LogoDIGINATION LOGO

Profesi Pengacara Terancam Digantikan Robot?

Oleh Desy Yuliastuti Senin, 2 April 2018 | 14:19 WIB
Share
Apabila saat ini Anda berprofesi sebagai pengacara, mungkin dalam waktu dekat pekerjaan Anda kemungkinan bisa digantikan oleh sebuah robot
Share

Apabila saat ini Anda berprofesi sebagai pengacara, mungkin dalam waktu dekat pekerjaan Anda kemungkinan bisa digantikan oleh sebuah robot. Bagaimana bisa?

LawGeex, startup penyedia platform AI untuk menganalisis dokumen hukum asal Amerika Serikat, baru-baru ini mengadakan sebuah studi. Studi yang melibatkan sejumlah profesor hukum dari Stanford University, Duke University School of Law, dan University of Southern California ini dilakukan untuk menguji kemampuan teknologi LawGeex dalam meninjau dokumen hukum.

Dua puluh orang pengacara berpengalaman berkompetisi melawan AI milik LawGeex yang berusia tiga tahun. Dalam waktu empat jam, mereka harus menganalisis lima non-disclosure agreements serta 30 isu legal lainnya, termasuk arbitrasi dan ganti rugi. Siapa yang jadi juaranya?

Hasilnya, AI buatan LawGeex menang tipis. Dari segi akurasi, tim pengacara memiliki rata-rata sebesar 85 persen, sementara LawGeex memiliki rata-rata akurasi sebesar 95 persen. Bahkan, dalam proses identifikasi salah satu kontrak, tingkat akurasi LawGeex mencapai 100 persen, sementara akurasi yang didapatkan oleh tim pengacara “hanya” sebesar 97 persen.

Baca juga: Ekonomi Digital Ciptakan Pekerjaan Baru

Dari segi waktu, AI terbukti dapat menyelesaikan tugas dalam waktu yang jauh lebih cepat. Tim pengacara rata-rata membutuhkan waktu sebanyak 92 menit. Sementara itu, LawGeex bisa menyelesaikannya hanya dalam hitungan 26 detik saja.

Untuk memiliki kemampuan yang bisa dibilang melebihi manusia, LawGeex melatih algoritma mereka dengan intensif. Mereka melatih AI dengan puluhan ribu kontrak atau perjanjian, dan memanfaatkan teknologi machine learning dan deep learning khusus.

Walaupun memiliki tingkat akurasi dan kecepatan yang sangat tinggi, bahkan bisa melampaui manusia, namun AI tidak akan bisa sepenuhnya menggantikan manusia. Jadi, keberadaan AI sebetulnya tidak perlu dianggap sebagai ancaman yang akan mencuri karier kita.

Mendukung hal tersebut, laporan dari LawGeex mengklaim, “Orang-orang akan terkejut saat mengetahui bahwa AI dapat bekerja jauh lebih cepat dibandingkan pengacara dalam beberapa tugas tertentu. Akan tetapi, secara umum, mesin tidak dapat menyaingi kemampuan berpikir manusia dalam mengerjakan sejumlah aktivitas hukum yang bersifat fundamental.”

Baca juga: Pekerja Digital Kreatif Memiliki Masa Depan Cerah, Ini Faktanya

Belajar dari studi kasus tersebut, Algoritma, lembaga pendidikan yang bermisi menyediakan akses terhadap pengembangan karier data science yang lebih luas kepada masyarakat, mengungkap bahwa sebenarnya AI atau robot justru bisa membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat.

Syaratnya, agar dapat memanfaatkan AI secara cerdas harus tahu bagian apa saja yang perlu diotomasi, sehingga pekerjaan kita bisa menjadi lebih efisien. JIka ingin mempelajari lebih lanjut bagaimana mempelajari dan memanfaatkan AI atau machine learning untuk membantu pekerjaan bisa dipelajari di Data Science Academy.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Algoritma
TAGS
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB