LogoDIGINATION LOGO

Kaskus Sahkan Sosok CEO Baru, Edi Taslim

Oleh Desy Yuliastuti Senin, 9 April 2018 | 09:57 WIB
Share
Kaskus secara resmi mendaulat Edi Taslim sebagai Chief Excecutive Officer (CEO) baru mulai April 2018
Share

Kaskus secara resmi mendaulat Edi Taslim sebagai Chief Excecutive Officer (CEO) baru mulai April 2018. Posisi Edi Taslim menggantikan kepemimpinan On Lee yang akan fokus pada pengembangan teknologi sesuai perannya sebagai CEO & CTO GDP Labs, serta CTO GDP Venture.

"Saya diserahi tugas untuk menjaga sustainability Kaskus sekaligus mengembangkan Kaskus agar lebih maju lagi. Kaskus memiliki keunikan karena melibatkan komunitas dalam konten yang dihadirkannya, tapi unik itu tidak berarti hebat. Kaskus ingin konten yang dihadirkan berdampak positif dan bermakna bagi pengguna," ujar Edi Taslim di kantor Kaskus, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Dalam tugasnya sebagai CEO, Edi Taslim mengatakan akan memperkuat posisi Kaskus sebagai platform diskusi dan melakukan perbaikan dari segi program, produk, dan teknologi, agar tetap relevan dan memenuhi kebutuhan forum diskusi dan komunitas.

Baca juga: Kaskus Berinvestasi ke Perusahaan Teknologi Periklanan ProPS

"Kaskus memiliki sejarah yang kaya dan karakteristik yang unik sebagai platform diskusi terbesar dengan basis user generated content. Antusiasme dan loyalitas komunitas di Kaskus terbukti telah menjadi pondasi utama Kaskus yang terus berkembang hingga memasuki usia ke-19. Keunikan Kaskus ini memberikan tantangan yang baru dan menarik bagi saya," kata pria yang sebelumnya menjabat sebagai COO Kaskus pada November 2017 lalu.

Di bawah kepemimpinannya, Edi akan melakukan perbaikan dan pengembangan produk perusahaan, baik mendirikan anak perusahaan maupun investasi strategis ke beberapa startup lokal. Salah satu anak perusahaan yang sudah ada saat ini adalah Garasi.id, platform khusus jual beli mobil bekas online yang terintegrasi dengan Kaskus Forum.

Dari sisi konten, Kaskus akan fokus menambah konten video original, seperti video live streaming, talkshow, dan lainnya dengan membentuk tim internal. Konten video tersebut akan melibatkan Key Opinion Leader (KOL) dan influencer dengan ketertarikan terhadap pokok bahasan yang menjadi topik pada video.

Untuk konten tertulis, Kaskus bakal mengembangkan kanal cerita bertutur (story telling). Tak hanya itu, content policy juga menjadi perhatian sehingga tak ada lagi ruang untuk konten-konten terkait SARA, pornografi, dan konten-konten lainnya yang melanggar Undang-undang.

Baca juga: Kaskus Imbau Anak Muda untuk Sebarkan Konten Positif

Rencana terdekat tahun ini, Kaskus akan menyegarkan tampilan website, serta menghadirkan program Groups untuk mengakomodasi komunitas yang ingin mandiri agar memiliki grup tersegmentasi. Turut hadir program Kaskus Kreator untuk menumbuhkan kembali minat menulis para Kaskuser.

Senada dengan hal itu, Founder & Chief Community Officer (CCO) Kaskus, Andrew Darwis, mengharapkan lewat pembaruan dan inovasi produk yang dilakukan, Kaskus dapat terus berkembang  dan memberikan makna positif di industri digital.

“Kami berharap bisa terus berinovasi, terus eksis, dan terus relevan karena kalau eksis tapi tak relevan dengan dunianya nggak jalan. Kalau kita lihat umumnya bisnis internet tak berumur panjang, dan Kaskus ada sejak 1999 beruntung masih bisa eksis,” ujar Andrew.

Baca juga: Andrew Darwis Kaskus Raih Asean Entrepreneur Awards 2017

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB