eksekutif senior di perusahaan-perusahaan logistik dan transportasi percaya bahwa industri yang mereka geluti saat ini sedang bergerak menuju era otomatisasi, didukung oleh inovasi kecerdasan buatan dan machine learning.

Dengan adanya otomatisasi dalam sistem logistik, semua informasi mengenai lokasi gudang, ketersediaan barang, biaya, operator, kendaraan, personil, kurir, pelacakan pengiriman dan lain sebagainya bisa terintegrasi. Hal ini tentu saja akan memudahkan proses, mengoptimalkan biaya dan memangkas waktu.

Baca juga: Machine Learning Akan Jadi Teknologi Terpenting di Masa Depan

“Kecerdasan buatan dan machine learning dapat dimanfaatkan untuk membuat keputusan terbaik dalam sistem logistik dan transportasi. Bukan hanya untuk perencanaan strategis dan sumber daya secara keseluruhan, tapi juga untuk pengambilan keputusan secara real-time,” jelas John Langley, direktur pengembangan di Center for Supply Chain Research di Penn State’s Smeal College of Business, seperti dikutip dari Forbes.

Penerapan kecerdasan buatan dalam sistem logistik secara praktis misalnya adalah meng-input dan mengolah data, menyisir ribuan rute, memilih rute tercepat dan terbaik, serta mengatur jadwal pengiriman. Dalam praktiknya, karyawan membutuhkan 10 menit atau lebih untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut. Namun dengan kecerdasan buatan, pekerjaan tersebut bisa diselesaikan hanya dalam dua atau tiga detik saja.

Kecerdasan buatan juga mampu memprediksi kebutuhan transportasi, menentukan kapan kendaraan mungkin memerlukan perawatan berkala sebagai pencegahan, sehingga menghindari kerusakan atau kecelakaan, serta mengurangi risiko gagal mengirim paket yang bisa mengecewakan konsumen.

Bukan hanya variabel-variabel tersebut di atas yang bisa dilakukan oleh kecerdasan buatan. Teknologi ini masih punya potensi yang luas dan terus berkembang untuk pemanfaatan dalam sektor logistik dan transportasi. Banyak pengamat menilai bahwa masa depan logistik akan sangat berbeda dengan yang sekarang seiring makin berkembangnya inovasi kecerdasan buatan dan machine learning. Kita tunggu saja seperti apa.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Forbes
TAGS
RECOMMENDATION

Bagaimana Bisnis Logistik Masa Depan?

Penggunaan drone, robot, mobility apps, truk tanpa awak hingga artificial intelligence dimungkinkan terjadi di masa depan untuk mengatasi permintaan pengiriman logistik yang terus meningkat setiap tahunnya.

Selasa, 4 September 2018 | 11:30 WIB
LATEST ARTICLE

KASKUS Ingin Komunitas Lebih Melek Hukum

Platform komunitas online terbesar di Indonesia, KASKUS, mengumumkan investasi pada KontrakHukum.com. Targetnya, komunitas di seluruh Indonesia bisa lebih melek hukum.

Rabu, 14 November 2018 | 15:20 WIB