LogoDIGINATION LOGO

Bahasa Indonesia Bakal Meluas di Australia

Oleh Sukindar Jumat, 11 Mei 2018 | 02:21 WIB
Share
Hannover Fairs Australia akan segera melangsungkan konferensi dan showcase startup terbesar Asia-Pasifik di International Convention Centre Sydney, Darling Harbour, tepatnya pada tanggal 15 hingga 17 Mei 2018
Share

Hannover Fairs Australia akan segera melangsungkan konferensi dan showcase startup terbesar Asia-Pasifik di International Convention Centre Sydney, Darling Harbour, tepatnya pada tanggal 15 hingga 17 Mei 2018.

Dalam acara yang berjuluk CeBIT 2018 tersebut, startup yang berfokus pada bidang teknologi dapat mengenalkan produknya kepada masyarakat dunia.

Squline, yang merupakan salah satu startup Indonesia yang fokus membawa kursus bahasa ke dalam industri digital, pun berkesempatan untuk mengenalkan Bahasa Indonesia pada acara tersebut.

Squline didapuk oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) untuk mewakili Indonesia di ajang Archipelageek CeBIT Sydney 2018 tersebut.

Setelah sebelumnya berhasil mengenalkan Bahasa Indonesia ke South by Southwest (SXSW) di Austin, Texas, dilanjutkan dengan mengenalkan kelas Bahasa Indonesia dalam layanannya, perjuangan perusahaan rintisan ini dilanjutkan ke Australia.

Bagi Squline, acara konferensi dan showcase startup di Australia tersebut sangat strategis. CEO Squline Tomy Yunus menyebutkan, tahun sebelumnya terdapat sekitar 12 % pengunjung CeBIT berasal dari bidang pendidikan.

Baca Juga:
Bahasa Indonesia Siap Mendunia

“Acara ini dapat menjadi pintu gerbang bagi Squline untuk dapat masuk ke dalam pasar Australia dimana bahasa Indonesia sendiri cukup populer di sana,” ucap Tomy Yunus.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Canberra, terdapat peningkatan jumlah masyarakat Australia yang fasih berbahasa Indonesia.

Pada umumnya, kemampuan ini diperoleh oleh masyarakat Australia pada tingkatan bangku SMA hingga bangku perguruan tinggi.

Sebagian besar dari masyarakat Australia juga berkesempatan untuk tinggal di Indonesia dengan rentang waktu bervariasi.

Melihat kondisi ini, Squline akan membawa kelas Bahasa Indonesia online miliknya ke dalam acara tersebut.

Para pengunjung acara CeBIT Australia 2018 nantinya berkesempatan untuk mencoba kelas online tersebut secara langsung melalui live video call tutoring dengan pengajar native Indonesia secara gratis.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Sst... Ini Dia Tren Artificial Intelligence Tahun 2019!

Perkembangan pesat teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tidak dapat dibendung lagi. Teknologipun berhasil masuk ke dalam segala bidang kehidupan manusia termasuk dunia bisnis. Lalu bagaimana tren AI pada tahun 2019?

Rabu, 12 Desember 2018 | 08:15 WIB

Bosan Saat Delay? Mmm, 'Jualan', Nyok!

Menunggu waktu delay tentu membosankan dan menyebalkan. Daripada buang-buang waktu percuma, kamu bisa manfaatkan waktu ini untuk mempromosikan bisnis. Kenapa, nggak?

Selasa, 11 Desember 2018 | 16:15 WIB

Perluas Jaringan Bisnis Dengan 3 Tips Ini!

Berbisnis tidak bisa dilakukan sendiri, butuh rekan untuk berkolaborasi. Tapi, apa artinya kolaborasi tanpa jaringan pertemanan yang luas?

Selasa, 11 Desember 2018 | 11:15 WIB

6 Cara Hadapi "Toxic Boss"

Punya bos yang gak enak tentu akan berpengaruh pada produktivitas dan kualitas kerja. Jangan buru-buru resign, pelajari dulu 6 hal ini

Senin, 10 Desember 2018 | 11:15 WIB

Nih, Peluang Investasi Baru: eSport!

Industri eSport menjadi sorotan para investor karena menjanjikan keuntungan yang besar dalam beberapa tahun investasi. Namun sebelum memulai investasimu di dunia eSport kamu harus mengetahui 4 hal ini.

Jumat, 7 Desember 2018 | 16:15 WIB

Aplikasi yang Bikin ODHA Tak Terkucilkan

Data tahun 2017 menunjukkan bahwa ada 36,9 juta orang hidup dengan HIV/AIDS. Stigma, diskriminasi dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini semakin memperparah keadaan

Rabu, 5 Desember 2018 | 12:19 WIB