LogoDIGINATION LOGO

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ditantang Bangun Ekonomi Digital

Oleh Desy Yuliastuti Kamis, 12 April 2018 | 14:58 WIB
Share
Para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Tiongkok ditantang untuk kembali ke Indonesia dan ikut membangun ekonomi digital di Indonesia
Share

Para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Tiongkok ditantang untuk kembali ke Indonesia dan ikut membangun ekonomi digital di Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di hadapan peserta Seminar Unplugged bertemakan S.I.D.E (Startup, Inovation, Digital, Entrepreneur) di Beijing, Tiongkok, Sabtu (7/4/2018).

Melalui video conference Menkominfo mengajak mahasiswa Indonesia yang belajar di Tiongkok kembali ke Indonesia untuk mengembangkan start up di Indonesia.

"Jadi kawan-kawan yang belajar di Tiongkok, kembali ke Indonesia bisa kembangkan start up. Kiblat kita sekarang ke Tiongkok. Belajarlah semaksimal mungkin, tidak hanya di perguruan tinggi tapi juga perusahaan yang ada di sana. Semaksimalnya, setelah itu kembali ke Indonesia," ujar Rudiantara.

Menkominfo menyatakan era saat ini merupakan masa ekonomi digital. Semua bisnis, terutama e-commerce dan yang ada kaitannya dengan proses baru memanfaatkan teknologi berbasis internet. Pemerintah Indonesia pun telah melakukan antisipasi perkembangan ekonomi digital dan era Industri 4.0.

Baca juga: 5 Anak Muda Indonesia Ini “Pulang Kampung” Demi UMKM

"Di Indonesia, terjadi perubahan ekonomi, yang tadinya berbasis komoditas ke ekonomi berbasis services. Apalagi pemanfaatan teknologi digital untuk create ekonomi baru. Dalam hal ini kita bicara soal e-commerce atau platform aplikasi yang menghasilkan tantangan baru ekonomi kita," jelas Rudiantara.

Mengenai potensi ekonomi digital di Indonesia, Menteri Rudiantara menyebutkan saat ini Indonesia sudah ada empat unicorn yang berkembang dari start up, yaitu GoJek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

"Kalau jadi start up pasti cita-citanya jadi unicorn, kita (Pemerintah Indonesia) ingin punya banyak unicorn. Kita ingin seperti Amerika dan Tiongkok yang punya ratusan unicorn," ucap Rudiantara.

Selain target unicorn, Menkominfo menjelaskan tujuah besar pengembangan e-commerce di Indonesia. "Kita punya obyektif besar, USD 130 Miliar dolar Tahun 2020. Angka itu 11% dari ekonomi kita dihitung dari market exchange rate. Diperkirakan ekonomi kita nantinya mencapai USD 1,2 Triliun," ungkap Rudiantara.

Untuk mewujudkan itu, Menkominfo mengakui pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, namun melibatkan seluruh ekosistem ekonomi digital.

"Pemerintah bekerja sama dengan ekosistem, dengan teman-teman yang di lapangan untuk membuat arah atau Peta Jalan e-Commerce Indonesia yang sudah dituangkan dalam Peraturan Presiden," pungkasnya.

Baca juga: Pemerintah Ajak Tenaga Ahli Digital “Pulang Kampung”

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB

Bisnis Laundry Autopilot Untuk Pensiunan

Bisnis bisa dimulai kapan saja, bahkan ketika pensiun. Bisnis laundry autopilot bisa menjadi pilihan untuk para pensiunan yang tetap ingin menghasilkan walaupun sudah tidak bekerja di kantor.

Jumat, 8 Maret 2019 | 10:12 WIB