LogoDIGINATION LOGO

Bisnis Logistikmu Pasti Kinclong Karena 5 Hal ini...

Oleh Aulia Annaisabiru Selasa, 11 September 2018 | 17:05 WIB
Share
Ilustrasi Digitalisasi Bisnis Logistik (Shutterstock)
Share

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar 'digitalisasi bisnis logistik'? Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), atau big data? Yap, beberapa dekade terakhir, perusahaan-perusahaan logistik sedang berlomba-lomba untuk mendigitalisasi bisnisnya dengan teknologi mutakhir masa kini. Digitalisasi dianggap dapat membantu proses supply chain lebih efisien dan hemat. 

Disisi lain Gartner, perusahaan riset teknologi informasi asal Amerika, mengingatkan bahwa digitalisasi juga memberikan tantangan baru bagi perusahaan logistik yang harus cepat beradaptasi dengan perdagangan global yang terus berubah.

Berani terima tantangan ini? Eits, jangan lupa perhatikan 5 hal ini, ya...

1. Memanfaatkan teknologi track-and-trace

Permintaan untuk men-track proses pengiriman secara real-time sangat tinggi. Sekarang, konsumen tidak cukup hanya diberi informasi tentang waktu barang diambil dan menunggu barangnya datang. Kemampuan untuk memanajemen risiko, track and trace, dan kerjasama dengan pihak berwenang terus diterapkan agar konsumen dapat mengecek apa yang terjadi pada barang yang dipesannya secara real time.

Baca juga: 10 Perusahaan Logistik Terbaik Dunia 2018

2. Penggunaan RFID (Radio-Frequency IDentification), bluetooth, dan printer 3D

RFID (Radio-frequency Identification) dan bluetooth digunakan untuk mengiventarisasi dan melacak pergerakan barang. Sedangkan, printer 3D akan menghasilkan sensor tags yang dapat dibaca sebagai panduan perlakuan pada barang. Global system for mobile communication (GSM) dan satelit dapat dimanfaatkan untuk memantau pergerakan kapal pengangkut barang logistik dan sensor kapal dapat digunakan untuk memantau kinerja mesin. Semua teknologi ini jika digabungkan akan membantu perusahaan mendapatkan visibilitas yang lebih baik pada supply chain, logistik dan jaringan transportasi.

ilustrasi oleh Shutterstock

 3. Penggunaan Robot dalam Gudang

Penggunaan robot dalam bisnis logistik bukan lagi suatu hal yang mustahil. Evolusi teknologi dengan penggunaan robot dapat menjadi solusi otomatisasi. Dalam beberapa kasus, otomatisasi dapat mengurangi kerja manusia sebagai penggerak utama. Dengan otomatisasi, investasi modal awal dimungkinkan bisa lebih rendah dan meningkatkan laba yang didapat.

Baca juga: Bagaimana Bisnis Logistik Masa Depan?

4. Transparansi 

Strategi memanfaatkan teknologi digital dalam perusahaan diperlukan untuk meningkatkan daya saing. Pemanfaatan Internet of Things (IoT), big data, dan analitik data perlu dimaksimalkan karena industry 4.0 memiliki signifikasi yang besar dalam bisnis supply chain global. Digitalisasi didorong untuk menjadikan segala proses logistik transparan, mulai dari informasi, pemasok bahan baku hingga pengangkutan barang.

5. Persaingan Kompetitif dalam Digitalisasi Supply Chain

Pada dua tahun terakhir, perusahaan-perusahaan logistik sedang berlomba-lomba menginvestasikan uangnya dalam mendigitalisasi bisnis. Pada gilirannya hal ini akan memberikan keunggulan kompetitif pada perusahaan logistik dengan digitalisasi maksimal.

Kamu siap?

Baca juga: 10 Perusahaan Logistik Terbaik Dunia 2018

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: nowthatslogistics
TAGS
RECOMMENDATION

Dorong Digitalisasi UKM, RKB BNI Jangkau Pulau Terluar

Demi mendorong para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar mampu meningkatkan kualitas dan bisa memasarkan produknya ke pasar online, Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang diinisiasi oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menjangkau pulau

Senin, 22 Januari 2018 | 14:08 WIB

Bagaimana Bisnis Logistik Masa Depan?

Penggunaan drone, robot, mobility apps, truk tanpa awak hingga artificial intelligence dimungkinkan terjadi di masa depan untuk mengatasi permintaan pengiriman logistik yang terus meningkat setiap tahunnya.

Selasa, 4 September 2018 | 11:30 WIB
LATEST ARTICLE

KASKUS Ingin Komunitas Lebih Melek Hukum

Platform komunitas online terbesar di Indonesia, KASKUS, mengumumkan investasi pada KontrakHukum.com. Targetnya, komunitas di seluruh Indonesia bisa lebih melek hukum.

Rabu, 14 November 2018 | 15:20 WIB