LogoDIGINATION LOGO

Setelah Uber, Apa Ambisi Grab?

Oleh Sukindar Selasa, 3 April 2018 | 11:17 WIB
Share
Ambisi Grab bersaing di pasar Indonesia tidak berhenti begitu saja saat perusahaan transportasi asal Malaysia ini memenangkan Uber untuk Asia Tenggara
Share

Ambisi Grab bersaing di pasar Indonesia tidak berhenti begitu saja saat perusahaan transportasi asal Malaysia ini memenangkan Uber untuk Asia Tenggara.

Dilansir melalui halaman CNBC, Co-founder sekaligus CEO Grab Anthony Tan menyebutkan bahwa kemenangan atas Uber merupakan hal yang diimpikannya secara pasti.

Namun kemenangan bukan sebuah hal mudah untuk dialami oleh perusahaan tersebut. Tan menyebutkan tentunya ada perdebatan tentang jumlah bagian yang tepat untuk Uber.

Tan masih ragu apakah memberikan porsi sebesar 27,5 persen ke Uber adalah keputusan yang tepat. Di sisi lain, CEO Uber menyebutkan saham tersebut bernilai beberapa miliar dolar.

Masalah ini memang bukan masalah yang ringan, tapi Tan tidak ingin berlarut-larut di dalamnya. Tan ingin fokus ke masalah besar di wilayah ini selanjutnya.

Bagi Tan, ada masalah besar yang menanti perusahaan, seperti dalam urusan layanan di bidang keuangan.

Baca Juga:
Grab Caplok Uber, Apa yang Harus Dilakukan?

Sebenarnya, gerakan Grab sudah cukup cepat untuk membuat banyak hal terkoneksi dengan sistem keuangan yang dimilikinya setelah mendapat pendanaan dari Softbank dan Didi Chuxing pada bulan Juli lalu.

Perusahaan transportasi ini juga telah meluncurkan GrabPay e-wallet di Asia Tenggara, yaitu sebuah layanan pembayaran elektronik dari perusahaan tersebut.

Akhir bulan lalu, Grab bahkan menandatangani joint venture dengan Credit Saison asal Jepang dalam bentuk Grab Financial Services, serta mengumumkan kemitraan dengan raksasa asuransi Chubb untuk solusi asuransi dalam aplikasi.

Grab sebenarnya bisa saja menghadapi penantang tangguh seperti Uber dalam urusan finansial.

Ada banyak perusahaan besar teknologi asal China yang mulai berkompetisi dalam ruang tersebut melawan WeChat Pay Tencent dan Alibaba yang berafiliasi dengan Ant Financial menyasar Asia Tenggara.

Namun, Tan memilih untuk tidak melawan perusahaan-perusahaan raksasa tersebut. Tan lebih memilih untuk membuka tangan untuk bekerja sama.

Baca Juga:
Grab Mulai Bermain Fintech

Dengan lebih banyak kerja sama, maka akan sangat berguna bagi Grab untuk memenangkan persaingan di pasar terbesarnya, yaitu Indonesia.

Kita semua sudah tahu pastinya, di pasar Indonesia, Gojek juga telah melakukan hal yang serupa dengan melakukan investasi di bidang Financial Technology.

Bahkan bagi Tan, persaingan di Indonesia bukan masalah yang ringan, meskipun Grab dianggapnya telah memimpin pasar transportasi.

Grab terus berinvestasi di Indonesia. Tan meyakini aset Uber Eats dapat menjadi pemain nomor satu di bidang makanan, diikuti dengan perluasan GrabPay dan Grab Financial.

Tan berharap akan lebih mudah menarik pelanggan dalam layanan finansialnya melalui penguatan layanan transportasi dan layanan antar makanannya.

Namun, belum dapat dipastikan apakah perusahaan akan menerima penawaran pendanaan publik dalam rangka membawa Grab ke platform multi-layanan.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: CNBC
TAGS
LATEST ARTICLE

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB

Bisnis Laundry Autopilot Untuk Pensiunan

Bisnis bisa dimulai kapan saja, bahkan ketika pensiun. Bisnis laundry autopilot bisa menjadi pilihan untuk para pensiunan yang tetap ingin menghasilkan walaupun sudah tidak bekerja di kantor.

Jumat, 8 Maret 2019 | 10:12 WIB