LogoDIGINATION LOGO

Ekspansi Industri Game Mobile Berteknologi Blockchain

Oleh Sukindar Selasa, 10 April 2018 | 12:18 WIB
Share
Saat ini industri permainan seluler telah memiliki nilai pasar yang sangat tinggi, yang nilainya diproyeksikan akan meningkat lagi terkhusus di pasar Asia
Share

Saat ini industri permainan seluler telah memiliki nilai pasar yang sangat tinggi, yang nilainya diproyeksikan akan meningkat lagi terkhusus di pasar Asia.

Proyeksi ini tidak terlepas dari banyaknya jumlah masyarakat yang sangat terobsesi terhadap perangkat seluler yang dimilikinya.

China, Jepang, dan Korea telah menjadi tiga dari empat negara pasar permainan seluler teratas, dengan Amerika Serikat menempati posisi ketiga secara keseluruhan.

Pasar-pasar industri game tersebut bahkan diklaim INC dapat terus berkembang dengan perkembangan yang sangat pesat.

Di sisi lain, perkembangan cryptocurrency juga berimbas ke industri pengembangan game. Salah satu poinnya adalah kemudahan distribusi game dengan teknologi ini.

Membahas hal ini lebih lanjut, INC menyampaikan hasil wawancaranya dengan Matej Michalko, Co-founder layanan marketplace game ALAX, yang sedang fokus menghubungkan teknologi blockchain dan permainan seluler.

Bagaimana Rencana Penggabungan Pengalaman Mobile Game dengan Inovasi Blockchain, dan Apakah Sudah Terjadi di Pasar?

Michalko mengakui bahwa platform-nya memang bukan platform pertama di pasaran yang menawarkan toko aplikasi untuk game seluler.

Namun baginya, platform-nya telah berada satu langkah besar di depan jika dibandingkan dengan para pesaingnya di bidang tersebut.

ALAX telah menandatangani LOI (Letter of Intent) dengan Gionee, yakni salah satu manufaktur ponsel terbesar di China dan India.

Penandatanganan ini memastikan bahwa ALAX App Store akan secara instan menyasar jutaan pengguna akhir sebagai aplikasi bawaan ponsel Gionee.

Ponsel Gionee akan menggunakan platform ini, dengan memindahkan platform lama ke ALAX melalui pembaruan rutinnya.

Menariknya, Gionee tidak hanya akan menjadi salah satunya. ALAX juga berencana akan melakukan penandatanganan LOI dengan perusahaan manufaktur ponsel lain.

Kelebihan lainnya, ALAX juga menggunakan teknologi blockchain di dalam platform toko aplikasi yang dikembangkannya.

Berbeda dengan kebanyakan orang yang menggunakan Ethereum blockchain atau platform Waves, ALAX menggunakan DCore yang dikembangkan DECENT.

Arsitektur DCore dirancang dengan kemampuan untuk melayani proses transaksi berkapasitas tinggi dengan kecepatan tinggi.

DCore menggunakan mekanisme Delegated Proof of Stake (DPoS) yang notabene diklaim sebagai model konsensus tercepat, terefisien, terdesentralilasi, dan terfleksibel.

Baca Juga:
CEO Spotify Jadi Miliarder Muda, Kok Bisa?

Game Mobile Apa yang Sudah Ditangani, dan Bagaimana Tantangannya?

Selain telah mengambil alih jaringan pengembang game Dragonfly, ALAX telah menandatangani beberapa kesepakatan dengan game dev baru yang memiliki prospek bagus dan beberapa lainnya di dalam saluran.

Para pengembang dapat mengunggah konten game selayaknya menggunakan platform Google Play, dengan jaringan tersebar di semua pasar Asia yang bertentangan dengan produk Google.

Selain itu, para pengembang juga memiliki kemudahan untuk mendapatkan penghasilannya, dimana sekarang para pengembang harus menunggu hingga enam bulan.

Dari sisi pengguna, tidak ada perubahan signifikan pada tampilan toko aplikasi. Pengguna yang tidak memiliki rekening juga dapat bertransaksi dengan sangat  murah.

Bagaimana Nilai Keseluruhan dari Industri Tersebut, dan Bisnis Model Apa yang Digunakan untuk Mendapatkan Penghasilan dari Memfasilitasi Transaksi?

Pasar permainan seluler akan mencapai angka USD 2,4 juta pada tahun 2021 di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan grafik positif ketika pasar global akan mencapai angka USD 46,1 miliar.

Michalko menyebutkan pusat perhatian ALAX adalah pasar yang sedang berkembang, dan seluruh upayanya bermaksud untuk memperbesar pasar ini.

Pasar yang dimaksud adalah pasar dengan pengguna tanpa rekening, yakni pengguna internet yang tidak memiliki credit maupun debit card namun memiliki akses mudah ke uang tunai.

Harapannya, ALAX dapat memberikan kemudahan bagi kalangan tersebut mendapat aplikasi atau game, tanpa harus membayar ke layanan operator yang memberikan biaya sangat tinggi.

Kapan Kira-Kira Prototipe Akan Tersedia, dan Kenapa Orang-orang Harus Berpartisipasi Melalui ICO Sebelum Prototipe Ada?

Michalko menegaskan bahwa MVP akan datang beberapa minggu mendatang dengan prototipe yang akan menyusul pada akhir musim panas 2018 mendatang.

ALAX menyebutkan bahwa hal ini bukan cuman mengada-ada saja. Karena ALAX sebenarnya tidak mengembangkan toko aplikasi baru.

ALAX sedang meningkatkan platform blockchain untuk menggantikan toko aplikasi Dragonfly yang telah ada sebelumnya.

Hal ini akan memberikan pengalaman toko aplikasi yang serupa, namun dengan peningkatan dengan fungsi dari teknologi blockchain pada versi baru.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: INC
TAGS
LATEST ARTICLE

Fajar Merekah Bagi eSport di tahun 2019!

Akhir-akhir ini eSport selalu menjadi perbincangan. Kira-kira bagaimana, ya di 2019? Apa kah eSport semakin populer? Yuk, simak prediksinya.

Kamis, 17 Januari 2019 | 11:15 WIB

Belum Tahu eSport? Yuk, Kenali!

Dunia eSport di 2019 terus berkembang tapi masih banyak orang yang belum mengetahuinya. Yuk, simak pengenalan dunia eSport berikut ini!

Rabu, 16 Januari 2019 | 16:15 WIB

3 Skill IT yang Wajib Dikuasai para Entrepreneur

Ilmu bisnis dan manajemen saja tak cukup membuat bisnis bertahan. Zaman now, pengetahuan tentang bisnis digital dan IT menjadi yang utama. Apa saja yang harus dipelajari para entrepreneur?

Rabu, 16 Januari 2019 | 11:15 WIB

Bikin Startup Masih Ribet, Ini Sebabnya!

Peluang membangun startup di Indonesia selalu terbuka lebar. Namun, apakah birokrasi menjadi faktor bergugurannya startup di tengah jalan?

Selasa, 15 Januari 2019 | 08:15 WIB