LogoDIGINATION LOGO

3 Cara Menghidupkan Bisnis

Oleh Sukindar Senin, 16 April 2018 | 05:02 WIB
Share
Bagi sebagian orang, musik tidak hanya seni tapi juga bisnis
Share

Bagi sebagian orang, musik tidak hanya seni tapi juga bisnis. Termasuk juga bagi Beatie Wolfe, yakni seorang penulis lagu sekaligus penyanyi, wirausahawan, dan inovator.

Dalam karirnya, dia telah memulai penggabungan musik dan teknologi untuk menciptakan pengalaman mendengarkan lagu yang unik.

Dalam sesi wawancaranya dengan Aaron Price yang dimuat dalam Entrepreneur.com, Wolfe membagikan tiga hal yang dipelajari sepanjang karirnya.

Ketiga pelajaran tersebut ditujukan untuk membantu sesama pengusaha dalam membangun bisnisnya sendiri. Berikut ini ketiga pelajaran tersebut:

Watch your own pig

Kalau diterjemahkan secara harfiah mungkin akan jadi “lihat pada babimu sendiri”. Ayah Wolfe menjelaskan, perhatian utama seorang peternak adalah menggemukan babinya.

Jika kita petani dan memiliki babi, bahkan hanya dengan fokus ke babi, kita bisa memastikan bagaimana babi-babi tersebut berkembang.

Wolfe menegaskan, kita bisa melihat yang tidak bisa dilihat orang lain dan tidak ada orang yang akan memperhatikan babimu selain kamu sendiri.

Baca Juga:
Profit Bukan Tanda Sukses Startup?

Seperti halnya dalam mengembangkan bisnis. Perlu diingat bahwa tidak ada orang yang peduli dengan bisnismu, baik itu kesuksesan maupun kegagalan yang kamu alami.

Dan jika kamu ingin memiliki keberhasilan yang luar biasa dalam berwirausaha, maka kamu perlu harus memberikan perhatian paling besar ke babi-babimu, sebagaimana pun bentuk babimu.

Berkolaborasi dengan Orang yang Tepat

Berkolaborasi dengan orang lain merupakan hal yang cukup penting dalam meraih kesuksesan di industri apapun. Namun tentunya, harus dilakukan dengan orang-orang yang tepat.

Lalu bagaimana menilai orang tersebut tepat atau tidak untuk diajak berkolaborasi? Ada tiga kriteria yang bisa digunakan untuk menilainya.

Tiga kriteria tersebut adalah saling menghormati, saling mengagumi, dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Baca Juga:
Jurus Melejitkan Startup Lewat Meja Makan

Bahkan Wolfe mencontohkan, kolaborasinya dengan Bell Labs dalam Program EAT tidak hanya didasarkan pada bisnis, tapi juga karena dia menyukai mereka, inspirasi yang mereka berikan, dan mereka dalam jalan yang sama.

Selain itu, kolaborasi di tahap awal bisnis bisa menjadi kolaborasi untuk selamanya. Wolfe mengingatkan untuk berhati-hati dalam melakukannya.

Bicaralah!

Bekerja sama dengan orang di luar industri yang ditekuni, membuat beberapa orang dari kita cenderung untuk tunduk pada penilaian dari para ahli.

Namun, jika kamu memiliki perasaan atau visi yang kuat untuk dilakukan, maka sebaiknya kamu juga harus mengutarakannya.

Bahkan bagi Wolfe, kamu akan dapat menambah banyak hal, termasuk ke dalam bidang yang tidak kamu kuasai, dengan visi seperti itu.

Meskipun dengan hal ini akan memicu perbedaan sudut pandang dan beberapa perdebatan, namun kamu bisa menciptakan metode yang tepat dan efektif dalam menyelesaikan beberapa hal.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur
TAGS
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB